<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Ungkap Strategi Baru Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta per Hari</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan telah memberikan persetujuan prinsip terhadap pemanfaatan wilayah Ciangir, Tangerang, sebagai lokasi penampungan kompos untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223199/pramono-ungkap-strategi-baru-kelola-9-000-ton-sampah-jakarta-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223199/pramono-ungkap-strategi-baru-kelola-9-000-ton-sampah-jakarta-per-hari"/><item><title>Pramono Ungkap Strategi Baru Kelola 9.000 Ton Sampah Jakarta per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223199/pramono-ungkap-strategi-baru-kelola-9-000-ton-sampah-jakarta-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/07/338/3223199/pramono-ungkap-strategi-baru-kelola-9-000-ton-sampah-jakarta-per-hari</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/07/338/3223199/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-1SIO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/07/338/3223199/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-1SIO_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan telah memberikan persetujuan prinsip terhadap pemanfaatan wilayah Ciangir, Tangerang, sebagai lokasi penampungan kompos untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani sekitar 9.000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah menyetujui secara prinsip untuk Ciangir yang ada di Provinsi Banten digunakan untuk menampung kompos, ya, anorganik kompos kita yang ada. Kalau itu bisa dilakukan secara menyeluruh, maka kurang lebih 9.000 ton sampah yang ada di Jakarta insyaallah akan tertangani,&amp;quot; kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah Jakarta tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan lahan di Ciangir. Pemprov DKI juga mengandalkan berbagai fasilitas pengolahan sampah yang telah disiapkan di sejumlah lokasi.&#13;
&#13;
Salah satunya adalah pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berada di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi. Selain itu, pengolahan sampah juga akan dilakukan di fasilitas lain yang telah direncanakan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian besar kita gunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Bantargebang, Ujungan, dan juga di Sunter. Sebagian untuk Rorotan, untuk RDF ada dua di Rorotan dan juga di Bantargebang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menilai kombinasi berbagai metode pengolahan sampah, mulai dari kompos, PLTSa, hingga Refuse Derived Fuel (RDF), akan mampu memaksimalkan pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.&#13;
&#13;
Dengan skema tersebut, ia berharap seluruh sampah harian Jakarta dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak lagi menjadi persoalan besar bagi Ibu Kota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan dengan penanganan ini maka neraca sampah di Jakarta yang kurang lebih 9.000 ton akan semuanya terpakai,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah menjadi salah satu target utama selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan merupakan syarat penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau itu bisa dijalankan maka sebagai kota global, sebagai kota modern, Jakarta betul-betul untuk urusan sampahnya mudah-mudahan di era kepemimpinan saya bisa tertangani secara keseluruhan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan telah memberikan persetujuan prinsip terhadap pemanfaatan wilayah Ciangir, Tangerang, sebagai lokasi penampungan kompos untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.&#13;
&#13;
Menurut Pramono, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani sekitar 9.000 ton sampah yang dihasilkan setiap hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah menyetujui secara prinsip untuk Ciangir yang ada di Provinsi Banten digunakan untuk menampung kompos, ya, anorganik kompos kita yang ada. Kalau itu bisa dilakukan secara menyeluruh, maka kurang lebih 9.000 ton sampah yang ada di Jakarta insyaallah akan tertangani,&amp;quot; kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah Jakarta tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan lahan di Ciangir. Pemprov DKI juga mengandalkan berbagai fasilitas pengolahan sampah yang telah disiapkan di sejumlah lokasi.&#13;
&#13;
Salah satunya adalah pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berada di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi. Selain itu, pengolahan sampah juga akan dilakukan di fasilitas lain yang telah direncanakan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagian besar kita gunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Bantargebang, Ujungan, dan juga di Sunter. Sebagian untuk Rorotan, untuk RDF ada dua di Rorotan dan juga di Bantargebang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menilai kombinasi berbagai metode pengolahan sampah, mulai dari kompos, PLTSa, hingga Refuse Derived Fuel (RDF), akan mampu memaksimalkan pemanfaatan sampah sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan akhir.&#13;
&#13;
Dengan skema tersebut, ia berharap seluruh sampah harian Jakarta dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak lagi menjadi persoalan besar bagi Ibu Kota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan dengan penanganan ini maka neraca sampah di Jakarta yang kurang lebih 9.000 ton akan semuanya terpakai,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah menjadi salah satu target utama selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan merupakan syarat penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau itu bisa dijalankan maka sebagai kota global, sebagai kota modern, Jakarta betul-betul untuk urusan sampahnya mudah-mudahan di era kepemimpinan saya bisa tertangani secara keseluruhan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
