<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran, Sejumlah Orang Tewas</title><description>Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran harus mencakup persyaratan bagi beberapa negara tambahan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/26/18/3220770/breaking-news-as-lancarkan-serangan-besar-besaran-ke-iran-sejumlah-orang-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/26/18/3220770/breaking-news-as-lancarkan-serangan-besar-besaran-ke-iran-sejumlah-orang-tewas"/><item><title>Breaking News! AS Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Iran, Sejumlah Orang Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/26/18/3220770/breaking-news-as-lancarkan-serangan-besar-besaran-ke-iran-sejumlah-orang-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/26/18/3220770/breaking-news-as-lancarkan-serangan-besar-besaran-ke-iran-sejumlah-orang-tewas</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2026 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/26/18/3220770/viral-wADd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS Serang Iran (EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/26/18/3220770/viral-wADd_large.jpg</image><title>AS Serang Iran (EPA)</title></images><description>JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi kembali melakukan penyerangan terhadap Iran, Selasa (26/5/2026). Sejumlah orang dilaporkan tewas.&#13;
&#13;
Komando Pusat AS (US Central Command) mengatakan, pasukannya telah menyerang situs rudal di Iran selatan pada hari Senin dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau di perairan yang diyakini Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Serangan tersebut dilakukan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,&amp;quot;tetapi militer menggunakan pengekangan selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,&amp;quot; kata Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan dilansir AP.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, rincian serangan tersebut belum tersedia, termasuk detail lebih lanjut tentang ancaman dari Iran dan apa artinya ini bagi negosiasi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran harus mencakup persyaratan bagi beberapa negara tambahan.&#13;
&#13;
Termasuk Arab Saudi dan Pakistan, untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham, perjanjian yang ditengahi AS dari masa jabatan pertama Trump yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi kembali melakukan penyerangan terhadap Iran, Selasa (26/5/2026). Sejumlah orang dilaporkan tewas.&#13;
&#13;
Komando Pusat AS (US Central Command) mengatakan, pasukannya telah menyerang situs rudal di Iran selatan pada hari Senin dan kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau di perairan yang diyakini Selat Hormuz.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Serangan tersebut dilakukan untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,&amp;quot;tetapi militer menggunakan pengekangan selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,&amp;quot; kata Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, dalam sebuah pernyataan dilansir AP.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun demikian, rincian serangan tersebut belum tersedia, termasuk detail lebih lanjut tentang ancaman dari Iran dan apa artinya ini bagi negosiasi.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran harus mencakup persyaratan bagi beberapa negara tambahan.&#13;
&#13;
Termasuk Arab Saudi dan Pakistan, untuk bergabung dengan Kesepakatan Abraham, perjanjian yang ditengahi AS dari masa jabatan pertama Trump yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
