<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dadan Dicopot dari Kepala BGN, DPR: Benahi Tata Kelola MBG untuk Target Zero Accident!</title><description>Dikatakan Yahya, tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/337/3222271/dadan-dicopot-dari-kepala-bgn-dpr-benahi-tata-kelola-mbg-untuk-target-zero-accident</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/03/337/3222271/dadan-dicopot-dari-kepala-bgn-dpr-benahi-tata-kelola-mbg-untuk-target-zero-accident"/><item><title>Dadan Dicopot dari Kepala BGN, DPR: Benahi Tata Kelola MBG untuk Target Zero Accident!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/337/3222271/dadan-dicopot-dari-kepala-bgn-dpr-benahi-tata-kelola-mbg-untuk-target-zero-accident</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/03/337/3222271/dadan-dicopot-dari-kepala-bgn-dpr-benahi-tata-kelola-mbg-untuk-target-zero-accident</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2026 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/03/337/3222271/dpr_ri-2DZX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/03/337/3222271/dpr_ri-2DZX_large.jpg</image><title>Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pasalnya, pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai momentum untuk membenahi kinerja BGN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN,&amp;quot;&amp;quot; ujar Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini,&amp;quot;lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan Yahya, tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, terdapat tiga tantangan utama yang mendesak untuk segera dibenahi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional merupakan substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar, akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran, &amp;quot;lanjut Yahya.&#13;
&#13;
Yahya menambahkan, faktor kedua yang perlu dibenahi adalah&amp;nbsp; penegakan disiplin dan standardisasi ketat. Menurutnya BGN yang harus memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan. Pengawasan berkala tidak boleh kendor.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Faktor krusial yang tak kalah penting, kata dia adalah penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. Menurutnya, faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral.&#13;
&#13;
Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pasalnya, pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai momentum untuk membenahi kinerja BGN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN,&amp;quot;&amp;quot; ujar Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini,&amp;quot;lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dikatakan Yahya, tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, terdapat tiga tantangan utama yang mendesak untuk segera dibenahi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional merupakan substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar, akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran, &amp;quot;lanjut Yahya.&#13;
&#13;
Yahya menambahkan, faktor kedua yang perlu dibenahi adalah&amp;nbsp; penegakan disiplin dan standardisasi ketat. Menurutnya BGN yang harus memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan. Pengawasan berkala tidak boleh kendor.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Faktor krusial yang tak kalah penting, kata dia adalah penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. Menurutnya, faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral.&#13;
&#13;
Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
