<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Pondok Kelapa Olah Sampah Organik dengan Biopori, Pramono: Semoga Daerah Lain Iri</title><description>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah organik melalui metode biopori jumbo oleh warga RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (7/6/2026). Ia mengapresiasi inisiatif warga dalam pengelolaan sampah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223129/warga-pondok-kelapa-olah-sampah-organik-dengan-biopori-pramono-semoga-daerah-lain-iri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223129/warga-pondok-kelapa-olah-sampah-organik-dengan-biopori-pramono-semoga-daerah-lain-iri"/><item><title>Warga Pondok Kelapa Olah Sampah Organik dengan Biopori, Pramono: Semoga Daerah Lain Iri</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223129/warga-pondok-kelapa-olah-sampah-organik-dengan-biopori-pramono-semoga-daerah-lain-iri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223129/warga-pondok-kelapa-olah-sampah-organik-dengan-biopori-pramono-semoga-daerah-lain-iri</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2026 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/07/338/3223129/pramono_anung-eW9D_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/07/338/3223129/pramono_anung-eW9D_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah organik melalui metode biopori jumbo oleh warga RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (7/6/2026). Ia mengapresiasi inisiatif warga dalam pengelolaan sampah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini inisiatif warga. Kebetulan warga Jakarta Timur ini termasuk inisiatif untuk lingkungannya yang paling bagus, yang pertama biopori jumbo ini, yang kedua adalah pada waktu itu saya meresmikan untuk biogas,&amp;rdquo; ucap Pramono, Minggu.&#13;
&#13;
Dengan inisiatif yang dilakukan warga Jakarta Timur, ia berharap wilayah lain di Ibu Kota bisa menghadirkan inovasi serupa dalam pengelolaan sampah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sengaja menyampaikan ini mudah-mudahan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat iri sama Jakarta Timur,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pengolahan sampah yang dilakukan warga Pondok Kelapa ini telah dijalankan sebelum terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Inisiatif ini tentunya sejalan dengan upaya Pemprov DKI mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan menuju Jakarta zero waste.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, di RW 014 Pondok Kelapa, warga menyiapkan 150 titik biopori jumbo untuk melayani sekitar 300 rumah. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa dapur dan makanan, dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos.&#13;
&#13;
Dengan pola tersebut, sampah organik dapat dikelola langsung di lingkungan warga dan tidak seluruhnya dikirim ke tempat pengolahan akhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bioporinya jumbo, satu biopori itu untuk dua rumah, dan pasti kan warga kita itu senang kalau dikompetisikan. Kalau dua rumah apakah betul 3 bulan, tadi kan disampaikan 3 bulan, menurut saya mungkin lebih cepat dari 3 bulan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah organik melalui metode biopori jumbo oleh warga RW 014 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (7/6/2026). Ia mengapresiasi inisiatif warga dalam pengelolaan sampah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ini inisiatif warga. Kebetulan warga Jakarta Timur ini termasuk inisiatif untuk lingkungannya yang paling bagus, yang pertama biopori jumbo ini, yang kedua adalah pada waktu itu saya meresmikan untuk biogas,&amp;rdquo; ucap Pramono, Minggu.&#13;
&#13;
Dengan inisiatif yang dilakukan warga Jakarta Timur, ia berharap wilayah lain di Ibu Kota bisa menghadirkan inovasi serupa dalam pengelolaan sampah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sengaja menyampaikan ini mudah-mudahan Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat iri sama Jakarta Timur,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pengolahan sampah yang dilakukan warga Pondok Kelapa ini telah dijalankan sebelum terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Inisiatif ini tentunya sejalan dengan upaya Pemprov DKI mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan menuju Jakarta zero waste.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, di RW 014 Pondok Kelapa, warga menyiapkan 150 titik biopori jumbo untuk melayani sekitar 300 rumah. Sampah organik rumah tangga, seperti sisa dapur dan makanan, dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos.&#13;
&#13;
Dengan pola tersebut, sampah organik dapat dikelola langsung di lingkungan warga dan tidak seluruhnya dikirim ke tempat pengolahan akhir.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bioporinya jumbo, satu biopori itu untuk dua rumah, dan pasti kan warga kita itu senang kalau dikompetisikan. Kalau dua rumah apakah betul 3 bulan, tadi kan disampaikan 3 bulan, menurut saya mungkin lebih cepat dari 3 bulan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
