<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sadis! Remaja Bunuh Bayi karena Terganggu saat Main Game Online</title><description>Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut emosi pelaku memuncak ketika korban naik ke punggungnya saat dirinya tengah bermain game di dalam kamar kontrakan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/30/338/3221569/sadis-remaja-bunuh-bayi-karena-terganggu-saat-main-game-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/05/30/338/3221569/sadis-remaja-bunuh-bayi-karena-terganggu-saat-main-game-online"/><item><title>Sadis! Remaja Bunuh Bayi karena Terganggu saat Main Game Online</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/05/30/338/3221569/sadis-remaja-bunuh-bayi-karena-terganggu-saat-main-game-online</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/05/30/338/3221569/sadis-remaja-bunuh-bayi-karena-terganggu-saat-main-game-online</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2026 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/30/338/3221569/viral-xiH8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Remaja Bunuh Bayi karena Terganggu saat Main Game Online</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/30/338/3221569/viral-xiH8_large.jpg</image><title>Remaja Bunuh Bayi karena Terganggu saat Main Game Online</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyatakan bahwa bayi&amp;nbsp;yang dibunuh oleh pamannya G (18) karena hal sepele. Aksi sadis itu dilakukan lantaran pelaku merasa terganggu saat sedang bermain game online di rumah kontrakan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut emosi pelaku memuncak ketika korban naik ke punggungnya saat dirinya tengah bermain game&amp;nbsp;di dalam kamar kontrakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Ketika dia bermain game, korban balita naik ke punggungnya yang mengganggu sedang bermain game. Kemudian tersangka emosi,&amp;rdquo; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Sabtu (30/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tanpa pikir panjang, pelaku disebut langsung menuju dapur mengambil pisau sebelum menyerang korban secara brutal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Tak hanya mengaku kesal, pelaku juga mengungkap hal lain yang kini masih didalami penyidik. Kepada polisi, G mengaku mendengar bisikan-bisikan sebelum menghabisi nyawa keponakannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengakuannya ada bisikan-bisikan. Dia juga pengen cepat ketemu Tuhan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban diketahui sejak bayi diasuh oleh neneknya di kontrakan tersebut. Sehari-hari, balita itu tinggal bersama nenek dan pelaku. Sang nenek biasanya keluar berjualan pada sore hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.&#13;
&#13;
Polisi menyebut, ketika korban menangis atau rewel, pelaku biasanya akan meminta bantuan keluarganya yang tinggal di lantai atas kontrakan. Namun, pada hari kejadian, hal itu tidak dilakukan sama sekali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada saat hari kejadian itu, tersangka tidak ada komunikasi dan naik ke atas sama sekali,&amp;rdquo; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu fakta paling memilukan terungkap dari keterangan saksi. Sebelum ditemukan tewas, korban ternyata sempat menangis cukup lama di dalam kontrakan. &amp;ldquo;Bayi ini menangis kurang lebih tiga jam,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Korban balita berinisial A ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakan dengan luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyatakan bahwa bayi&amp;nbsp;yang dibunuh oleh pamannya G (18) karena hal sepele. Aksi sadis itu dilakukan lantaran pelaku merasa terganggu saat sedang bermain game online di rumah kontrakan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut emosi pelaku memuncak ketika korban naik ke punggungnya saat dirinya tengah bermain game&amp;nbsp;di dalam kamar kontrakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Ketika dia bermain game, korban balita naik ke punggungnya yang mengganggu sedang bermain game. Kemudian tersangka emosi,&amp;rdquo; kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, Sabtu (30/5/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tanpa pikir panjang, pelaku disebut langsung menuju dapur mengambil pisau sebelum menyerang korban secara brutal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Tak hanya mengaku kesal, pelaku juga mengungkap hal lain yang kini masih didalami penyidik. Kepada polisi, G mengaku mendengar bisikan-bisikan sebelum menghabisi nyawa keponakannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengakuannya ada bisikan-bisikan. Dia juga pengen cepat ketemu Tuhan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban diketahui sejak bayi diasuh oleh neneknya di kontrakan tersebut. Sehari-hari, balita itu tinggal bersama nenek dan pelaku. Sang nenek biasanya keluar berjualan pada sore hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.&#13;
&#13;
Polisi menyebut, ketika korban menangis atau rewel, pelaku biasanya akan meminta bantuan keluarganya yang tinggal di lantai atas kontrakan. Namun, pada hari kejadian, hal itu tidak dilakukan sama sekali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada saat hari kejadian itu, tersangka tidak ada komunikasi dan naik ke atas sama sekali,&amp;rdquo; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu fakta paling memilukan terungkap dari keterangan saksi. Sebelum ditemukan tewas, korban ternyata sempat menangis cukup lama di dalam kontrakan. &amp;ldquo;Bayi ini menangis kurang lebih tiga jam,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Korban balita berinisial A ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakan dengan luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
