<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Warga Tertembak Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD: Kita Investigasi!</title><description>Donny menyebut langkah ini dilakukan di tengah kabar di mana korban terkena peluru nyasar ini bertepatan dengan kegiatan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/340/3222419/2-warga-tertembak-peluru-nyasar-di-kampus-unp-tni-ad-kita-investigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/03/340/3222419/2-warga-tertembak-peluru-nyasar-di-kampus-unp-tni-ad-kita-investigasi"/><item><title>2 Warga Tertembak Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD: Kita Investigasi!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/03/340/3222419/2-warga-tertembak-peluru-nyasar-di-kampus-unp-tni-ad-kita-investigasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/03/340/3222419/2-warga-tertembak-peluru-nyasar-di-kampus-unp-tni-ad-kita-investigasi</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2026 23:00 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/03/340/3222419/tni-YlfB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/03/340/3222419/tni-YlfB_large.jpg</image><title>Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono</title></images><description>JAKARTA -TNI AD &amp;nbsp;melakukan investigasi terkait sumber proyektil buntut dua warga sipil terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjamin bahwa proses penyelidikan ini akan dilakukan secara profesional objektif, transparan dan melibatkan Kepolisian Daerah Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Hal ini dilakukan agar proses pembuktian berjalan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban, kami perlu menegaskan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung,&amp;quot; kata Donny saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Donny melanjutkan TNI AD mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis dan hasil pemeriksaan lapangan diperoleh secara lengkap.&#13;
&#13;
Namun, tambah dia, TNI AD akan menjamin penegakan hukum jika ditemukan kelaiaian atas penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian dari personel TNI AD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD, maka institusi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Meski investigasi masih berlangsung, Donny memastikan Kodam 20/Tuanku Imam Bonjol segera mengambil langkah cepat dengan memberikan perhatian terhadap penanganan korban. Ia menjelaskan langkah ini dilakukan agar kedua korban mendapatkan pelayanan medis optimal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan laporan yang kami terima, tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pasca penanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis,&amp;quot; tambah Donny.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, TNI AD juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek prosedur keamanan latihan, kondisi sarana lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko juga tengah dilaksanakan.&#13;
&#13;
Donny menyebut langkah ini dilakukan di tengah kabar di mana korban terkena peluru nyasar ini bertepatan dengan kegiatan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan,&amp;quot; tutup Donny.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -TNI AD &amp;nbsp;melakukan investigasi terkait sumber proyektil buntut dua warga sipil terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menjamin bahwa proses penyelidikan ini akan dilakukan secara profesional objektif, transparan dan melibatkan Kepolisian Daerah Sumatera Barat.&#13;
&#13;
Hal ini dilakukan agar proses pembuktian berjalan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban, kami perlu menegaskan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung,&amp;quot; kata Donny saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Donny melanjutkan TNI AD mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis dan hasil pemeriksaan lapangan diperoleh secara lengkap.&#13;
&#13;
Namun, tambah dia, TNI AD akan menjamin penegakan hukum jika ditemukan kelaiaian atas penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian dari personel TNI AD.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD, maka institusi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku,&amp;quot; imbuh dia.&#13;
&#13;
Meski investigasi masih berlangsung, Donny memastikan Kodam 20/Tuanku Imam Bonjol segera mengambil langkah cepat dengan memberikan perhatian terhadap penanganan korban. Ia menjelaskan langkah ini dilakukan agar kedua korban mendapatkan pelayanan medis optimal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan laporan yang kami terima, tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pasca penanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis,&amp;quot; tambah Donny.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, TNI AD juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek prosedur keamanan latihan, kondisi sarana lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko juga tengah dilaksanakan.&#13;
&#13;
Donny menyebut langkah ini dilakukan di tengah kabar di mana korban terkena peluru nyasar ini bertepatan dengan kegiatan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan,&amp;quot; tutup Donny.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
