<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab</title><description>Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait, dan menewaskan satu orang serta melukai puluhan lainnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/04/18/3222439/iran-bantah-serang-bandara-kuwait-tuding-sistem-patriot-as-jadi-penyebab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/04/18/3222439/iran-bantah-serang-bandara-kuwait-tuding-sistem-patriot-as-jadi-penyebab"/><item><title>Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/04/18/3222439/iran-bantah-serang-bandara-kuwait-tuding-sistem-patriot-as-jadi-penyebab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/04/18/3222439/iran-bantah-serang-bandara-kuwait-tuding-sistem-patriot-as-jadi-penyebab</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2026 08:22 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/18/3222439/kuwait-b32l_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pejabat Kuwait memeriksa kerusakan di dalam terminal di Bandara Internasional Kuwait setelah serangan (kredit foto: Kantor Berita Kuwait/Handout via Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/04/18/3222439/kuwait-b32l_large.jpg</image><title>Pejabat Kuwait memeriksa kerusakan di dalam terminal di Bandara Internasional Kuwait setelah serangan (kredit foto: Kantor Berita Kuwait/Handout via Reuters)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait, dan menewaskan satu orang serta melukai puluhan lainnya.&#13;
&#13;
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan hasil investigasi internal menunjukkan Angkatan Udara Garda Revolusi tidak pernah menargetkan terminal penumpang bandara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Investigasi dan peninjauan kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan, bahwa Angkatan Udara IRGC tidak menembakkan satu pun tembakan ke sasaran ini,&amp;quot; kata Mohebi, seperti dikutip dari saluran Telegram resmi IRGC, dilansir dari lemonde.fr, Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, kerusakan pada terminal penumpang diduga disebabkan oleh rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang gagal melakukan intersepsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerusakan terminal penumpang Bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan sistem Patriot Amerika yang jatuh ke area terminal setelah gagal mencegat rudal Iran,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengakui melancarkan serangan ke Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait. Pangkalan tersebut diketahui digunakan untuk menempatkan helikopter yang mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sebanyak 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam serangan yang mereka sebut sebagai &amp;ldquo;agresi Iran&amp;rdquo;. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang cukup besar pada sejumlah bangunan.&#13;
&#13;
Insiden itu sempat menghentikan operasional Bandara Internasional Kuwait. Namun, otoritas setempat memastikan aktivitas penerbangan kembali normal pada hari yang sama dan seluruh penerbangan Kuwait Airways kembali beroperasi.&#13;
&#13;
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi satu warga negaranya meninggal dunia akibat serangan tersebut. Pemerintah India juga mengecam serangan terhadap fasilitas sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami kembali menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan serangan semacam itu terhadap sasaran sipil,&amp;rdquo; demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.&#13;
&#13;
Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan sedikitnya 63 orang menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita dalam insiden tersebut. Korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka di kepala, pendarahan otak, amputasi, hingga luka akibat ledakan.&#13;
&#13;
Bandara Internasional Kuwait diketahui beberapa kali menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung dan baru kembali beroperasi penuh pada 1 Juni lalu.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait, dan menewaskan satu orang serta melukai puluhan lainnya.&#13;
&#13;
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan hasil investigasi internal menunjukkan Angkatan Udara Garda Revolusi tidak pernah menargetkan terminal penumpang bandara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Investigasi dan peninjauan kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan, bahwa Angkatan Udara IRGC tidak menembakkan satu pun tembakan ke sasaran ini,&amp;quot; kata Mohebi, seperti dikutip dari saluran Telegram resmi IRGC, dilansir dari lemonde.fr, Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, kerusakan pada terminal penumpang diduga disebabkan oleh rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang gagal melakukan intersepsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kerusakan terminal penumpang Bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan sistem Patriot Amerika yang jatuh ke area terminal setelah gagal mencegat rudal Iran,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengakui melancarkan serangan ke Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait. Pangkalan tersebut diketahui digunakan untuk menempatkan helikopter yang mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sebanyak 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam serangan yang mereka sebut sebagai &amp;ldquo;agresi Iran&amp;rdquo;. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang cukup besar pada sejumlah bangunan.&#13;
&#13;
Insiden itu sempat menghentikan operasional Bandara Internasional Kuwait. Namun, otoritas setempat memastikan aktivitas penerbangan kembali normal pada hari yang sama dan seluruh penerbangan Kuwait Airways kembali beroperasi.&#13;
&#13;
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi satu warga negaranya meninggal dunia akibat serangan tersebut. Pemerintah India juga mengecam serangan terhadap fasilitas sipil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami kembali menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan serangan semacam itu terhadap sasaran sipil,&amp;rdquo; demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.&#13;
&#13;
Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan sedikitnya 63 orang menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita dalam insiden tersebut. Korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka di kepala, pendarahan otak, amputasi, hingga luka akibat ledakan.&#13;
&#13;
Bandara Internasional Kuwait diketahui beberapa kali menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung dan baru kembali beroperasi penuh pada 1 Juni lalu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
