<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Luncurkan 1.300 Meter Abu Vulkanik</title><description>Pengunjung dan wisatawan diimbau agar tidak beraktivitas di sekitar gunung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/02/340/3221973/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-luncurkan-1-300-meter-abu-vulkanik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/02/340/3221973/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-luncurkan-1-300-meter-abu-vulkanik"/><item><title>Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Luncurkan 1.300 Meter Abu Vulkanik</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/02/340/3221973/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-luncurkan-1-300-meter-abu-vulkanik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/02/340/3221973/gunung-dukono-erupsi-pagi-ini-luncurkan-1-300-meter-abu-vulkanik</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2026 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/02/340/3221973/gunung_dukono_kembali_erupsi_pada_2_juni_2026-YoTP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono kembali erupsi pada 2 Juni 2026.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/02/340/3221973/gunung_dukono_kembali_erupsi_pada_2_juni_2026-YoTP_large.jpg</image><title>Gunung Dukono kembali erupsi pada 2 Juni 2026.</title></images><description>JAKARTA - Gunung Dukono, Maluku Utara, mengalami erupsi pada tanggal 2 Juni 2026 pukul 07.55 WIT. PVMBG mencatat tinggi kolom abu vulkanik teramati $\pm$ 1.300 m di atas puncak ($\pm$ 2.387 m di atas permukaan laut).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 43,67 detik,&amp;quot; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
Saat ini Gunung Dukono berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik masih bisa terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Dukono, Maluku Utara, mengalami erupsi pada tanggal 2 Juni 2026 pukul 07.55 WIT. PVMBG mencatat tinggi kolom abu vulkanik teramati $\pm$ 1.300 m di atas puncak ($\pm$ 2.387 m di atas permukaan laut).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 43,67 detik,&amp;quot; tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.&#13;
&#13;
Saat ini Gunung Dukono berada pada status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik masih bisa terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
