<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gandeng Malaysia, PBNU Dorong Negara ASEAN &amp;nbsp;Perluas Lapangan Kerja</title><description>Gus Yahya menekankan, bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis dalam menggerakkan ekonomi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220210/gandeng-malaysia-pbnu-dorong-negara-asean-nbsp-perluas-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220210/gandeng-malaysia-pbnu-dorong-negara-asean-nbsp-perluas-lapangan-kerja"/><item><title>Gandeng Malaysia, PBNU Dorong Negara ASEAN &amp;nbsp;Perluas Lapangan Kerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220210/gandeng-malaysia-pbnu-dorong-negara-asean-nbsp-perluas-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220210/gandeng-malaysia-pbnu-dorong-negara-asean-nbsp-perluas-lapangan-kerja</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2026 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/23/337/3220210/pbnu-5xPU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gandeng Malaysia, PBNU Dorong Negara ASEAN &amp;nbsp;Perluas Lapangan Kerja</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/23/337/3220210/pbnu-5xPU_large.jpg</image><title>Gandeng Malaysia, PBNU Dorong Negara ASEAN &amp;nbsp;Perluas Lapangan Kerja</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, bahwa penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia berpotensi besar membuka lapangan kerja baru di kawasan Asia Tenggara. Diantaranya melalui pengembangan sektor pangan, usaha kecil menengah (UKM), industri halal dan lain sebagainya.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Senator Dewan Negara Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa di Kantor PBNU, Jakarta.&#13;
&#13;
Gus Yahya menekankan, bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan regional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Gus Yahya, dikutip, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, kerja sama ekonomi syariah Indonesia&amp;ndash;Malaysia tidak hanya berhenti pada hubungan antarnegara, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi langsung di tingkat masyarakat melalui pendekatan grassroots economy.&#13;
&#13;
PBNU bersama mitra dari Malaysia akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari produksi pangan, pembinaan UKM, peningkatan literasi bisnis internasional, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis syariah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerja sama ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput. Kita akan saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk membantu mewujudkan target agenda prioritas pemerintah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Senator Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa menilai kawasan Asia Tenggara memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena stabilitas kawasan yang relatif terjaga serta keberagaman budaya yang menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis halal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace ini kepada prosperity, kesejahteraan ekonomi dan masyarakat,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, bahwa penguatan kerja sama ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia berpotensi besar membuka lapangan kerja baru di kawasan Asia Tenggara. Diantaranya melalui pengembangan sektor pangan, usaha kecil menengah (UKM), industri halal dan lain sebagainya.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Senator Dewan Negara Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa di Kantor PBNU, Jakarta.&#13;
&#13;
Gus Yahya menekankan, bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan regional.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat,&amp;rdquo; ujar Gus Yahya, dikutip, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, kerja sama ekonomi syariah Indonesia&amp;ndash;Malaysia tidak hanya berhenti pada hubungan antarnegara, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi langsung di tingkat masyarakat melalui pendekatan grassroots economy.&#13;
&#13;
PBNU bersama mitra dari Malaysia akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari produksi pangan, pembinaan UKM, peningkatan literasi bisnis internasional, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis syariah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerja sama ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di akar rumput. Kita akan saling berbagi pengetahuan dan teknologi untuk membantu mewujudkan target agenda prioritas pemerintah,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Senator Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa menilai kawasan Asia Tenggara memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena stabilitas kawasan yang relatif terjaga serta keberagaman budaya yang menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis halal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace ini kepada prosperity, kesejahteraan ekonomi dan masyarakat,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
