<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak, Polisi Periksa 28 Saksi&amp;nbsp;</title><description>Polisi masih menyelidiki kasus ledakan bom yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 28 orang saksi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223557/kasus-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-polisi-periksa-28-saksi-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223557/kasus-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-polisi-periksa-28-saksi-nbsp"/><item><title>Kasus Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak, Polisi Periksa 28 Saksi&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223557/kasus-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-polisi-periksa-28-saksi-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223557/kasus-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-polisi-periksa-28-saksi-nbsp</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/340/3223557/illustrasi_ledakan_bom_perang_dunia_ii_di_biak-JqHU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak (foto: AI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/340/3223557/illustrasi_ledakan_bom_perang_dunia_ii_di_biak-JqHU_large.jpg</image><title>Illustrasi Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak (foto: AI)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus ledakan bom yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 28 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh, dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Hingga saat ini sebanyak 28 orang saksi telah dimintai keterangan,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ari menyebutkan, 28 saksi itu terdiri dari warga sekitar, pekerja di kawasan Kompleks Perikanan, korban selamat, serta pihak-pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Keterangan para saksi masih terus didalami dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
&#13;
Adapun akibat peristiwa ledakan tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua mengirimkan total 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta. Hal itu untuk memastikan identitas potongan tubuh korban yang telah dievakuasi dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dikutip Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Tim gabungan yang dipimpin Basarnas juga kembali menemukan dua potongan tubuh dalam pencarian hari ketujuh tepatnya, Sabtu (6/6). Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan juga diamankan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, Tim SAR gabungan juga masih fokus melakukan pencarian terhadap 3 korban ledakan yang belum ditemukan. Pencarian akan dilakukan pada area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik,&amp;quot; jelas dia.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi masih menyelidiki kasus ledakan bom yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 28 orang saksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh, dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Hingga saat ini sebanyak 28 orang saksi telah dimintai keterangan,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ari menyebutkan, 28 saksi itu terdiri dari warga sekitar, pekerja di kawasan Kompleks Perikanan, korban selamat, serta pihak-pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Keterangan para saksi masih terus didalami dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Diketahui, ledakan itu terjadi di Kompleks Perikanan Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.&#13;
&#13;
Adapun akibat peristiwa ledakan tersebut, enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua mengirimkan total 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta. Hal itu untuk memastikan identitas potongan tubuh korban yang telah dievakuasi dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dikutip Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Tim gabungan yang dipimpin Basarnas juga kembali menemukan dua potongan tubuh dalam pencarian hari ketujuh tepatnya, Sabtu (6/6). Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan juga diamankan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, Tim SAR gabungan juga masih fokus melakukan pencarian terhadap 3 korban ledakan yang belum ditemukan. Pencarian akan dilakukan pada area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik,&amp;quot; jelas dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
