<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Menlu Sugiono: Negara Berkembang Sering Diveto!</title><description>Dalam forum tersebut, Indonesia juga menekankan pentingnya reformasi Dewan Keamanan PBB yang lebih representatif, transparan, dan mampu mewakili negara-negara berkembang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/28/337/3221117/desak-reformasi-dewan-keamanan-pbb-menlu-sugiono-negara-berkembang-sering-diveto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/28/337/3221117/desak-reformasi-dewan-keamanan-pbb-menlu-sugiono-negara-berkembang-sering-diveto"/><item><title>Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Menlu Sugiono: Negara Berkembang Sering Diveto!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/28/337/3221117/desak-reformasi-dewan-keamanan-pbb-menlu-sugiono-negara-berkembang-sering-diveto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/28/337/3221117/desak-reformasi-dewan-keamanan-pbb-menlu-sugiono-negara-berkembang-sering-diveto</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2026 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/27/337/3221117/pemerintah-boUQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/27/337/3221117/pemerintah-boUQ_large.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia mendorong reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar lebih representatif dan demokratis. Salah satu yang disoroti merupakan penggunaan hak veto di DK PBB.&#13;
&#13;
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, RI mendorong DK PBB berjalan sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan mengingat suara dari negara berkembang (global south) masih belum terwakili.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya global south itu tidak terwakili. Tadi juga disampaikan oleh beberapa negara bahwa banyak concern-concern yang kemudian diveto di Dewan Keamanan,&amp;quot; ujar Sugiono, Rabu (27/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reformasi tersebut diperlukan agar PBB tetap relevan menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa pembentukan PBB pasca-Perang Dunia II bertujuan menciptakan perdamaian antarbangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya tapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global,&amp;quot; kata Sugiono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam forum tersebut, Indonesia juga menekankan pentingnya reformasi Dewan Keamanan PBB yang lebih representatif, transparan, dan mampu mewakili negara-negara berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira itu yang tadi kita sampaikan, kita mendorong suatu reformasi Dewan Keamanan yang lebih representatif, lebih demokratis, lebih transparan dan juga mampu mencerminkan atau mewakili suara-suara di negara-negara berkembang,&amp;quot; tutup Sugiono.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah Indonesia mendorong reformasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar lebih representatif dan demokratis. Salah satu yang disoroti merupakan penggunaan hak veto di DK PBB.&#13;
&#13;
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, RI mendorong DK PBB berjalan sesuai perkembangan zaman. Hal ini dilakukan mengingat suara dari negara berkembang (global south) masih belum terwakili.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena banyak suara-suara yang berasal dari umumnya global south itu tidak terwakili. Tadi juga disampaikan oleh beberapa negara bahwa banyak concern-concern yang kemudian diveto di Dewan Keamanan,&amp;quot; ujar Sugiono, Rabu (27/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Reformasi tersebut diperlukan agar PBB tetap relevan menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa pembentukan PBB pasca-Perang Dunia II bertujuan menciptakan perdamaian antarbangsa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya tapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global,&amp;quot; kata Sugiono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam forum tersebut, Indonesia juga menekankan pentingnya reformasi Dewan Keamanan PBB yang lebih representatif, transparan, dan mampu mewakili negara-negara berkembang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira itu yang tadi kita sampaikan, kita mendorong suatu reformasi Dewan Keamanan yang lebih representatif, lebih demokratis, lebih transparan dan juga mampu mencerminkan atau mewakili suara-suara di negara-negara berkembang,&amp;quot; tutup Sugiono.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
