<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI Kerahkan Helikopter Evakuasi 8 Pendulang Emas yang Tewas Dibantai KKB di Yahukimo</title><description>Proses evakuasi delapan pendulang emas yang tewas akibat penyerangan di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua, mulai disiapkan aparat gabungan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219836/tni-kerahkan-helikopter-evakuasi-8-pendulang-emas-yang-tewas-dibantai-kkb-di-yahukimo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219836/tni-kerahkan-helikopter-evakuasi-8-pendulang-emas-yang-tewas-dibantai-kkb-di-yahukimo"/><item><title>TNI Kerahkan Helikopter Evakuasi 8 Pendulang Emas yang Tewas Dibantai KKB di Yahukimo</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219836/tni-kerahkan-helikopter-evakuasi-8-pendulang-emas-yang-tewas-dibantai-kkb-di-yahukimo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/21/340/3219836/tni-kerahkan-helikopter-evakuasi-8-pendulang-emas-yang-tewas-dibantai-kkb-di-yahukimo</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/340/3219836/prajurit_tni_saat_apel_evakuasi_korban_kkb_di_yahukimo-y3Wi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prajurit TNI saat apel evakuasi korban KKB di Yahukimo (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/340/3219836/prajurit_tni_saat_apel_evakuasi_korban_kkb_di_yahukimo-y3Wi_large.jpg</image><title>Prajurit TNI saat apel evakuasi korban KKB di Yahukimo (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Proses evakuasi delapan pendulang emas yang tewas akibat penyerangan di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua, mulai disiapkan aparat gabungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koops TNI Habema mengerahkan personel beserta dukungan helikopter, untuk mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian yang berada di pedalaman Papua.&#13;
&#13;
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan medan yang sulit serta kondisi keamanan yang masih rawan menjadi tantangan dalam proses evakuasi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan helikopter guna mengevakuasi korban dari lokasi kejadian di wilayah pedalaman Korowai,&amp;quot; ujar Wirya, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Delapan korban diketahui merupakan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas di wilayah tersebut. Mereka menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo pada Rabu (20/5).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Wirya, kelompok tersebut sebelumnya menuduh para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar sebelum melakukan penyerangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
TNI mengecam keras aksi pembunuhan terhadap warga sipil tersebut. Selain mengevakuasi korban, aparat juga memperkuat pengamanan dan meningkatkan patroli di wilayah Yahukimo guna mencegah gangguan keamanan susulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,&amp;quot; tegas Wirya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, situasi keamanan di Yahukimo saat ini masih tergolong rawan, namun tetap dalam kondisi terkendali. Aparat gabungan disebut terus bersiaga untuk melindungi masyarakat di wilayah terdampak.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Proses evakuasi delapan pendulang emas yang tewas akibat penyerangan di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua, mulai disiapkan aparat gabungan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Koops TNI Habema mengerahkan personel beserta dukungan helikopter, untuk mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian yang berada di pedalaman Papua.&#13;
&#13;
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan medan yang sulit serta kondisi keamanan yang masih rawan menjadi tantangan dalam proses evakuasi korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan helikopter guna mengevakuasi korban dari lokasi kejadian di wilayah pedalaman Korowai,&amp;quot; ujar Wirya, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Delapan korban diketahui merupakan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas di wilayah tersebut. Mereka menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo pada Rabu (20/5).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Wirya, kelompok tersebut sebelumnya menuduh para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar sebelum melakukan penyerangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
TNI mengecam keras aksi pembunuhan terhadap warga sipil tersebut. Selain mengevakuasi korban, aparat juga memperkuat pengamanan dan meningkatkan patroli di wilayah Yahukimo guna mencegah gangguan keamanan susulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang dilakukan kelompok OPM. TNI akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,&amp;quot; tegas Wirya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, situasi keamanan di Yahukimo saat ini masih tergolong rawan, namun tetap dalam kondisi terkendali. Aparat gabungan disebut terus bersiaga untuk melindungi masyarakat di wilayah terdampak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
