<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Timwas Haji DPR Temukan Masalah Ketersediaan dan Distribusi Obat</title><description>Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji Dewan DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menemukan sejumlah kendala dalam ketersediaan dan distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Kendala itu ditemukan saat Timwas Haji DPR RI 2026 melakukan peninjauan di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis 21 Mei 2026. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/22/337/3220033/timwas-haji-dpr-temukan-masalah-ketersediaan-dan-distribusi-obat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/22/337/3220033/timwas-haji-dpr-temukan-masalah-ketersediaan-dan-distribusi-obat"/><item><title>Timwas Haji DPR Temukan Masalah Ketersediaan dan Distribusi Obat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/22/337/3220033/timwas-haji-dpr-temukan-masalah-ketersediaan-dan-distribusi-obat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/22/337/3220033/timwas-haji-dpr-temukan-masalah-ketersediaan-dan-distribusi-obat</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2026 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/22/337/3220033/haji-tFhV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kakbah (Foto: Dok )</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/22/337/3220033/haji-tFhV_large.jpg</image><title>Kakbah (Foto: Dok )</title></images><description>JAKARTA - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji Dewan DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menemukan sejumlah kendala dalam ketersediaan dan distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Kendala itu ditemukan saat Timwas Haji DPR RI 2026 melakukan peninjauan di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis 21 Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cucun mengatakan Indonesia masih dapat membuka satelit kesehatan di setiap pemondokan jamaah di tengah ketatnya regulasi Pemerintah Arab Saudi terkait layanan kesehatan haji. Dalam satu sektor, terdapat hingga empat satelit kesehatan yang berfungsi sebagai fasilitas penanganan awal sebelum jamaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit kesehatan di setiap pemondokan. Ini menjadi penanganan awal kegawatdaruratan sebelum jamaah dibawa ke KKHI,&amp;rdquo; ujar Cucun, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cucun mengatakan layanan kesehatan haji tahun ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi, termasuk Saudi German Hospital serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Makkah dan Madinah. Menurutnya, pola layanan tersebut membantu mempercepat penanganan jamaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium maupun rontgen.&#13;
&#13;
Namun, ia mengaku Timwas Haji DPR menemukan adanya kendala distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Persoalan itu dinilai muncul lantaran pengelolaan pusat kesehatan haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga proses distribusi logistik kesehatan belum sepenuhnya optimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih ada sedikit kendala terkait ketersediaan obat dan distribusinya ke setiap sektor maupun satelit kesehatan,&amp;rdquo; ungkap Cucun.&#13;
&#13;
Apalagi, kata Cucun, sebagian tenaga medis yang bertugas di satelit kesehatan berasal dari dokter kloter daerah yang hanya membawa persediaan obat terbatas untuk kebutuhan kelompok terbang masing-masing. Akibatnya, kebutuhan obat tambahan di sektor tertentu kerap mengalami keterlambatan distribusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dokter-dokter kloter ini kan melekat dengan jamaah dari daerahnya. Mereka tidak membawa stok obat dalam jumlah besar, hanya untuk kebutuhan kloternya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikan temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, terutama setelah pengelolaan kesehatan haji direncanakan berpindah ke Kementerian Haji dan Umrah. Ia mendorong agar sistem distribusi obat dan penataan tenaga kesehatan dapat lebih terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan jemaah menjadi lebih maksimal.&#13;
&#13;
Terlepas dari itu, Cucun mengapresiasi meningkatnya kesadaran jamaah terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut jamaah kini lebih rutin memeriksakan tekanan darah dan kondisi fisik di satelit kesehatan sektor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jamaah yang terindikasi berisiko tinggi sekarang mulai menurun. Kesadaran untuk memeriksa kesehatan setiap hari juga semakin baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji Dewan DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal, menemukan sejumlah kendala dalam ketersediaan dan distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Kendala itu ditemukan saat Timwas Haji DPR RI 2026 melakukan peninjauan di Snood Mawteen Hotel Sektor 8, Makkah, Arab Saudi, Kamis 21 Mei 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cucun mengatakan Indonesia masih dapat membuka satelit kesehatan di setiap pemondokan jamaah di tengah ketatnya regulasi Pemerintah Arab Saudi terkait layanan kesehatan haji. Dalam satu sektor, terdapat hingga empat satelit kesehatan yang berfungsi sebagai fasilitas penanganan awal sebelum jamaah dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah tahun ini kita masih bisa membuka satelit-satelit kesehatan di setiap pemondokan. Ini menjadi penanganan awal kegawatdaruratan sebelum jamaah dibawa ke KKHI,&amp;rdquo; ujar Cucun, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cucun mengatakan layanan kesehatan haji tahun ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi, termasuk Saudi German Hospital serta beberapa rumah sakit lain di wilayah Makkah dan Madinah. Menurutnya, pola layanan tersebut membantu mempercepat penanganan jamaah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium maupun rontgen.&#13;
&#13;
Namun, ia mengaku Timwas Haji DPR menemukan adanya kendala distribusi obat di sejumlah satelit kesehatan. Persoalan itu dinilai muncul lantaran pengelolaan pusat kesehatan haji saat ini masih berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sehingga proses distribusi logistik kesehatan belum sepenuhnya optimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masih ada sedikit kendala terkait ketersediaan obat dan distribusinya ke setiap sektor maupun satelit kesehatan,&amp;rdquo; ungkap Cucun.&#13;
&#13;
Apalagi, kata Cucun, sebagian tenaga medis yang bertugas di satelit kesehatan berasal dari dokter kloter daerah yang hanya membawa persediaan obat terbatas untuk kebutuhan kelompok terbang masing-masing. Akibatnya, kebutuhan obat tambahan di sektor tertentu kerap mengalami keterlambatan distribusi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dokter-dokter kloter ini kan melekat dengan jamaah dari daerahnya. Mereka tidak membawa stok obat dalam jumlah besar, hanya untuk kebutuhan kloternya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kendati Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikan temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, terutama setelah pengelolaan kesehatan haji direncanakan berpindah ke Kementerian Haji dan Umrah. Ia mendorong agar sistem distribusi obat dan penataan tenaga kesehatan dapat lebih terintegrasi sehingga pelayanan kesehatan jemaah menjadi lebih maksimal.&#13;
&#13;
Terlepas dari itu, Cucun mengapresiasi meningkatnya kesadaran jamaah terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia menyebut jamaah kini lebih rutin memeriksakan tekanan darah dan kondisi fisik di satelit kesehatan sektor.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jamaah yang terindikasi berisiko tinggi sekarang mulai menurun. Kesadaran untuk memeriksa kesehatan setiap hari juga semakin baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
