<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motif Pembunuhan Sadis di Muara Enim Terungkap, Pelaku Emosi Ditagih iPhone</title><description>Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap APS (23), seorang ibu rumah tangga asal Desa Parjito, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Pelaku yang merupakan mantan kekasih korban, M Ari Pratama (33), nekat menghabisi nyawa korban diduga karena emosi usai terlibat cekcok soal permintaan iPhone.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/340/3221475/motif-pembunuhan-sadis-di-muara-enim-terungkap-pelaku-emosi-ditagih-iphone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/29/340/3221475/motif-pembunuhan-sadis-di-muara-enim-terungkap-pelaku-emosi-ditagih-iphone"/><item><title>Motif Pembunuhan Sadis di Muara Enim Terungkap, Pelaku Emosi Ditagih iPhone</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/29/340/3221475/motif-pembunuhan-sadis-di-muara-enim-terungkap-pelaku-emosi-ditagih-iphone</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/29/340/3221475/motif-pembunuhan-sadis-di-muara-enim-terungkap-pelaku-emosi-ditagih-iphone</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2026 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/29/340/3221475/mayat-3hvN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Pembunuhan (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/29/340/3221475/mayat-3hvN_large.jpg</image><title>Kasus Pembunuhan (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap APS (23), seorang ibu rumah tangga asal Desa Parjito, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Pelaku yang merupakan mantan kekasih korban, M Ari Pratama (33), nekat menghabisi nyawa korban diduga karena emosi usai terlibat cekcok soal permintaan iPhone.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Muhamad Andrian mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban dan pelaku menyewa kamar di sebuah penginapan pada Minggu 24 Mei 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban meminta dibelikan telepon seluler jenis iPhone. Namun tersangka menolak dengan alasan korban masih berstatus istri orang dan belum bercerai. Penolakan itu memicu pertengkaran hingga berujung pembunuhan,&amp;quot; ujar Andrian, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian menindih dan mencekik korban hingga tewas di atas kasur penginapan. Setelah memastikan korban meninggal, pelaku meninggalkan lokasi sambil membawa telepon seluler milik korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak berhenti di situ, tersangka kembali ke penginapan pada dini hari keesokan harinya untuk menghilangkan jejak. Jasad korban dibungkus menggunakan seprai, dimasukkan ke dalam ember besar, lalu dibawa menggunakan mobil menuju kawasan Jembatan Enim 3.&#13;
&#13;
Di lokasi tersebut, pelaku membakar jasad korban menggunakan bahan bakar sebelum akhirnya membuang sisa tubuh korban ke aliran Sungai Enim.&#13;
&#13;
Kasus pembunuhan itu terungkap setelah warga menemukan mayat perempuan mengapung di Sungai Enim 3 pada Rabu (27/5/2026). Polisi kemudian menangkap tersangka kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap APS (23), seorang ibu rumah tangga asal Desa Parjito, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Pelaku yang merupakan mantan kekasih korban, M Ari Pratama (33), nekat menghabisi nyawa korban diduga karena emosi usai terlibat cekcok soal permintaan iPhone.&#13;
&#13;
Kasat Reskrim Polres Muara Enim, AKP Muhamad Andrian mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban dan pelaku menyewa kamar di sebuah penginapan pada Minggu 24 Mei 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Korban meminta dibelikan telepon seluler jenis iPhone. Namun tersangka menolak dengan alasan korban masih berstatus istri orang dan belum bercerai. Penolakan itu memicu pertengkaran hingga berujung pembunuhan,&amp;quot; ujar Andrian, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian menindih dan mencekik korban hingga tewas di atas kasur penginapan. Setelah memastikan korban meninggal, pelaku meninggalkan lokasi sambil membawa telepon seluler milik korban.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tak berhenti di situ, tersangka kembali ke penginapan pada dini hari keesokan harinya untuk menghilangkan jejak. Jasad korban dibungkus menggunakan seprai, dimasukkan ke dalam ember besar, lalu dibawa menggunakan mobil menuju kawasan Jembatan Enim 3.&#13;
&#13;
Di lokasi tersebut, pelaku membakar jasad korban menggunakan bahan bakar sebelum akhirnya membuang sisa tubuh korban ke aliran Sungai Enim.&#13;
&#13;
Kasus pembunuhan itu terungkap setelah warga menemukan mayat perempuan mengapung di Sungai Enim 3 pada Rabu (27/5/2026). Polisi kemudian menangkap tersangka kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
