<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Jalur Barat Yapen dan Bandara Serui Bakal Dikebut</title><description>Pemerintah Provinsi Papua memprioritaskan pembangunan jalur barat serta peningkatan fasilitas Bandara Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen guna memperkuat konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperlancar layanan kesehatan di wilayah tersebut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219834/rusak-akibat-gempa-perbaikan-jalur-barat-yapen-dan-bandara-serui-bakal-dikebut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219834/rusak-akibat-gempa-perbaikan-jalur-barat-yapen-dan-bandara-serui-bakal-dikebut"/><item><title>Rusak Akibat Gempa, Perbaikan Jalur Barat Yapen dan Bandara Serui Bakal Dikebut</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219834/rusak-akibat-gempa-perbaikan-jalur-barat-yapen-dan-bandara-serui-bakal-dikebut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219834/rusak-akibat-gempa-perbaikan-jalur-barat-yapen-dan-bandara-serui-bakal-dikebut</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/340/3219834/perbaikan_jalur_barat_yapen-Rs5P_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perbaikan Jalur Barat Yapen Papua (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/340/3219834/perbaikan_jalur_barat_yapen-Rs5P_large.jpeg</image><title>Perbaikan Jalur Barat Yapen Papua (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Papua memprioritaskan pembangunan jalur barat serta peningkatan fasilitas Bandara Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen guna memperkuat konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperlancar layanan kesehatan di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan, jalur barat memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama wilayah utara sekaligus jalur alternatif masyarakat menuju Serui saat kondisi cuaca laut memburuk.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pada periode Oktober hingga Februari, tinggi gelombang di perairan sekitar Yapen dapat mencapai 4 hingga 5 meter sehingga aktivitas transportasi laut sering terkendala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di waktu tertentu, bulan Oktober sampai Februari, ombak di wilayah sini bisa sampai 4-5 meter. Ini pasti akan menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas kalau mau ke Serui, khususnya apabila ada yang sakit,&amp;quot; ujar Fakhiri, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, Pemprov Papua akan melakukan intervensi dengan memperbaiki sejumlah jembatan di jalur tersebut, termasuk mengganti beberapa jembatan kayu yang dinilai sudah tidak layak digunakan.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor nelayan dan pertanian masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah sedang membangun perekonomian masyarakat mulai dari kampung nelayan dan pertanian. Kalau akses putus, mata rantai ekonomi juga putus. Berarti percuma kita bicara menumbuhkan ekonomi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain infrastruktur jalan, Fakhiri juga meninjau kondisi Bandara Serui yang saat ini memiliki panjang landasan sekitar 1,6 kilometer. Namun, sekitar 200 meter runway dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, perbaikan bandara telah masuk dalam program APBN. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengusulkan penambahan runway sepanjang 250 meter yang akan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap pesawat ATR bisa landing sehingga aktivitas bandara lancar dan masyarakat dapat bepergian dengan baik,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Fakhiri menambahkan, peningkatan kapasitas bandara sangat penting untuk mendukung distribusi hasil perikanan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan pasien rujukan menuju rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap di Biak.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Papua memprioritaskan pembangunan jalur barat serta peningkatan fasilitas Bandara Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen guna memperkuat konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperlancar layanan kesehatan di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan, jalur barat memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama wilayah utara sekaligus jalur alternatif masyarakat menuju Serui saat kondisi cuaca laut memburuk.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pada periode Oktober hingga Februari, tinggi gelombang di perairan sekitar Yapen dapat mencapai 4 hingga 5 meter sehingga aktivitas transportasi laut sering terkendala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di waktu tertentu, bulan Oktober sampai Februari, ombak di wilayah sini bisa sampai 4-5 meter. Ini pasti akan menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas kalau mau ke Serui, khususnya apabila ada yang sakit,&amp;quot; ujar Fakhiri, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, Pemprov Papua akan melakukan intervensi dengan memperbaiki sejumlah jembatan di jalur tersebut, termasuk mengganti beberapa jembatan kayu yang dinilai sudah tidak layak digunakan.&#13;
&#13;
Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor nelayan dan pertanian masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah sedang membangun perekonomian masyarakat mulai dari kampung nelayan dan pertanian. Kalau akses putus, mata rantai ekonomi juga putus. Berarti percuma kita bicara menumbuhkan ekonomi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain infrastruktur jalan, Fakhiri juga meninjau kondisi Bandara Serui yang saat ini memiliki panjang landasan sekitar 1,6 kilometer. Namun, sekitar 200 meter runway dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, perbaikan bandara telah masuk dalam program APBN. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengusulkan penambahan runway sepanjang 250 meter yang akan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap pesawat ATR bisa landing sehingga aktivitas bandara lancar dan masyarakat dapat bepergian dengan baik,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Fakhiri menambahkan, peningkatan kapasitas bandara sangat penting untuk mendukung distribusi hasil perikanan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan pasien rujukan menuju rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap di Biak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
