<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Lahir Pancasila, Momen Masyarakat di Papua Memaknai Bhinneka Tunggal Ika</title><description>Ia menegaskan keberagaman yang dimiliki Mimika harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah. &quot;Di kabupaten Mimika ini warga hidup heterogen baik latar belakang suku, agama dan budaya, sehingga Bupati Mimika sangat ingin menjadikan Mimika sebagai tempat bagi rumah kita semua bagi orang yang ada di Papua, baik orang asli Mimika, orang asli papua, orang asli Amume Kamoro juga masyarakat Mimika yang ada di Timika, yang kerja di Timika, yang juga ingin beradu nasib di Timika, kami juga ingin tempat yang ada di Timika hidup nyaman dan dapat bekerja dengan baik, sama-sama menjaga dan harus saling toleransi di dalamnya,&quot; ujarnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/01/340/3221951/hari-lahir-pancasila-momen-masyarakat-di-papua-memaknai-bhinneka-tunggal-ika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/01/340/3221951/hari-lahir-pancasila-momen-masyarakat-di-papua-memaknai-bhinneka-tunggal-ika"/><item><title>Hari Lahir Pancasila, Momen Masyarakat di Papua Memaknai Bhinneka Tunggal Ika</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/01/340/3221951/hari-lahir-pancasila-momen-masyarakat-di-papua-memaknai-bhinneka-tunggal-ika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/01/340/3221951/hari-lahir-pancasila-momen-masyarakat-di-papua-memaknai-bhinneka-tunggal-ika</guid><pubDate>Senin 01 Juni 2026 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/01/340/3221951/papua-5Qka_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peringatan Hari Lahir Pancasila di Papua (Foto: Ist/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/01/340/3221951/papua-5Qka_large.jpg</image><title>Peringatan Hari Lahir Pancasila di Papua (Foto: Ist/Okezone) </title></images><description>TIMIKA - Perayaan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika menghadirkan wujud nyata nilai-nilai Pancasila.&#13;
&#13;
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026) menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas agama, suku, dan budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika Lewat &amp;quot;Sunat Massal dan Wawasan Kebangsaan Bina Kerukunan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan sosial dan edukatif, FKUB Mimika berupaya menanamkan nilai persatuan sejak dini sekaligus memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Sebanyak 100 anak mengikuti kegiatan sunat massal yang berasal dari tiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Katolik. Mereka hadir bersama keluarga dalam suasana kebersamaan tanpa sekat perbedaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak hanya menyasar anak-anak, kegiatan tersebut juga memberikan materi wawasan kebangsaan kepada orangtua yang mendampingi. Materi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman, dimulai dari lingkungan keluarga.&#13;
&#13;
Menurut Ketua FKUB Mimika Jeffrey C. Hutagalung, kegiatan tersebut bukan sekadar bakti sosial, melainkan juga media pembelajaran tentang makna kehidupan berbangsa dan beragama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kegiatan bakti sosial hari ini bukan sebatas bakti sosial tetapi tentang makna hidup, tentang berbhineka tunggal ika dan menjaga harmoni di antara sesama, jadi Bapak Kepala Badan Kesbangpol menjelaskan harmoni antara bersyukur dan beragama. Terima kasih untuk semuanya,&amp;quot; ujar Jeffrey dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Ronny S. Marjen, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kerukunan masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, FKUB Kab. Mimika telah menginisiasi kegiatan sunatan masal dengan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang ketiga, sebelumnya yaitu penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan umat katolik di SP-6. Hari ini kita mengajak kepada seluruh orang tua untuk mendorong anak-anaknya untuk melakukan sunat masal sesuai dengan ketentuan agama agar mereka tumbuh kembang sesuai dengan norma agama yang berlaku,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan keberagaman yang dimiliki Mimika harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah. &amp;quot;Di kabupaten Mimika ini warga hidup heterogen baik latar belakang suku, agama dan budaya, sehingga Bupati Mimika sangat ingin menjadikan Mimika sebagai tempat bagi rumah kita semua bagi orang yang ada di Papua, baik orang asli Mimika, orang asli papua, orang asli Amume Kamoro juga masyarakat Mimika yang ada di Timika, yang kerja di Timika, yang juga ingin beradu nasib di Timika, kami juga ingin tempat yang ada di Timika hidup nyaman dan dapat bekerja dengan baik, sama-sama menjaga dan harus saling toleransi di dalamnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui kegiatan ini, FKUB dan Kesbangpol Mimika ingin menegaskan menjaga persatuan bangsa tidak selalu dilakukan melalui forum resmi atau kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Program sunat gratis dengan metode laser yang aman dan nyaman menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda sekaligus sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kerukunan membutuhkan ruang perjumpaan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta keteladanan dari para pemimpin daerah dan tokoh agama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan semangat itu, Mimika terus berupaya membangun kehidupan yang damai, maju, dan sejahtera di tengah keberagaman yang dimiliki. Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi bukti bahwa Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga hidup dan tumbuh dalam keseharian masyarakat di Tanah Papua.&#13;
</description><content:encoded>TIMIKA - Perayaan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika menghadirkan wujud nyata nilai-nilai Pancasila.&#13;
&#13;
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026) menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas agama, suku, dan budaya dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika Lewat &amp;quot;Sunat Massal dan Wawasan Kebangsaan Bina Kerukunan&amp;quot;.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan sosial dan edukatif, FKUB Mimika berupaya menanamkan nilai persatuan sejak dini sekaligus memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Sebanyak 100 anak mengikuti kegiatan sunat massal yang berasal dari tiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Katolik. Mereka hadir bersama keluarga dalam suasana kebersamaan tanpa sekat perbedaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak hanya menyasar anak-anak, kegiatan tersebut juga memberikan materi wawasan kebangsaan kepada orangtua yang mendampingi. Materi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman, dimulai dari lingkungan keluarga.&#13;
&#13;
Menurut Ketua FKUB Mimika Jeffrey C. Hutagalung, kegiatan tersebut bukan sekadar bakti sosial, melainkan juga media pembelajaran tentang makna kehidupan berbangsa dan beragama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kegiatan bakti sosial hari ini bukan sebatas bakti sosial tetapi tentang makna hidup, tentang berbhineka tunggal ika dan menjaga harmoni di antara sesama, jadi Bapak Kepala Badan Kesbangpol menjelaskan harmoni antara bersyukur dan beragama. Terima kasih untuk semuanya,&amp;quot; ujar Jeffrey dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Ronny S. Marjen, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kerukunan masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, FKUB Kab. Mimika telah menginisiasi kegiatan sunatan masal dengan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang ketiga, sebelumnya yaitu penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan umat katolik di SP-6. Hari ini kita mengajak kepada seluruh orang tua untuk mendorong anak-anaknya untuk melakukan sunat masal sesuai dengan ketentuan agama agar mereka tumbuh kembang sesuai dengan norma agama yang berlaku,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan keberagaman yang dimiliki Mimika harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah. &amp;quot;Di kabupaten Mimika ini warga hidup heterogen baik latar belakang suku, agama dan budaya, sehingga Bupati Mimika sangat ingin menjadikan Mimika sebagai tempat bagi rumah kita semua bagi orang yang ada di Papua, baik orang asli Mimika, orang asli papua, orang asli Amume Kamoro juga masyarakat Mimika yang ada di Timika, yang kerja di Timika, yang juga ingin beradu nasib di Timika, kami juga ingin tempat yang ada di Timika hidup nyaman dan dapat bekerja dengan baik, sama-sama menjaga dan harus saling toleransi di dalamnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui kegiatan ini, FKUB dan Kesbangpol Mimika ingin menegaskan menjaga persatuan bangsa tidak selalu dilakukan melalui forum resmi atau kegiatan seremonial. Nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Program sunat gratis dengan metode laser yang aman dan nyaman menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda sekaligus sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kerukunan membutuhkan ruang perjumpaan, manfaat yang dirasakan masyarakat, serta keteladanan dari para pemimpin daerah dan tokoh agama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan semangat itu, Mimika terus berupaya membangun kehidupan yang damai, maju, dan sejahtera di tengah keberagaman yang dimiliki. Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi bukti bahwa Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga hidup dan tumbuh dalam keseharian masyarakat di Tanah Papua.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
