<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Perkirakan El Nino di Indonesia Segera Aktif dan Bertahan Hingga 2027</title><description>BMKG memperkirakan El Nino di Indonesia akan melanda pada Agustus 2026,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223813/bmkg-perkirakan-el-nino-di-indonesia-segera-aktif-dan-bertahan-hingga-2027</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223813/bmkg-perkirakan-el-nino-di-indonesia-segera-aktif-dan-bertahan-hingga-2027"/><item><title>BMKG Perkirakan El Nino di Indonesia Segera Aktif dan Bertahan Hingga 2027</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223813/bmkg-perkirakan-el-nino-di-indonesia-segera-aktif-dan-bertahan-hingga-2027</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/10/337/3223813/bmkg-perkirakan-el-nino-di-indonesia-segera-aktif-dan-bertahan-hingga-2027</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2026 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223813/ilustrasi-9CWi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/10/337/3223813/ilustrasi-9CWi_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino di Indonesia akan segera aktif. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa fenomena ini bisa berlangsung hingga tahun 2027 mendatang.&#13;
&#13;
Teuku Faisal menjelaskan, data suhu muka laut di Samudra Pasifik pada Mei 2026 menunjukkan bahwa nilai anomali bulanan adalah sebesar +1,0. Sementara itu, di Samudra Hindia, pemantauan suhu muka laut menunjukkan indeks IOD sebesar -0,56.&#13;
&#13;
Menurutnya, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batasan netral selama lima dasarian.&#13;
&#13;
&amp;quot;BMKG memprediksi bahwa fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027, dengan peluang intensitas El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%,&amp;quot; kata Teuku, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, di Samudra Hindia, terdapat kemungkinan terjadinya IOD positif pada periode bulan Juli hingga November 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fenomena El Nino diketahui menyebabkan penyimpangan iklim di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Indonesia, dengan pola dan periode dampak yang berbeda-beda,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Indonesia bakal terjadi pada bulan Agustus 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 369 zona musim yang mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026,&amp;quot; ucap Teuku.&#13;
&#13;
Bahkan, kata Teuku, durasi dari musim kemarau di Indonesia bakal lebih panjang dari kondisi normalnya. &amp;quot;Durasinya di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut bahwa untuk saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 200 zona musim atau 11,83 persen luas daratan Indonesia telah mengalami musim kemarau,&amp;quot; kata Ardha dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Adapun sebagian wilayah yang sudah mengalami kemarau tersebut, yakni Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena El Nino di Indonesia akan segera aktif. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa fenomena ini bisa berlangsung hingga tahun 2027 mendatang.&#13;
&#13;
Teuku Faisal menjelaskan, data suhu muka laut di Samudra Pasifik pada Mei 2026 menunjukkan bahwa nilai anomali bulanan adalah sebesar +1,0. Sementara itu, di Samudra Hindia, pemantauan suhu muka laut menunjukkan indeks IOD sebesar -0,56.&#13;
&#13;
Menurutnya, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batasan netral selama lima dasarian.&#13;
&#13;
&amp;quot;BMKG memprediksi bahwa fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027, dengan peluang intensitas El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%,&amp;quot; kata Teuku, Rabu (10/6/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, di Samudra Hindia, terdapat kemungkinan terjadinya IOD positif pada periode bulan Juli hingga November 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fenomena El Nino diketahui menyebabkan penyimpangan iklim di berbagai belahan dunia, tidak hanya di Indonesia, dengan pola dan periode dampak yang berbeda-beda,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Indonesia bakal terjadi pada bulan Agustus 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Puncak musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 369 zona musim yang mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026,&amp;quot; ucap Teuku.&#13;
&#13;
Bahkan, kata Teuku, durasi dari musim kemarau di Indonesia bakal lebih panjang dari kondisi normalnya. &amp;quot;Durasinya di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut bahwa untuk saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 200 zona musim atau 11,83 persen luas daratan Indonesia telah mengalami musim kemarau,&amp;quot; kata Ardha dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Adapun sebagian wilayah yang sudah mengalami kemarau tersebut, yakni Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Selatan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
