<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial!</title><description>Dia menegaskan, bahwa merawat prasasti peradaban seperti Paseban Tri Panca Tunggal adalah tanggung jawab lintas generasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/06/337/3222920/mpr-keberagaman-yang-terjaga-cegah-radikalisme-dan-polarisasi-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/06/337/3222920/mpr-keberagaman-yang-terjaga-cegah-radikalisme-dan-polarisasi-sosial"/><item><title>MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/06/337/3222920/mpr-keberagaman-yang-terjaga-cegah-radikalisme-dan-polarisasi-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/06/337/3222920/mpr-keberagaman-yang-terjaga-cegah-radikalisme-dan-polarisasi-sosial</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2026 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/06/337/3222920/mpr_ri-bzUm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/06/337/3222920/mpr_ri-bzUm_large.jpg</image><title>MPR: Keberagaman yang Terjaga Cegah Radikalisme dan Polarisasi Sosial</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri, menyebut kawasan Cigugur sebagai salah satu contoh terbaik laboratorium toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.&#13;
&#13;
Hal itu diutarakannya saat &amp;nbsp;menghadiri sosialisasi empat Pilar MPR RI saat Upacara Adat Seren Taun Cigugur, di Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Menurutnya, upacara Seren Taun bukan sekadar ritual syukur atas hasil bumi, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai latar belakang keyakinan yang dipersatukan oleh ikatan budaya asli Nusantara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Cigugur,&amp;rdquo; ujar Abidin Fikri, dikutip, Sabtu (6/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai-nilai itu sudah dipraktikkan di sini selama berabad-abad. Seren Taun adalah bukti hidup bagaimana perbedaan keyakinan justru larut dalam harmoni gotong royong yang indah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa merawat prasasti peradaban seperti Paseban Tri Panca Tunggal adalah tanggung jawab lintas generasi.&#13;
&#13;
Keberagaman yang terjaga dengan baik di situs ini merupakan benteng pertahanan terbaik bangsa dalam menangkal radikalisme dan polarisasi sosial.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika kita bicara masa depan bangsa, kita sedang bicara tentang bagaimana mewariskan kerukunan ini kepada anak cucu kita,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konstitusi kita, UUD NRI 1945, menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan beribadah menurut agamanya itu. Di sinilah esensi kebebasan yang bertanggung jawab itu tegak berdiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri, menyebut kawasan Cigugur sebagai salah satu contoh terbaik laboratorium toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.&#13;
&#13;
Hal itu diutarakannya saat &amp;nbsp;menghadiri sosialisasi empat Pilar MPR RI saat Upacara Adat Seren Taun Cigugur, di Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan, Jawa Barat.&#13;
&#13;
Menurutnya, upacara Seren Taun bukan sekadar ritual syukur atas hasil bumi, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai latar belakang keyakinan yang dipersatukan oleh ikatan budaya asli Nusantara.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Cigugur,&amp;rdquo; ujar Abidin Fikri, dikutip, Sabtu (6/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nilai-nilai itu sudah dipraktikkan di sini selama berabad-abad. Seren Taun adalah bukti hidup bagaimana perbedaan keyakinan justru larut dalam harmoni gotong royong yang indah,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa merawat prasasti peradaban seperti Paseban Tri Panca Tunggal adalah tanggung jawab lintas generasi.&#13;
&#13;
Keberagaman yang terjaga dengan baik di situs ini merupakan benteng pertahanan terbaik bangsa dalam menangkal radikalisme dan polarisasi sosial.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika kita bicara masa depan bangsa, kita sedang bicara tentang bagaimana mewariskan kerukunan ini kepada anak cucu kita,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Konstitusi kita, UUD NRI 1945, menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan beribadah menurut agamanya itu. Di sinilah esensi kebebasan yang bertanggung jawab itu tegak berdiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
