<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rahayu Saraswati: Indonesia Butuh Kontribusi Pemikiran Terbaik dari Generasi Muda!</title><description>Dia menegaskan, bahwa ekonomi, dalam perspektif Prof. Soemitro, bukan sekadar berbicara mengenai angka dan pertumbuhan makro.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221498/rahayu-saraswati-indonesia-butuh-kontribusi-pemikiran-terbaik-dari-generasi-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221498/rahayu-saraswati-indonesia-butuh-kontribusi-pemikiran-terbaik-dari-generasi-muda"/><item><title>Rahayu Saraswati: Indonesia Butuh Kontribusi Pemikiran Terbaik dari Generasi Muda!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221498/rahayu-saraswati-indonesia-butuh-kontribusi-pemikiran-terbaik-dari-generasi-muda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/29/337/3221498/rahayu-saraswati-indonesia-butuh-kontribusi-pemikiran-terbaik-dari-generasi-muda</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2026 20:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/29/337/3221498/pemerintah-bsSW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Forum Refleksi 109 Tahun Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang diadakan The Kertanegara Institute</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/29/337/3221498/pemerintah-bsSW_large.jpg</image><title> Forum Refleksi 109 Tahun Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang diadakan The Kertanegara Institute</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menekankan bahwa legasi terbesar Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, tidak hanya terletak pada gagasan ekonomi sebagai konstruksi konseptual.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi juga pada etos berpikir yang menempatkan pembangunan sebagai kerja kebangsaan yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya saat Forum Refleksi 109 Tahun Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang diadakan The Kertanegara Institute, dikutip, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa ekonomi, dalam perspektif Prof. Soemitro, bukan sekadar berbicara mengenai angka dan pertumbuhan makro, melainkan tentang bagaimana arah pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi yang membutuhkan kontribusi pemikiran terbaik dari generasi muda,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Sara-- &amp;nbsp;panggilan akrabnya -- mengatakan, &amp;nbsp;di tengah persaingan global yang semakin ketat dan dinamika geopolitik yang terus berkembang, pembangunan dan industrialisasi, menurutnya, harus tetap diarahkan agar memberi dampak konkret bagi masyarakat kecil.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan pentingnya melihat bagaimana inisiatif pembangunan dari tingkat lokal termasuk di level desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dapat memberi kontribusi terhadap penguatan kemandirian nasional secara lebih luas,&amp;rdquo; tutup Sara yang juga merupakan cucu dari Prof. Soemitro tersebut.&#13;
&#13;
Founder and Chairman The Kertanegara Institute, Raga Awandayu Prakasa menambahkan, bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama dalam melihat bagaimana gagasan-gagasan besar tersebut tetap relevan bagi generasi muda hari ini,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Raga juga menyoroti bahwa Prof. Soemitro menghadirkan teladan tentang pentingnya keberanian untuk berpikir jauh ke depan, melihat lebih dalam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan menyiapkan sesuatu yang manfaatnya mungkin baru dirasakan oleh generasi setelahnya,&amp;rdquo; ujar Raga.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, forum ini menjadi ruang refleksi intelektual untuk menelaah kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro serta relevansinya terhadap tantangan pembangunan Indonesia hari ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Forum ini diselenggarakan sebagai momentum refleksi atas pemikiran Prof. Soemitro sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa di tengah perubahan zaman yang terus berkembang,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menekankan bahwa legasi terbesar Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, tidak hanya terletak pada gagasan ekonomi sebagai konstruksi konseptual.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi juga pada etos berpikir yang menempatkan pembangunan sebagai kerja kebangsaan yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya saat Forum Refleksi 109 Tahun Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang diadakan The Kertanegara Institute, dikutip, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa ekonomi, dalam perspektif Prof. Soemitro, bukan sekadar berbicara mengenai angka dan pertumbuhan makro, melainkan tentang bagaimana arah pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi yang membutuhkan kontribusi pemikiran terbaik dari generasi muda,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Sara-- &amp;nbsp;panggilan akrabnya -- mengatakan, &amp;nbsp;di tengah persaingan global yang semakin ketat dan dinamika geopolitik yang terus berkembang, pembangunan dan industrialisasi, menurutnya, harus tetap diarahkan agar memberi dampak konkret bagi masyarakat kecil.&#13;
&#13;
Dia juga menekankan pentingnya melihat bagaimana inisiatif pembangunan dari tingkat lokal termasuk di level desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena dapat memberi kontribusi terhadap penguatan kemandirian nasional secara lebih luas,&amp;rdquo; tutup Sara yang juga merupakan cucu dari Prof. Soemitro tersebut.&#13;
&#13;
Founder and Chairman The Kertanegara Institute, Raga Awandayu Prakasa menambahkan, bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terutama dalam melihat bagaimana gagasan-gagasan besar tersebut tetap relevan bagi generasi muda hari ini,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Raga juga menyoroti bahwa Prof. Soemitro menghadirkan teladan tentang pentingnya keberanian untuk berpikir jauh ke depan, melihat lebih dalam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan menyiapkan sesuatu yang manfaatnya mungkin baru dirasakan oleh generasi setelahnya,&amp;rdquo; ujar Raga.&#13;
&#13;
Lebih lanjut dia mengatakan, forum ini menjadi ruang refleksi intelektual untuk menelaah kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro serta relevansinya terhadap tantangan pembangunan Indonesia hari ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Forum ini diselenggarakan sebagai momentum refleksi atas pemikiran Prof. Soemitro sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk menelaah kembali gagasan-gagasan besar bangsa di tengah perubahan zaman yang terus berkembang,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
