<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Identifikasi Korban Ledakan Biak, DVI Papua Kirim 10 Sampel DNA ke Jakarta</title><description>Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua, mengirimkan total 10 sampel DNA ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta, untuk memastikan identitas korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Biak Numfor, Papua.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223403/identifikasi-korban-ledakan-biak-dvi-papua-kirim-10-sampel-dna-ke-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223403/identifikasi-korban-ledakan-biak-dvi-papua-kirim-10-sampel-dna-ke-jakarta"/><item><title>Identifikasi Korban Ledakan Biak, DVI Papua Kirim 10 Sampel DNA ke Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223403/identifikasi-korban-ledakan-biak-dvi-papua-kirim-10-sampel-dna-ke-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223403/identifikasi-korban-ledakan-biak-dvi-papua-kirim-10-sampel-dna-ke-jakarta</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 01:10 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/08/340/3223403/korban_ledakan_biak-X3v9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban Ledakan Biak Papua (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/08/340/3223403/korban_ledakan_biak-X3v9_large.jpg</image><title>Korban Ledakan Biak Papua (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua, mengirimkan total 10 sampel DNA ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta, untuk memastikan identitas korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Biak Numfor, Papua.&#13;
&#13;
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan mengatakan, sampel tersebut dikumpulkan dari keluarga korban maupun hasil pemeriksaan postmortem terhadap potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul 10 sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;quot; kata Ari, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada hari ketujuh pencarian, Sabtu (6/6), tim gabungan yang dipimpin Basarnas kembali menemukan dua potongan tubuh manusia. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan.&#13;
&#13;
Barang-barang yang ditemukan antara lain satu unit telepon genggam merek Evercoss warna hitam, tiga dompet, satu pisau, satu gunting medis, satu pinset medis, dan satu unit GPS merek Garmin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ari menambahkan, Tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan bom peninggalan PD II terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
&#13;
Akibat peristiwa tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.&#13;
&#13;
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban luka ringan mencapai 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 56 orang yang terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua, mengirimkan total 10 sampel DNA ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta, untuk memastikan identitas korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Biak Numfor, Papua.&#13;
&#13;
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan mengatakan, sampel tersebut dikumpulkan dari keluarga korban maupun hasil pemeriksaan postmortem terhadap potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul 10 sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;quot; kata Ari, Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada hari ketujuh pencarian, Sabtu (6/6), tim gabungan yang dipimpin Basarnas kembali menemukan dua potongan tubuh manusia. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan.&#13;
&#13;
Barang-barang yang ditemukan antara lain satu unit telepon genggam merek Evercoss warna hitam, tiga dompet, satu pisau, satu gunting medis, satu pinset medis, dan satu unit GPS merek Garmin.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ari menambahkan, Tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Area pencarian diperluas hingga radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan bom peninggalan PD II terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
&#13;
Akibat peristiwa tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.&#13;
&#13;
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban luka ringan mencapai 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 56 orang yang terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
