<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter</title><description>Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (10/6/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pada pukul 08.56 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223679/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223679/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter"/><item><title>Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223679/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223679/gunung-dukono-erupsi-semburkan-abu-vulkanik-setinggi-1-000-meter</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2026 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223679/gunung_dukono_erupsi-U0HF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223679/gunung_dukono_erupsi-U0HF_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (10/6/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pada pukul 08.56 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan PVMBG, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 2.087 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 43,30 detik,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II atau Waspada. Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG menjelaskan, bahwa letusan Gunung Dukono yang disertai abu vulkanik terjadi secara periodik. Sebaran abu dapat berubah-ubah mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga wilayah yang terdampak hujan abu tidak dapat dipastikan secara tetap.&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, warga yang berada di sekitar kawasan gunung diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; imbau PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Gunung Dukono di Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (10/6/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pada pukul 08.56 WIT dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan PVMBG, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 2.087 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 43,30 detik,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, Gunung Dukono masih berstatus Level II atau Waspada. Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG menjelaskan, bahwa letusan Gunung Dukono yang disertai abu vulkanik terjadi secara periodik. Sebaran abu dapat berubah-ubah mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga wilayah yang terdampak hujan abu tidak dapat dipastikan secara tetap.&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, warga yang berada di sekitar kawasan gunung diminta selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,&amp;quot; imbau PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
