<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Kronologi Balita di Bekasi Ditemukan Tewas dengan Luka Mengenaskan</title><description>Seorang balita laki-laki berinisial A (2) ditemukan tewas dengan luka sayatan benda tajam di sebuah kontrakan di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu 27 Mei 2026 malam. Polisi menduga A merupakan korban tindak pidana pembunuhan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/28/338/3221309/polisi-ungkap-kronologi-balita-di-bekasi-ditemukan-tewas-dengan-luka-mengenaskan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/28/338/3221309/polisi-ungkap-kronologi-balita-di-bekasi-ditemukan-tewas-dengan-luka-mengenaskan"/><item><title>Polisi Ungkap Kronologi Balita di Bekasi Ditemukan Tewas dengan Luka Mengenaskan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/28/338/3221309/polisi-ungkap-kronologi-balita-di-bekasi-ditemukan-tewas-dengan-luka-mengenaskan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/28/338/3221309/polisi-ungkap-kronologi-balita-di-bekasi-ditemukan-tewas-dengan-luka-mengenaskan</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/28/338/3221309/bayi-7Sfo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi dibunuh (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/28/338/3221309/bayi-7Sfo_large.jpg</image><title>Bayi dibunuh (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
BEKASI - Seorang balita laki-laki berinisial A (2) ditemukan tewas dengan luka sayatan benda tajam di sebuah kontrakan di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu 27 Mei 2026 malam. Polisi menduga A merupakan korban tindak pidana pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama, anak yang berumur kurang lebih 2 tahun 7 bulan itu meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan, karena ada beberapa luka sobek di pipinya, seperti diiris pisau,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Kamis (28/5/2026).&#13;
&#13;
Tak hanya korban, di dalam kontrakan tersebut juga ditemukan paman A berinisial G (18) yang tergeletak bersimbah darah. Namun, G masih bernyawa dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan yang satunya lagi korban atas nama G tergeletak dengan luka sobek di pipi dan mulut. Ada juga semacam luka tusukan di dada serta beberapa goresan di tubuh korban,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Andi menjelaskan, kontrakan tersebut selama ini dihuni tiga orang, yakni seorang wanita paruh baya, A, dan G. Wanita tersebut diketahui merupakan nenek A, sementara G adalah anak kandungnya.&#13;
&#13;
Peristiwa itu diketahui saat nenek korban pulang ke kontrakan setelah bekerja serabutan sekitar pukul 22.00 WIB. Sang nenek terkejut ketika membuka pintu dan melihat A serta G sudah bersimbah darah di dalam rumah kontrakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, bermula ketika nenek korban pulang sekitar hampir pukul 22.00 WIB, membuka kontrakan, lalu melihat kedua korban sudah tergeletak bersimbah darah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi panik dan syok, sang nenek kemudian mengambil pisau yang sedang digenggam G. Pisau tersebut sempat dicuci oleh nenek korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nenek korban sempat kaget dan syok. Dengan refleks, dia mengambil pisau yang ada di tangan salah satu korban, yakni G, lalu sempat mencuci pisau tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Polisi sempat mencurigai nenek korban sebagai pelaku karena tindakannya mencuci pisau. Namun setelah dilakukan pendalaman, polisi memastikan sang nenek bukan pelaku pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya kami curiga karena pisaunya langsung dicuci. Namun ternyata itu hanya respons spontan dari sang nenek saat melihat pisau ada di tangan anaknya sendiri, yakni G,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami interogasi dan lakukan pendalaman, untuk sementara dalam penyelidikan ini pelakunya bukan nenek korban,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Polisi kini mengarah kepada G sebagai terduga pelaku meninggalnya A. Sebab, G diketahui mengalami gangguan jiwa dan rutin mengonsumsi obat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami cek memang ada konsumsi obat rutin dari korban G. Namun, sudah dua hari terakhir dia tidak mengonsumsi obat tersebut,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
BEKASI - Seorang balita laki-laki berinisial A (2) ditemukan tewas dengan luka sayatan benda tajam di sebuah kontrakan di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu 27 Mei 2026 malam. Polisi menduga A merupakan korban tindak pidana pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertama, anak yang berumur kurang lebih 2 tahun 7 bulan itu meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan, karena ada beberapa luka sobek di pipinya, seperti diiris pisau,&amp;quot; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Kamis (28/5/2026).&#13;
&#13;
Tak hanya korban, di dalam kontrakan tersebut juga ditemukan paman A berinisial G (18) yang tergeletak bersimbah darah. Namun, G masih bernyawa dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan yang satunya lagi korban atas nama G tergeletak dengan luka sobek di pipi dan mulut. Ada juga semacam luka tusukan di dada serta beberapa goresan di tubuh korban,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Andi menjelaskan, kontrakan tersebut selama ini dihuni tiga orang, yakni seorang wanita paruh baya, A, dan G. Wanita tersebut diketahui merupakan nenek A, sementara G adalah anak kandungnya.&#13;
&#13;
Peristiwa itu diketahui saat nenek korban pulang ke kontrakan setelah bekerja serabutan sekitar pukul 22.00 WIB. Sang nenek terkejut ketika membuka pintu dan melihat A serta G sudah bersimbah darah di dalam rumah kontrakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, bermula ketika nenek korban pulang sekitar hampir pukul 22.00 WIB, membuka kontrakan, lalu melihat kedua korban sudah tergeletak bersimbah darah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi panik dan syok, sang nenek kemudian mengambil pisau yang sedang digenggam G. Pisau tersebut sempat dicuci oleh nenek korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nenek korban sempat kaget dan syok. Dengan refleks, dia mengambil pisau yang ada di tangan salah satu korban, yakni G, lalu sempat mencuci pisau tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Polisi sempat mencurigai nenek korban sebagai pelaku karena tindakannya mencuci pisau. Namun setelah dilakukan pendalaman, polisi memastikan sang nenek bukan pelaku pembunuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya kami curiga karena pisaunya langsung dicuci. Namun ternyata itu hanya respons spontan dari sang nenek saat melihat pisau ada di tangan anaknya sendiri, yakni G,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami interogasi dan lakukan pendalaman, untuk sementara dalam penyelidikan ini pelakunya bukan nenek korban,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Polisi kini mengarah kepada G sebagai terduga pelaku meninggalnya A. Sebab, G diketahui mengalami gangguan jiwa dan rutin mengonsumsi obat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami cek memang ada konsumsi obat rutin dari korban G. Namun, sudah dua hari terakhir dia tidak mengonsumsi obat tersebut,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
