<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Majelis Etik Ungkap Bobroknya Kepemimpinan Ombudsman Periode 2021&amp;ndash;2026</title><description>Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie, menyatakan pimpinan ORI periode 2021??&quot;2026 merupakan periode yang paling bermasalah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221479/majelis-etik-ungkap-bobroknya-kepemimpinan-ombudsman-periode-2021-ndash-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221479/majelis-etik-ungkap-bobroknya-kepemimpinan-ombudsman-periode-2021-ndash-2026"/><item><title>Majelis Etik Ungkap Bobroknya Kepemimpinan Ombudsman Periode 2021&amp;ndash;2026</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221479/majelis-etik-ungkap-bobroknya-kepemimpinan-ombudsman-periode-2021-ndash-2026</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221479/majelis-etik-ungkap-bobroknya-kepemimpinan-ombudsman-periode-2021-ndash-2026</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2026 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/29/337/3221479/jimly_asshiddiqie-M4lB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/29/337/3221479/jimly_asshiddiqie-M4lB_large.jpg</image><title>Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie, menyatakan pimpinan ORI periode 2021&amp;ndash;2026 merupakan periode yang paling bermasalah.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap mantan pegawai maupun pegawai aktif lintas kepemimpinan di ORI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka dinilai bahwa periode yang paling bermasalah adalah periode yang kemarin,&amp;quot; kata Jimly saat konferensi pers di kantor ORI, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Jimly mengatakan, Majelis Etik kemudian mendalami informasi tersebut. Dari hasil pendalaman, ditemukan bahwa jajaran pimpinan pada periode itu tidak solid.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Jimly mengungkapkan adanya anggota ORI yang dinilai terlalu dominan dibanding pimpinan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami cek, memang tidak kompak. Ada ketua, ada wakil ketua, tetapi ada anggota yang sangat dominan dan banyak menentukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, anggota tersebut bahkan kerap bekerja secara pribadi dengan mengatasnamakan ORI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang bekerjanya pribadi atas nama ORI. Jadi sistem disiplin profesionalnya, yang tidak lain adalah kode etik, itu tidak berjalan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie, menyatakan pimpinan ORI periode 2021&amp;ndash;2026 merupakan periode yang paling bermasalah.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap mantan pegawai maupun pegawai aktif lintas kepemimpinan di ORI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka dinilai bahwa periode yang paling bermasalah adalah periode yang kemarin,&amp;quot; kata Jimly saat konferensi pers di kantor ORI, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Jimly mengatakan, Majelis Etik kemudian mendalami informasi tersebut. Dari hasil pendalaman, ditemukan bahwa jajaran pimpinan pada periode itu tidak solid.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Jimly mengungkapkan adanya anggota ORI yang dinilai terlalu dominan dibanding pimpinan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah kami cek, memang tidak kompak. Ada ketua, ada wakil ketua, tetapi ada anggota yang sangat dominan dan banyak menentukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut dia, anggota tersebut bahkan kerap bekerja secara pribadi dengan mengatasnamakan ORI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang bekerjanya pribadi atas nama ORI. Jadi sistem disiplin profesionalnya, yang tidak lain adalah kode etik, itu tidak berjalan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
