<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakapolri Bertemu Otoritas Saudi, Fokus Perlindungan Jemaah Haji</title><description>Polri memperkuat koordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi menjelang puncak musim Haji 2026 guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah Indonesia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220377/wakapolri-bertemu-otoritas-saudi-fokus-perlindungan-jemaah-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220377/wakapolri-bertemu-otoritas-saudi-fokus-perlindungan-jemaah-haji"/><item><title>Wakapolri Bertemu Otoritas Saudi, Fokus Perlindungan Jemaah Haji</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220377/wakapolri-bertemu-otoritas-saudi-fokus-perlindungan-jemaah-haji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/23/337/3220377/wakapolri-bertemu-otoritas-saudi-fokus-perlindungan-jemaah-haji</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2026 21:39 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/23/337/3220377/wakapolri_komjen_dedi-9vk6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/23/337/3220377/wakapolri_komjen_dedi-9vk6_large.jpg</image><title> Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bersama Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri memperkuat koordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi menjelang puncak musim Haji 2026 guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah Indonesia.&#13;
&#13;
Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi.&#13;
&#13;
Kedatangan Wakapolri disambut resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan otoritas keamanan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI dalam mengawasi, mencegah, dan melindungi masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga penipuan berkedok keberangkatan haji.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, perlindungan jemaah harus dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,&amp;rdquo; ujar Isir, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga kini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi terkait kasus haji ilegal maupun penipuan perjalanan ibadah.&#13;
&#13;
Dari penanganan tersebut, polisi menetapkan 13 tersangka dengan jumlah korban mencapai 320 orang. Total kerugian masyarakat tercatat mencapai Rp10,025 miliar.&#13;
&#13;
Selain itu, Satgas Haji Polri juga berhasil mencegah keberangkatan 32 warga negara Indonesia calon jemaah haji non-prosedural sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar tidak menjadi korban keberangkatan ilegal.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas pertukaran informasi dan percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.&#13;
&#13;
Menurut Isir, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi kuat dengan pemerintah Arab Saudi demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri memperkuat koordinasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi menjelang puncak musim Haji 2026 guna meningkatkan perlindungan terhadap jemaah Indonesia.&#13;
&#13;
Penguatan kerja sama tersebut dilakukan melalui pertemuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi.&#13;
&#13;
Kedatangan Wakapolri disambut resmi oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan otoritas keamanan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Pertemuan itu menjadi bagian dari penguatan sinergi Satgas Haji Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI dalam mengawasi, mencegah, dan melindungi masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, hingga penipuan berkedok keberangkatan haji.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, perlindungan jemaah harus dilakukan secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,&amp;rdquo; ujar Isir, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga kini, Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Polri Tahun 2026 telah menangani 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi terkait kasus haji ilegal maupun penipuan perjalanan ibadah.&#13;
&#13;
Dari penanganan tersebut, polisi menetapkan 13 tersangka dengan jumlah korban mencapai 320 orang. Total kerugian masyarakat tercatat mencapai Rp10,025 miliar.&#13;
&#13;
Selain itu, Satgas Haji Polri juga berhasil mencegah keberangkatan 32 warga negara Indonesia calon jemaah haji non-prosedural sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat agar tidak menjadi korban keberangkatan ilegal.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas pertukaran informasi dan percepatan penanganan persoalan yang berpotensi dihadapi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.&#13;
&#13;
Menurut Isir, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi kuat dengan pemerintah Arab Saudi demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
