<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Ketua BEM UGM Ngaku Diimingi Proyek Miliaran oleh &amp;#039;Lembaga Berbintang&amp;#039;, Ini Respons TNI</title><description>Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas buka suara terkait unggahan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari &quot;lembaga berbintang&quot;.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223618/eks-ketua-bem-ugm-ngaku-diimingi-proyek-miliaran-oleh-039-lembaga-berbintang-039-ini-respons-tni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223618/eks-ketua-bem-ugm-ngaku-diimingi-proyek-miliaran-oleh-039-lembaga-berbintang-039-ini-respons-tni"/><item><title>Eks Ketua BEM UGM Ngaku Diimingi Proyek Miliaran oleh &amp;#039;Lembaga Berbintang&amp;#039;, Ini Respons TNI</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223618/eks-ketua-bem-ugm-ngaku-diimingi-proyek-miliaran-oleh-039-lembaga-berbintang-039-ini-respons-tni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223618/eks-ketua-bem-ugm-ngaku-diimingi-proyek-miliaran-oleh-039-lembaga-berbintang-039-ini-respons-tni</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/337/3223618/brigjen_nas-ysRf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/337/3223618/brigjen_nas-ysRf_large.jpg</image><title> Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas buka suara terkait unggahan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot;.&#13;
&#13;
Unggahan yang diposting melalui akun Instagram @tiyoardiantor_ itu menarik perhatian publik. Hingga Selasa (9/6/2026), unggahan tersebut telah disukai lebih dari 52 ribu pengguna Instagram, dikomentari ribuan warganet, dan dibagikan ulang oleh sejumlah tokoh, termasuk mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.&#13;
&#13;
Dalam unggahan tersebut, Tiyo tidak menjelaskan secara rinci lembaga mana yang dimaksud dengan istilah &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot;. Namun, ia mengaku ditawari berbagai fasilitas dan bantuan yang dibutuhkan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Tiyo, sosok yang menemuinya juga menyampaikan bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh jatah proyek bernilai miliaran rupiah. Meski demikian, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan belum dapat memastikan apakah unggahan tersebut ditujukan kepada institusi TNI. Sebab, menurutnya, istilah &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot; tidak serta-merta merujuk kepada TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atau mungkin dibuat seolah-olah TNI. Yang pasti, kami sebagai aparat negara, Panglima Tertinggi kita adalah Presiden,&amp;quot; ujar Nas di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, TNI selalu menjalankan tugas sesuai garis komando tanpa adanya tawar-menawar dalam menjalankan kebijakan negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siapapun presidennya, kita tegak lurus dengan beliau dan pasti kita akan mendukung program dan kebijakan pemerintah Presiden hari ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nas juga menyampaikan apresiasi atas informasi yang beredar dan menyebutnya sebagai bahan evaluasi serta antisipasi bagi institusinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih informasinya, ini juga menjadi bahan antisipasi bagi kami,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Dalam unggahannya, Tiyo menceritakan dirinya dihubungi seseorang yang mengaku membawa pesan dari &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot; dan mengajaknya bertemu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, pentingnya mau bertemu denganmu,&amp;quot; tulis Tiyo menirukan ucapan orang tersebut.&#13;
&#13;
Tiyo mengaku kemudian ditawari berbagai hal yang diinginkannya. Ia juga disebut diberi informasi bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh proyek bernilai miliaran rupiah di Jakarta.&#13;
&#13;
Namun, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapunten, Mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup. Bukan karena saya kaya, tapi karena saya tidak butuh kemewahan apa-apa,&amp;quot; tulis Tiyo dalam unggahannya yang dibuat di Yogyakarta pada 7 Juni 2026.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas buka suara terkait unggahan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot;.&#13;
&#13;
Unggahan yang diposting melalui akun Instagram @tiyoardiantor_ itu menarik perhatian publik. Hingga Selasa (9/6/2026), unggahan tersebut telah disukai lebih dari 52 ribu pengguna Instagram, dikomentari ribuan warganet, dan dibagikan ulang oleh sejumlah tokoh, termasuk mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.&#13;
&#13;
Dalam unggahan tersebut, Tiyo tidak menjelaskan secara rinci lembaga mana yang dimaksud dengan istilah &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot;. Namun, ia mengaku ditawari berbagai fasilitas dan bantuan yang dibutuhkan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Tiyo, sosok yang menemuinya juga menyampaikan bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh jatah proyek bernilai miliaran rupiah. Meski demikian, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan belum dapat memastikan apakah unggahan tersebut ditujukan kepada institusi TNI. Sebab, menurutnya, istilah &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot; tidak serta-merta merujuk kepada TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Atau mungkin dibuat seolah-olah TNI. Yang pasti, kami sebagai aparat negara, Panglima Tertinggi kita adalah Presiden,&amp;quot; ujar Nas di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menegaskan, TNI selalu menjalankan tugas sesuai garis komando tanpa adanya tawar-menawar dalam menjalankan kebijakan negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Siapapun presidennya, kita tegak lurus dengan beliau dan pasti kita akan mendukung program dan kebijakan pemerintah Presiden hari ini,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Nas juga menyampaikan apresiasi atas informasi yang beredar dan menyebutnya sebagai bahan evaluasi serta antisipasi bagi institusinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terima kasih informasinya, ini juga menjadi bahan antisipasi bagi kami,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Dalam unggahannya, Tiyo menceritakan dirinya dihubungi seseorang yang mengaku membawa pesan dari &amp;quot;lembaga berbintang&amp;quot; dan mengajaknya bertemu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, pentingnya mau bertemu denganmu,&amp;quot; tulis Tiyo menirukan ucapan orang tersebut.&#13;
&#13;
Tiyo mengaku kemudian ditawari berbagai hal yang diinginkannya. Ia juga disebut diberi informasi bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh proyek bernilai miliaran rupiah di Jakarta.&#13;
&#13;
Namun, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ngapunten, Mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup. Bukan karena saya kaya, tapi karena saya tidak butuh kemewahan apa-apa,&amp;quot; tulis Tiyo dalam unggahannya yang dibuat di Yogyakarta pada 7 Juni 2026.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
