<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi SAR Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Ditutup Setelah 9 Hari Pencarian Korban</title><description>Polisi masih meneruskan proses identifikasi korban dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223594/operasi-sar-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-ditutup-setelah-9-hari-pencarian-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223594/operasi-sar-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-ditutup-setelah-9-hari-pencarian-korban"/><item><title>Operasi SAR Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Ditutup Setelah 9 Hari Pencarian Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223594/operasi-sar-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-ditutup-setelah-9-hari-pencarian-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/09/340/3223594/operasi-sar-ledakan-bom-perang-dunia-ii-di-biak-ditutup-setelah-9-hari-pencarian-korban</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2026 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/09/340/3223594/ilustrasi-MeR3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/09/340/3223594/ilustrasi-MeR3_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, resmi ditutup setelah 9 hari pencarian. Meski begitu, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ari mengatakan bahwa Polres Biak masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab terjadinya insiden tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan,&amp;rdquo; ujar Ari. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terkait sejumlah sampel yang dikirimkan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasi Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, resmi ditutup setelah 9 hari pencarian. Meski begitu, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari,&amp;rdquo; kata Kapolres Biak, AKBP Ari Trestiawan kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).&#13;
&#13;
Ari mengatakan bahwa Polres Biak masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab terjadinya insiden tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan,&amp;rdquo; ujar Ari. Ia mengatakan bahwa pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terkait sejumlah sampel yang dikirimkan.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kasi Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
