<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Papua Sebut Tidak Ada Pengungsi saat Pembangunan PSN</title><description>Informasi yang menyebut angka hingga 2,5 juta hektare tidak sesuai, karena total kawasan diperkirakan sekitar 1 juta hektar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/04/340/3222603/warga-papua-sebut-tidak-ada-pengungsi-saat-pembangunan-psn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/04/340/3222603/warga-papua-sebut-tidak-ada-pengungsi-saat-pembangunan-psn"/><item><title>Warga Papua Sebut Tidak Ada Pengungsi saat Pembangunan PSN</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/04/340/3222603/warga-papua-sebut-tidak-ada-pengungsi-saat-pembangunan-psn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/04/340/3222603/warga-papua-sebut-tidak-ada-pengungsi-saat-pembangunan-psn</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2026 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/340/3222603/papua-F6Ma_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Papua Sebut Tidak Ada Pengungsi saat Pembangunan PSN</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/04/340/3222603/papua-F6Ma_large.jpg</image><title>Warga Papua Sebut Tidak Ada Pengungsi saat Pembangunan PSN</title></images><description>PAPUA - &amp;nbsp;Warga Papua menegaskan tidak pernah terjadi pengungsian saat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bahkan masyarakat meminta PSN tetap dilanjutkan.&#13;
&#13;
Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Wanam Kleopas Mause menegaskan, masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan, meski belum sepenuhnya merata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,&amp;rdquo; ujarnya Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Kleopas yang sehari-hari bekerja sebagai guru juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur dasar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Warga Wanam lainnya, Inosensio Sigipse, berharap pembangunan di Papua dapat mempermudah akses dan meningkatkan perekonomian warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang,&amp;quot; ujar Inosensio.&#13;
&#13;
Papa Ino -- panggilan akrabnya -- menggambarkan kondisi ekonomi warga yang masih sulit, dengan hasil pertanian yang tidak selalu terserap pasar.&#13;
&#13;
Menurutnya, kehadiran proyek diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat. &amp;quot;Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Laurentius Gali Blagaise alias Papa Lau, tokoh dusun setempat, menilai pembangunan memberikan dampak positif, meski di awal sempat menimbulkan kekhawatiran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,&amp;rdquo; ungkap Papa Lau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengakui masih ada warga yang belum terserap tenaga kerja, namun peluang ke depan dinilai tetap terbuka. &amp;ldquo;Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Menurut Laurentius, pembangunan di Wanam diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah agar tidak tertinggal. &amp;quot;Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, aktivitas pembukaan lahan yang saat ini berjalan disebut masih terbatas, sekitar 15 ribu hektare, dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, hingga fasilitas penyimpanan (cold storage).&#13;
&#13;
Luas kawasan PSN Wanam juga disebut tidak sebesar yang dinarasikan dalam Film Pesta Babi. Informasi yang menyebut angka hingga 2,5 juta hektare tidak sesuai, karena total kawasan diperkirakan sekitar 1 juta hektar.&#13;
&#13;
Selain itu, isu eksodus warga hingga 170 ribu orang tidak ditemukan di lapangan. Warga yang ditemui memastikan tidak ada perpindahan massal seperti yang dituduhkan. Sementara terkait alat berat, meski sempat disebut ada pesanan hingga 2.000 unit ekskavator, realisasi di lapangan saat ini baru mencapai ratusan unit.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA - &amp;nbsp;Warga Papua menegaskan tidak pernah terjadi pengungsian saat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Bahkan masyarakat meminta PSN tetap dilanjutkan.&#13;
&#13;
Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Wanam Kleopas Mause menegaskan, masyarakat sejak awal menerima kehadiran PSN karena dinilai membawa perubahan, meski belum sepenuhnya merata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat kerja. Memang belum 100 persen, tapi sudah ada perubahan,&amp;rdquo; ujarnya Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Kleopas yang sehari-hari bekerja sebagai guru juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur dasar.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Warga Wanam lainnya, Inosensio Sigipse, berharap pembangunan di Papua dapat mempermudah akses dan meningkatkan perekonomian warga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada pembangunan, mungkin bisa bangun perumahan dan jalan. Supaya kita jual hasil tani lebih gampang,&amp;quot; ujar Inosensio.&#13;
&#13;
Papa Ino -- panggilan akrabnya -- menggambarkan kondisi ekonomi warga yang masih sulit, dengan hasil pertanian yang tidak selalu terserap pasar.&#13;
&#13;
Menurutnya, kehadiran proyek diharapkan membuka peluang kerja bagi masyarakat. &amp;quot;Kalau ada pekerjaan di sana, kita yang nganggur bisa kerja juga,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Laurentius Gali Blagaise alias Papa Lau, tokoh dusun setempat, menilai pembangunan memberikan dampak positif, meski di awal sempat menimbulkan kekhawatiran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,&amp;rdquo; ungkap Papa Lau.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia mengakui masih ada warga yang belum terserap tenaga kerja, namun peluang ke depan dinilai tetap terbuka. &amp;ldquo;Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Menurut Laurentius, pembangunan di Wanam diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah agar tidak tertinggal. &amp;quot;Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
Sekadar diketahui, aktivitas pembukaan lahan yang saat ini berjalan disebut masih terbatas, sekitar 15 ribu hektare, dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, hingga fasilitas penyimpanan (cold storage).&#13;
&#13;
Luas kawasan PSN Wanam juga disebut tidak sebesar yang dinarasikan dalam Film Pesta Babi. Informasi yang menyebut angka hingga 2,5 juta hektare tidak sesuai, karena total kawasan diperkirakan sekitar 1 juta hektar.&#13;
&#13;
Selain itu, isu eksodus warga hingga 170 ribu orang tidak ditemukan di lapangan. Warga yang ditemui memastikan tidak ada perpindahan massal seperti yang dituduhkan. Sementara terkait alat berat, meski sempat disebut ada pesanan hingga 2.000 unit ekskavator, realisasi di lapangan saat ini baru mencapai ratusan unit.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
