<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rano Karno Khawatir Kondisi Saluran Air di Bawah Rel Kereta Lenteng Agung</title><description>Menurutnya, besi Armco saluran air di Jalan Raya Lenteng Agung yang mengalami ambles itu terjadi karena keropos atau rusak mengingat sudah tua usianya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/338/3222134/rano-karno-khawatir-kondisi-saluran-air-di-bawah-rel-kereta-lenteng-agung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/03/338/3222134/rano-karno-khawatir-kondisi-saluran-air-di-bawah-rel-kereta-lenteng-agung"/><item><title>Rano Karno Khawatir Kondisi Saluran Air di Bawah Rel Kereta Lenteng Agung</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/338/3222134/rano-karno-khawatir-kondisi-saluran-air-di-bawah-rel-kereta-lenteng-agung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/03/338/3222134/rano-karno-khawatir-kondisi-saluran-air-di-bawah-rel-kereta-lenteng-agung</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2026 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/02/338/3222134/pemerintah-SbGQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub DKI Jakarta, Rano Karno/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/02/338/3222134/pemerintah-SbGQ_large.jpg</image><title>Wagub DKI Jakarta, Rano Karno/Okezone</title></images><description>JAKARTA -Wagub DKI Jakarta, Rano Karno khawatir dengan kondisi saluran air yang ada di sekitar lokasi Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang ambles tersebut. Sebabnya, saluran itu juga melintasi bagian bawa rel kereta hingga ke Waduk UI, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Problemnya ini, salurannya ada di bawah rel kereta api. Pertanyaannya, kalau misal terjadi sesuatu di bawah rel kereta api gimana caranya? Itu tadi saya tanya. Saya gak mau nutup-nutupin dan bukan berarti kita harus takut, tapi artinya kita mengantisipasi,&amp;quot; ujarnya pada wartawan, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, besi Armco saluran air di Jalan Raya Lenteng Agung yang mengalami ambles itu terjadi karena keropos atau rusak mengingat sudah tua usianya. Tidak hanya di kawasan Lenteng Agung, dia yakin kondisi tersebut terjadi di sejumlah titik lainnya di Jakarta yang saat ini tengah diinventarisir oleh Dinas SDA Jakarta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun. Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos kalau besi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan kalau dari PDAM saya pernah dikasih tahu, 100 tahun pipa air kita tidak berganti. Makanya tadi saya baru tanya sudah mulai belum diinventarisir titik-titik mana (berpotensi) terjadi. Karena kalau terjadi lagi kita tahu segera, misalnya gini mungkin anda gak percaya kalau saya cerita ternyata ini sumbernya adalah air dari Waduk UI,&amp;quot; jelas Rano lagi.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, saluran air tersebut berasal dari Waduk UI yang menghubungkan air dengan Sungai Ciliwung, yang mana saluran air itu menembus di Jalan Raya Lenteng Agung hingga ke rel kereta yang lokasinya beriringan dengan jalan ambles itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rano meminta Dinas SDA Jakarta untuk melakukan pemetaan di lokasi agar bisa diantisipasi manakala terjadi hal tidak diinginkan di kemudian hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kalau terjadi itu bagaimana caranya, sementara ini pakai yang K-400 kan (istilah mutu kuat beton). Artinya, kalau gini gak mungkin kita bisa ngegali kan berarti harus bor karena kita langsung tembus ke waduk itu,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;#39;Tadi baru diskusi tolong disiapkan dulu, kita harus bicara pahit kalau terjadi apa yang harus kita lakukan,&amp;quot; tutup Rano Karno.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -Wagub DKI Jakarta, Rano Karno khawatir dengan kondisi saluran air yang ada di sekitar lokasi Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang ambles tersebut. Sebabnya, saluran itu juga melintasi bagian bawa rel kereta hingga ke Waduk UI, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Problemnya ini, salurannya ada di bawah rel kereta api. Pertanyaannya, kalau misal terjadi sesuatu di bawah rel kereta api gimana caranya? Itu tadi saya tanya. Saya gak mau nutup-nutupin dan bukan berarti kita harus takut, tapi artinya kita mengantisipasi,&amp;quot; ujarnya pada wartawan, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, besi Armco saluran air di Jalan Raya Lenteng Agung yang mengalami ambles itu terjadi karena keropos atau rusak mengingat sudah tua usianya. Tidak hanya di kawasan Lenteng Agung, dia yakin kondisi tersebut terjadi di sejumlah titik lainnya di Jakarta yang saat ini tengah diinventarisir oleh Dinas SDA Jakarta.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jenis apa ya, besi tapi memang sudah cukup lama, mungkin lebih dari 30 tahun. Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos kalau besi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan kalau dari PDAM saya pernah dikasih tahu, 100 tahun pipa air kita tidak berganti. Makanya tadi saya baru tanya sudah mulai belum diinventarisir titik-titik mana (berpotensi) terjadi. Karena kalau terjadi lagi kita tahu segera, misalnya gini mungkin anda gak percaya kalau saya cerita ternyata ini sumbernya adalah air dari Waduk UI,&amp;quot; jelas Rano lagi.&#13;
&#13;
Dia menerangkan, saluran air tersebut berasal dari Waduk UI yang menghubungkan air dengan Sungai Ciliwung, yang mana saluran air itu menembus di Jalan Raya Lenteng Agung hingga ke rel kereta yang lokasinya beriringan dengan jalan ambles itu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rano meminta Dinas SDA Jakarta untuk melakukan pemetaan di lokasi agar bisa diantisipasi manakala terjadi hal tidak diinginkan di kemudian hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kalau terjadi itu bagaimana caranya, sementara ini pakai yang K-400 kan (istilah mutu kuat beton). Artinya, kalau gini gak mungkin kita bisa ngegali kan berarti harus bor karena kita langsung tembus ke waduk itu,&amp;quot;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;#39;Tadi baru diskusi tolong disiapkan dulu, kita harus bicara pahit kalau terjadi apa yang harus kita lakukan,&amp;quot; tutup Rano Karno.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
