<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pilu Warga Tambora saat Rumah Terbakar: Selamatkan Orang Tua daripada Harta</title><description>Di tengah kobaran api yang cepat membesar saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026), Sujay (43) dan keluarganya berjibaku menyelamatkan orang tua yang sedang sakit dibanding menyelamatkan harta benda mereka.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/338/3221384/kisah-pilu-warga-tambora-saat-rumah-terbakar-selamatkan-orang-tua-daripada-harta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/29/338/3221384/kisah-pilu-warga-tambora-saat-rumah-terbakar-selamatkan-orang-tua-daripada-harta"/><item><title>Kisah Pilu Warga Tambora saat Rumah Terbakar: Selamatkan Orang Tua daripada Harta</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/338/3221384/kisah-pilu-warga-tambora-saat-rumah-terbakar-selamatkan-orang-tua-daripada-harta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/29/338/3221384/kisah-pilu-warga-tambora-saat-rumah-terbakar-selamatkan-orang-tua-daripada-harta</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2026 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/29/338/3221384/sujay_dan_santia_saat_ditemui_ketika_mengungsi_di_musala_al_hikmah-2pZi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sujay dan Santia saat ditemui ketika mengungsi di Musala Al Hikmah (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/29/338/3221384/sujay_dan_santia_saat_ditemui_ketika_mengungsi_di_musala_al_hikmah-2pZi_large.jpg</image><title>Sujay dan Santia saat ditemui ketika mengungsi di Musala Al Hikmah (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Di tengah kobaran api yang cepat membesar saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026), Sujay (43) dan keluarganya berjibaku menyelamatkan orang tua yang sedang sakit dibanding menyelamatkan harta benda mereka.&#13;
&#13;
Istri Sujay, Santia (44), mengatakan api muncul secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda asap maupun bau terbakar sebelumnya. Dalam hitungan menit, kobaran api langsung membesar dan melahap rumah mereka di RT 13.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gak kelihatan asapnya, gak kecium baunya, langsung tiba-tiba gede gitu. Tiba-tiba apinya besar. Kita gak sempat nyelamatin barang-barang. Baju yang dipakai doang. Sama motor udah hancur,&amp;quot; ujar Santia saat ditemui di Musala Al Hikmah, Jalan Krendang Barat I, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat kebakaran terjadi, keluarga mereka masih berada di dalam rumah, termasuk orang tua Santia yang sedang sakit di lantai tiga. Kondisi api yang terus membesar membuat keluarga fokus mengevakuasi anggota keluarga terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cuma motor doang yang hangus. Yang penting nyelamatin orang tua yang lagi sakit,&amp;quot; kata Santia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sujay mengatakan, mertuanya harus digotong keluar rumah oleh tiga orang agar bisa selamat dari kobaran api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Digotong. Bertiga sama saya,&amp;quot; ujar Sujay.&#13;
&#13;
Menurutnya, saat itu api sudah terlalu besar sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang lain di rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena api udah membesar, kita udah gak bisa apa-apa. Udah kabur aja ke depan. Nyelamatin diri, anak-anak, itu aja yang penting. Kalau harta benda mah gak masalah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia bersyukur seluruh anggota keluarga selamat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut, meski rumah mereka hangus terbakar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah enggak ada korban. Cuma rumah aja hangus semuanya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam rumah tersebut terdapat sekitar enam orang dari beberapa kepala keluarga yang tinggal bersama. Kebakaran juga membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan sementara berencana mengungsi di Musala Al Hikmah yang tak jauh dari lokasi kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau masalah nginep saya mah enggak masalah. Yang penting keluarga istri sama mertua saya bisa di tempat yang layak. Kemungkinan ya di musala ini,&amp;quot; kata Sujay.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap pemerintah dapat membantu warga terdampak agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya semoga ada perhatian dari pemerintah supaya bisa bangun rumah lagi yang lebih layak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 27 rumah tinggal terdampak dalam kebakaran tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Objek yang terdampak sebanyak 27 rumah tinggal,&amp;rdquo; ujar Syaiful dalam laporannya, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Rinciannya, lima rumah berada di RT 10/RW 05, empat rumah di RT 11/RW 05, 10 rumah di RT 12/RW 05, dan delapan rumah di RT 13/RW 04.&#13;
&#13;
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 115 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 jiwa terdampak. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu.&#13;
&#13;
Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 19.47 WIB. Sebanyak 21 unit pemadam kebakaran dan 105 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.&#13;
&#13;
Api berhasil dilokalisasi pada pukul 20.56 WIB dan proses pendinginan selesai pada pukul 23.32 WIB. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Di tengah kobaran api yang cepat membesar saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026), Sujay (43) dan keluarganya berjibaku menyelamatkan orang tua yang sedang sakit dibanding menyelamatkan harta benda mereka.&#13;
&#13;
Istri Sujay, Santia (44), mengatakan api muncul secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda asap maupun bau terbakar sebelumnya. Dalam hitungan menit, kobaran api langsung membesar dan melahap rumah mereka di RT 13.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gak kelihatan asapnya, gak kecium baunya, langsung tiba-tiba gede gitu. Tiba-tiba apinya besar. Kita gak sempat nyelamatin barang-barang. Baju yang dipakai doang. Sama motor udah hancur,&amp;quot; ujar Santia saat ditemui di Musala Al Hikmah, Jalan Krendang Barat I, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat kebakaran terjadi, keluarga mereka masih berada di dalam rumah, termasuk orang tua Santia yang sedang sakit di lantai tiga. Kondisi api yang terus membesar membuat keluarga fokus mengevakuasi anggota keluarga terlebih dahulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Cuma motor doang yang hangus. Yang penting nyelamatin orang tua yang lagi sakit,&amp;quot; kata Santia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sujay mengatakan, mertuanya harus digotong keluar rumah oleh tiga orang agar bisa selamat dari kobaran api.&#13;
&#13;
&amp;quot;Digotong. Bertiga sama saya,&amp;quot; ujar Sujay.&#13;
&#13;
Menurutnya, saat itu api sudah terlalu besar sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang lain di rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena api udah membesar, kita udah gak bisa apa-apa. Udah kabur aja ke depan. Nyelamatin diri, anak-anak, itu aja yang penting. Kalau harta benda mah gak masalah,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia bersyukur seluruh anggota keluarga selamat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut, meski rumah mereka hangus terbakar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Alhamdulillah enggak ada korban. Cuma rumah aja hangus semuanya,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Dalam rumah tersebut terdapat sekitar enam orang dari beberapa kepala keluarga yang tinggal bersama. Kebakaran juga membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan sementara berencana mengungsi di Musala Al Hikmah yang tak jauh dari lokasi kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau masalah nginep saya mah enggak masalah. Yang penting keluarga istri sama mertua saya bisa di tempat yang layak. Kemungkinan ya di musala ini,&amp;quot; kata Sujay.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap pemerintah dapat membantu warga terdampak agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya semoga ada perhatian dari pemerintah supaya bisa bangun rumah lagi yang lebih layak,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan sebanyak 27 rumah tinggal terdampak dalam kebakaran tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Objek yang terdampak sebanyak 27 rumah tinggal,&amp;rdquo; ujar Syaiful dalam laporannya, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Rinciannya, lima rumah berada di RT 10/RW 05, empat rumah di RT 11/RW 05, 10 rumah di RT 12/RW 05, dan delapan rumah di RT 13/RW 04.&#13;
&#13;
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 115 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 jiwa terdampak. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu.&#13;
&#13;
Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 19.47 WIB. Sebanyak 21 unit pemadam kebakaran dan 105 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.&#13;
&#13;
Api berhasil dilokalisasi pada pukul 20.56 WIB dan proses pendinginan selesai pada pukul 23.32 WIB. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
