<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Sebut Program KB Berhasil karena Libatkan Penghulu</title><description>Oleh karena itu, penguatan kapasitas penghulu tidak dapat dilepaskan dari transformasi KUA sebagai simpul layanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-sebut-program-kb-berhasil-karena-libatkan-penghulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-sebut-program-kb-berhasil-karena-libatkan-penghulu"/><item><title>Pemerintah Sebut Program KB Berhasil karena Libatkan Penghulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-sebut-program-kb-berhasil-karena-libatkan-penghulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-sebut-program-kb-berhasil-karena-libatkan-penghulu</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2026 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-qTar_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Sebut Program KB Berhasil karena Libatkan Penghulu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223806/pemerintah-qTar_large.jpg</image><title>Pemerintah Sebut Program KB Berhasil karena Libatkan Penghulu</title></images><description>JAKARTA - Penghulu memiliki posisi penting dalam ekosistem pelayanan umat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas penghulu tidak dapat dilepaskan dari transformasi KUA sebagai simpul layanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenapa kita berkumpul dan mengumpulkan penghulu dalam pelatihan ini? Karena jabatan kita ditugaskan sebagai mitra strategis, sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis umat,&amp;rdquo; ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, saat short course penguatan kapasitas penghulu, dikutip, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Kegiatan ini kata dia, menjadi ruang penyegaran kapasitas penghulu agar lebih siap menghadapi dinamika layanan umat. Peserta dibekali materi kepenghuluan, bahasa asing, fikih munakahat klasik-kontemporer, komunikasi lintas budaya, dan literasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Umat yang kita layani terus berubah. Karena itu, penghulu harus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan KUA semakin relevan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Zayadi menjelaskan, penguatan penghulu menjadi penting karena KUA saat ini sedang mengalami transformasi kelembagaan yang besar. KUA tidak lagi cukup dipahami sebagai kantor layanan nikah, tetapi sebagai ruang pertemuan berbagai urusan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA hari ini tidak lagi dipahami sebagai kantor urusan asmara. KUA bertransformasi menjadi simpul ekosistem pembangunan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, &amp;nbsp;KUA memiliki posisi strategis karena hadir langsung di tengah masyarakat melalui penghulu, penyuluh, dan petugas layanan lainnya. Kedekatan itu membuat KUA dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA menjadi melting pot, tempat semua urusan bertemu. Melalui aktor pelayanan yang dimilikinya, KUA berhubungan langsung dengan masyarakat,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Zayadi menilai penghulu menjadi salah satu aktor penting dalam mendukung agenda pembangunan keluarga. Hal ini karena penghulu berinteraksi langsung dengan calon pengantin, keluarga, dan komunitas masyarakat sejak hulu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu KB tidak akan sesukses ini jika tidak melibatkan penghulu. Pak Menteri Agama menyampaikan, Kepala KUA sejatinya adalah menteri tingkat wilayah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konteks pembangunan, lanjut Zayadi, penghulu tidak hanya menjalankan fungsi pencatatan dan pelayanan akad nikah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, jembatan dengan elite masyarakat, dan jembatan atas kepentingan-kepentingan masyarakat. Negara berharap fungsi ini tetap dipikul oleh KUA,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Kepala Subdit Bina Kepenghuluan, Zudi Rahmanto, menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya bagi penghulu. Menurutnya, tren pernikahan campuran yang mulai terjadi di berbagai daerah menuntut penghulu memiliki keterampilan komunikasi yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami membaca data bahwa tren pernikahan campuran tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah-daerah. Maka, konteks komunikasi lintas budaya mendapatkan momentumnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Zudi turut mendorong penghulu memperkuat literasi digital dan teknologi informasi. Menurutnya, kerja-kerja penghulu perlu lebih dikenal publik agar kontribusi KUA dalam pelayanan umat dan pembangunan keluarga semakin terlihat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini publik perlu tahu apa yang dikerjakan penghulu. Penghulu harus speak up, inilah kami, penghulu dengan kapasitas maksimal,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penghulu memiliki posisi penting dalam ekosistem pelayanan umat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas penghulu tidak dapat dilepaskan dari transformasi KUA sebagai simpul layanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kenapa kita berkumpul dan mengumpulkan penghulu dalam pelatihan ini? Karena jabatan kita ditugaskan sebagai mitra strategis, sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis umat,&amp;rdquo; ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, saat short course penguatan kapasitas penghulu, dikutip, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Kegiatan ini kata dia, menjadi ruang penyegaran kapasitas penghulu agar lebih siap menghadapi dinamika layanan umat. Peserta dibekali materi kepenghuluan, bahasa asing, fikih munakahat klasik-kontemporer, komunikasi lintas budaya, dan literasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Umat yang kita layani terus berubah. Karena itu, penghulu harus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan KUA semakin relevan,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Zayadi menjelaskan, penguatan penghulu menjadi penting karena KUA saat ini sedang mengalami transformasi kelembagaan yang besar. KUA tidak lagi cukup dipahami sebagai kantor layanan nikah, tetapi sebagai ruang pertemuan berbagai urusan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA hari ini tidak lagi dipahami sebagai kantor urusan asmara. KUA bertransformasi menjadi simpul ekosistem pembangunan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, &amp;nbsp;KUA memiliki posisi strategis karena hadir langsung di tengah masyarakat melalui penghulu, penyuluh, dan petugas layanan lainnya. Kedekatan itu membuat KUA dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA menjadi melting pot, tempat semua urusan bertemu. Melalui aktor pelayanan yang dimilikinya, KUA berhubungan langsung dengan masyarakat,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Zayadi menilai penghulu menjadi salah satu aktor penting dalam mendukung agenda pembangunan keluarga. Hal ini karena penghulu berinteraksi langsung dengan calon pengantin, keluarga, dan komunitas masyarakat sejak hulu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu KB tidak akan sesukses ini jika tidak melibatkan penghulu. Pak Menteri Agama menyampaikan, Kepala KUA sejatinya adalah menteri tingkat wilayah,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam konteks pembangunan, lanjut Zayadi, penghulu tidak hanya menjalankan fungsi pencatatan dan pelayanan akad nikah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;KUA menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, jembatan dengan elite masyarakat, dan jembatan atas kepentingan-kepentingan masyarakat. Negara berharap fungsi ini tetap dipikul oleh KUA,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Kepala Subdit Bina Kepenghuluan, Zudi Rahmanto, menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya bagi penghulu. Menurutnya, tren pernikahan campuran yang mulai terjadi di berbagai daerah menuntut penghulu memiliki keterampilan komunikasi yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami membaca data bahwa tren pernikahan campuran tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah-daerah. Maka, konteks komunikasi lintas budaya mendapatkan momentumnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Zudi turut mendorong penghulu memperkuat literasi digital dan teknologi informasi. Menurutnya, kerja-kerja penghulu perlu lebih dikenal publik agar kontribusi KUA dalam pelayanan umat dan pembangunan keluarga semakin terlihat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini publik perlu tahu apa yang dikerjakan penghulu. Penghulu harus speak up, inilah kami, penghulu dengan kapasitas maksimal,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
