<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ajukan JC, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP</title><description>Kuasa hukum Elza Syarief mengatakan bahwa nama-nama yang disebut sifatnya masih rahasia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223629/ajukan-jc-eks-waka-bgn-sony-sonjaya-sebut-26-nama-di-bap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223629/ajukan-jc-eks-waka-bgn-sony-sonjaya-sebut-26-nama-di-bap"/><item><title>Ajukan JC, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223629/ajukan-jc-eks-waka-bgn-sony-sonjaya-sebut-26-nama-di-bap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/09/337/3223629/ajukan-jc-eks-waka-bgn-sony-sonjaya-sebut-26-nama-di-bap</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/337/3223629/eks_wakil_kepala_badan_gizi_nasional_sony_sonjaya-YXhD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya,</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/337/3223629/eks_wakil_kepala_badan_gizi_nasional_sony_sonjaya-YXhD_large.jpg</image><title>Eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya,</title></images><description>JAKARTA - Kuasa hukum eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Elza Syarief, mengatakan nama-nama yang disebut kliennya terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik.&amp;nbsp;Sony Sonjaya sebelumnya resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justitia, confidential,&amp;rdquo; kata Elza kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Elza memastikan, nama-nama yang dimaksud sudah disampaikan Sony saat pemeriksaan penyidik dan telah tertulis dalam BAP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan diserahkan. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik. Saya kan juga enggak pernah baca. Tapi di dalam BAP sudah ada, BAP-nya saya sudah punya, gitu,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, dalam kasus ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.&#13;
&#13;
Kejagung juga menyebut Dadan Hindayana terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan, sejatinya program MBG dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.&#13;
&#13;
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Syarief menyebut yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka,&amp;quot; kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan aksi itu dilakukan Dadan bersama dua eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Syarief menjelaskan sebagai imbalannya, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP,&amp;quot; ujar dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kuasa hukum eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Elza Syarief, mengatakan nama-nama yang disebut kliennya terkait dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik.&amp;nbsp;Sony Sonjaya sebelumnya resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justitia, confidential,&amp;rdquo; kata Elza kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Elza memastikan, nama-nama yang dimaksud sudah disampaikan Sony saat pemeriksaan penyidik dan telah tertulis dalam BAP.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bukan diserahkan. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik. Saya kan juga enggak pernah baca. Tapi di dalam BAP sudah ada, BAP-nya saya sudah punya, gitu,&amp;rdquo; ujar dia.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, dalam kasus ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.&#13;
&#13;
Kejagung juga menyebut Dadan Hindayana terafiliasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan, sejatinya program MBG dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.&#13;
&#13;
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Syarief menyebut yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari para tersangka,&amp;quot; kata Syarief dalam konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan aksi itu dilakukan Dadan bersama dua eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Syarief menjelaskan sebagai imbalannya, yayasan yang terafiliasi dengan para pelaku menerima uang insentif hingga miliaran rupiah setiap harinya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP,&amp;quot; ujar dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
