<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Ponpes Seluruh Indonesia Ikuti Gerakan Transformasi Pesantren Nasional</title><description>Gerakan transformasi pesantren berskala nasional oleh diikuti 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/25/337/3220687/ribuan-ponpes-seluruh-indonesia-ikuti-gerakan-transformasi-pesantren-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/25/337/3220687/ribuan-ponpes-seluruh-indonesia-ikuti-gerakan-transformasi-pesantren-nasional"/><item><title>Ribuan Ponpes Seluruh Indonesia Ikuti Gerakan Transformasi Pesantren Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/25/337/3220687/ribuan-ponpes-seluruh-indonesia-ikuti-gerakan-transformasi-pesantren-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/25/337/3220687/ribuan-ponpes-seluruh-indonesia-ikuti-gerakan-transformasi-pesantren-nasional</guid><pubDate>Senin 25 Mei 2026 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/25/337/3220687/pesantren-aFro_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan Ponpes Seluruh Indonesia Ikuti Gerakan Transformasi Pesantren Nasional</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/25/337/3220687/pesantren-aFro_large.jpg</image><title>Ribuan Ponpes Seluruh Indonesia Ikuti Gerakan Transformasi Pesantren Nasional</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan transformasi pesantren berskala nasional oleh diikuti 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi. Kegiatan ini untuk melakukan pengembangan dan inovasi pesantren yang digelar &amp;nbsp;di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli mengatakan, workshop untuk pengasuh pesantren ini sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2025 untuk skala nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,&amp;rdquo; katanya, Senin (25/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di tiap pesantren.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kiai Imjaz -- panggilan akrabnya -- mengingatkan bahwa pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, Kiai Asep Abdul Aziz mengatakan, kegiatan ini memantik kesadaran dan pemahaman tentang cara mengubah sistem pembelajaran, membuat kurikulum yang menarik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Layanan kepada santri walisantri dan masyarakat serta strategi untuk menambah jumlah santri. Ini ilmu yang tidak bisa didapatkan dimanapun,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan transformasi pesantren berskala nasional oleh diikuti 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi. Kegiatan ini untuk melakukan pengembangan dan inovasi pesantren yang digelar &amp;nbsp;di Joglo Agung Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli mengatakan, workshop untuk pengasuh pesantren ini sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2025 untuk skala nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren. Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerful,&amp;rdquo; katanya, Senin (25/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren, sekaligus untuk meningkatkan pertumbuhan jumlah santri di tiap pesantren.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Kiai Imjaz -- panggilan akrabnya -- mengingatkan bahwa pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi,&amp;rdquo;tandasnya.&#13;
&#13;
Pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, Kiai Asep Abdul Aziz mengatakan, kegiatan ini memantik kesadaran dan pemahaman tentang cara mengubah sistem pembelajaran, membuat kurikulum yang menarik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Layanan kepada santri walisantri dan masyarakat serta strategi untuk menambah jumlah santri. Ini ilmu yang tidak bisa didapatkan dimanapun,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
