<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Independensi, Majelis Etik Minta Ombudsman Batasi Silaturahmi dengan Politisi</title><description>Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, menyarankan anggota Ombudsman Republik Indonesia membatasi hubungan maupun &quot;silaturahmi&quot; dengan anggota DPR RI, dan tokoh politik guna menjaga independensi lembaga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/08/337/3223384/jaga-independensi-majelis-etik-minta-ombudsman-batasi-silaturahmi-dengan-politisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/08/337/3223384/jaga-independensi-majelis-etik-minta-ombudsman-batasi-silaturahmi-dengan-politisi"/><item><title>Jaga Independensi, Majelis Etik Minta Ombudsman Batasi Silaturahmi dengan Politisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/08/337/3223384/jaga-independensi-majelis-etik-minta-ombudsman-batasi-silaturahmi-dengan-politisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/08/337/3223384/jaga-independensi-majelis-etik-minta-ombudsman-batasi-silaturahmi-dengan-politisi</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2026 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/08/337/3223384/ombudsman_ri-qhrD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ombudsman RI (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/08/337/3223384/ombudsman_ri-qhrD_large.jpg</image><title>Ombudsman RI (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, menyarankan anggota Ombudsman Republik Indonesia membatasi hubungan maupun &amp;quot;silaturahmi&amp;quot; dengan anggota DPR RI, dan tokoh politik guna menjaga independensi lembaga.&#13;
&#13;
Menurut Jimly, pasca-Reformasi, proses rekrutmen pejabat di sejumlah lembaga independen, termasuk Ombudsman RI, tidak terlepas dari mekanisme politik di parlemen. Karena itu, diperlukan batasan dalam hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemilihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kita sarankan, ya sudahlah, kita kan tidak boleh lupa kepada yang mengendorse kita baru dipilih. Cuma tolong, terima kasihnya untuk kepentingan negara, terima kasihnya satu kali aja. Jangan terus-menerus,&amp;quot; kata Jimly saat jumpa pers hasil rapat pleno sidang etik Hery Susanto di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jimly menilai, pembatasan tersebut penting agar anggota Ombudsman tetap profesional dan independen dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pelayanan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Supaya begitu sudah menjadi anggota Ombudsman, be professional, independen, sebagai lembaga yang memang di undang-undang diharuskan independen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengingatkan, agar anggota Ombudsman tidak terlalu sering menjalin hubungan dengan legislator maupun tokoh politik yang pernah mendukung mereka dalam proses pemilihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan mentang-mentang terima kasih bolak-balik pergi ke rumahnya yang mengendorse kemarin. Wah, jadi enggak independen kita,&amp;quot; pungkas Jimly.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua Majelis Etik Ombudsman RI, Jimly Asshiddiqie, menyarankan anggota Ombudsman Republik Indonesia membatasi hubungan maupun &amp;quot;silaturahmi&amp;quot; dengan anggota DPR RI, dan tokoh politik guna menjaga independensi lembaga.&#13;
&#13;
Menurut Jimly, pasca-Reformasi, proses rekrutmen pejabat di sejumlah lembaga independen, termasuk Ombudsman RI, tidak terlepas dari mekanisme politik di parlemen. Karena itu, diperlukan batasan dalam hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemilihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah kita sarankan, ya sudahlah, kita kan tidak boleh lupa kepada yang mengendorse kita baru dipilih. Cuma tolong, terima kasihnya untuk kepentingan negara, terima kasihnya satu kali aja. Jangan terus-menerus,&amp;quot; kata Jimly saat jumpa pers hasil rapat pleno sidang etik Hery Susanto di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jimly menilai, pembatasan tersebut penting agar anggota Ombudsman tetap profesional dan independen dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pelayanan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Supaya begitu sudah menjadi anggota Ombudsman, be professional, independen, sebagai lembaga yang memang di undang-undang diharuskan independen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia mengingatkan, agar anggota Ombudsman tidak terlalu sering menjalin hubungan dengan legislator maupun tokoh politik yang pernah mendukung mereka dalam proses pemilihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan mentang-mentang terima kasih bolak-balik pergi ke rumahnya yang mengendorse kemarin. Wah, jadi enggak independen kita,&amp;quot; pungkas Jimly.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
