<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Soroti Dugaan Korupsi MBG, Minta Pengelola BGN Berintegritas dan Akuntabel</title><description>Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyoroti dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/337/3223191/mui-soroti-dugaan-korupsi-mbg-minta-pengelola-bgn-berintegritas-dan-akuntabel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/07/337/3223191/mui-soroti-dugaan-korupsi-mbg-minta-pengelola-bgn-berintegritas-dan-akuntabel"/><item><title>MUI Soroti Dugaan Korupsi MBG, Minta Pengelola BGN Berintegritas dan Akuntabel</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/337/3223191/mui-soroti-dugaan-korupsi-mbg-minta-pengelola-bgn-berintegritas-dan-akuntabel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/07/337/3223191/mui-soroti-dugaan-korupsi-mbg-minta-pengelola-bgn-berintegritas-dan-akuntabel</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2026 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/07/337/3223191/dadan_hindayana-z3dG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dadan Hindayana Ditahan Kejagung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/07/337/3223191/dadan_hindayana-z3dG_large.jpg</image><title>Dadan Hindayana Ditahan Kejagung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyoroti dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kasus tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan tata kelola sekaligus memperkuat integritas para pengelola lembaga tersebut.&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menegaskan, bahwa perbaikan sistem tata kelola BGN merupakan langkah strategis yang harus diiringi dengan pembenahan mentalitas dan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka pengelola yang harus memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas sehingga seluruh jajaran pengelola BGN betul-betul harus teruji,&amp;quot; ujar Buya Amirsyah, Minggu (7/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam menentukan figur-figur yang akan memimpin BGN ke depan. Ia menilai pemimpin baru harus memiliki rekam jejak yang baik dan mampu menjaga kepercayaan publik.&#13;
&#13;
Selain itu, MUI mendorong penguatan sistem tata kelola berdasarkan prinsip good corporate governance (GCG) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang efektif dalam pengelolaan program-program BGN.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menyayangkan adanya dugaan penyimpangan atau moral hazard di lembaga yang mengemban misi penting dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlebih, layanan gizi ini menuntut standar moralitas tinggi karena harus memenuhi syarat kehalalan, higienitas, dan lingkungan yang baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
MUI juga menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum yang transparan dan objektif diperlukan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.&#13;
&#13;
Di sisi lain, MUI mengajak masyarakat dan DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan sebagai bagian dari mekanisme check and balances dalam kehidupan bernegara.&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menekankan bahwa perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas dan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu, sekali lagi tata kelola BGN harus transparan dan akuntabel sesuai prinsip good corporate governance,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyoroti dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kasus tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan tata kelola sekaligus memperkuat integritas para pengelola lembaga tersebut.&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menegaskan, bahwa perbaikan sistem tata kelola BGN merupakan langkah strategis yang harus diiringi dengan pembenahan mentalitas dan kualitas sumber daya manusia di dalamnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Maka pengelola yang harus memiliki integritas, kapasitas, dan akuntabilitas sehingga seluruh jajaran pengelola BGN betul-betul harus teruji,&amp;quot; ujar Buya Amirsyah, Minggu (7/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam menentukan figur-figur yang akan memimpin BGN ke depan. Ia menilai pemimpin baru harus memiliki rekam jejak yang baik dan mampu menjaga kepercayaan publik.&#13;
&#13;
Selain itu, MUI mendorong penguatan sistem tata kelola berdasarkan prinsip good corporate governance (GCG) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang efektif dalam pengelolaan program-program BGN.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menyayangkan adanya dugaan penyimpangan atau moral hazard di lembaga yang mengemban misi penting dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terlebih, layanan gizi ini menuntut standar moralitas tinggi karena harus memenuhi syarat kehalalan, higienitas, dan lingkungan yang baik,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
MUI juga menyatakan dukungan terhadap langkah aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum yang transparan dan objektif diperlukan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.&#13;
&#13;
Di sisi lain, MUI mengajak masyarakat dan DPR untuk menjalankan fungsi pengawasan sebagai bagian dari mekanisme check and balances dalam kehidupan bernegara.&#13;
&#13;
Buya Amirsyah menekankan bahwa perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas dan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena itu, sekali lagi tata kelola BGN harus transparan dan akuntabel sesuai prinsip good corporate governance,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
