<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, yang Berani Melintas Bakal Dibombardir!</title><description>Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan baru terhadap &quot;berbagai target&quot; di Iran atas perintah Presiden Donald Trump. Iran pun membalas dengan melakukan serangan terhadap pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait serta dua kapal di Selat Hormuz.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/18/3223867/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-yang-berani-melintas-bakal-dibombardir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/11/18/3223867/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-yang-berani-melintas-bakal-dibombardir"/><item><title>Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, yang Berani Melintas Bakal Dibombardir!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/18/3223867/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-yang-berani-melintas-bakal-dibombardir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/11/18/3223867/iran-kembali-tutup-selat-hormuz-yang-berani-melintas-bakal-dibombardir</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2026 08:26 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/11/18/3223867/selat_hormuz-i9lT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iran kembali tutup Selat Hormuz (Foto: Ilustrasi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/11/18/3223867/selat_hormuz-i9lT_large.jpg</image><title>Iran kembali tutup Selat Hormuz (Foto: Ilustrasi/Reuters)</title></images><description>TEHERAN&amp;nbsp;- Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan baru terhadap &amp;quot;berbagai target&amp;quot; di Iran atas perintah Presiden Donald Trump. Iran pun membalas dengan melakukan serangan terhadap pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait serta dua kapal di Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Militer AS menyebutkan, serangan pada Rabu 10 Juni 2026 malam itu adalah &amp;quot;sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan&amp;quot;. Sementara media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di Pulau Qeshm dan di kota Bandar Abbas dan Sirik di sepanjang Selat Hormuz, sebagaimana dilansir Aljazeera, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
Ledakan juga menghantam kota Kargan di selatan, melukai setidaknya dua orang. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh AS melakukan &amp;quot;pelanggaran berulang&amp;quot; terhadap gencatan senjata April mereka, dan mengatakan Selat Hormuz &amp;quot;ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut&amp;quot;.&#13;
&#13;
Pernyataan itu menyebutkan seluruh lalu lintas di jalur perairan vital tersebut, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, akan terpengaruh, dan dengan tegas menolak klaim AS sebelumnya bahwa mereka telah membantu kapal-kapal melewati selat tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
IRGC menambahkan &amp;ldquo;dua kapal tanker minyak yang mencoba melewati selat secara ilegal telah dihantam&amp;rdquo;. Mereka juga mengklaim serangan terhadap Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem serta Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait.&#13;
&#13;
Eskalasi ini terjadi sehari setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan terkait jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Kedua pilot tersebut kemudian diselamatkan di perairan tersebut.&#13;
&#13;
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS akan menyerang Iran &amp;quot;dengan sangat keras&amp;quot;. &amp;ldquo;Kita lihat saja apa yang terjadi dengan kesepakatan itu. Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan. Tapi mereka terus mengulur waktu. Mereka terus memperlakukan kita seperti orang bodoh,&amp;rdquo; katanya di Gedung Putih.&#13;
&#13;
Sebelumnya, ia menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social miliknya bahwa Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan perdamaian dan &amp;quot;sekarang mereka harus membayar harganya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan Fox News, ia juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara itu tidak mau menandatangani perjanjian.&#13;
&#13;
Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam ancaman Trump dalam sebuah unggahan di X.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Infrastruktur penting adalah denyut nadi kehidupan rakyat. Ancaman untuk menargetkan infrastruktur tersebut &amp;ndash; mulai dari jaringan transportasi hingga industri listrik dan air &amp;ndash; bukanlah demonstrasi kekuatan, melainkan tanda keputusasaan dalam menghadapi tekad suatu bangsa,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iran, dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan para spesialisnya, persatuan nasional, dan solidaritas, akan berdiri teguh menghadapi tekanan atau ancaman apa pun,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>TEHERAN&amp;nbsp;- Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan baru terhadap &amp;quot;berbagai target&amp;quot; di Iran atas perintah Presiden Donald Trump. Iran pun membalas dengan melakukan serangan terhadap pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait serta dua kapal di Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Militer AS menyebutkan, serangan pada Rabu 10 Juni 2026 malam itu adalah &amp;quot;sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan&amp;quot;. Sementara media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di Pulau Qeshm dan di kota Bandar Abbas dan Sirik di sepanjang Selat Hormuz, sebagaimana dilansir Aljazeera, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
Ledakan juga menghantam kota Kargan di selatan, melukai setidaknya dua orang. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh AS melakukan &amp;quot;pelanggaran berulang&amp;quot; terhadap gencatan senjata April mereka, dan mengatakan Selat Hormuz &amp;quot;ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut&amp;quot;.&#13;
&#13;
Pernyataan itu menyebutkan seluruh lalu lintas di jalur perairan vital tersebut, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, akan terpengaruh, dan dengan tegas menolak klaim AS sebelumnya bahwa mereka telah membantu kapal-kapal melewati selat tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
IRGC menambahkan &amp;ldquo;dua kapal tanker minyak yang mencoba melewati selat secara ilegal telah dihantam&amp;rdquo;. Mereka juga mengklaim serangan terhadap Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem serta Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait.&#13;
&#13;
Eskalasi ini terjadi sehari setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan terkait jatuhnya helikopter Apache AS di Selat Hormuz. Kedua pilot tersebut kemudian diselamatkan di perairan tersebut.&#13;
&#13;
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa AS akan menyerang Iran &amp;quot;dengan sangat keras&amp;quot;. &amp;ldquo;Kita lihat saja apa yang terjadi dengan kesepakatan itu. Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan. Tapi mereka terus mengulur waktu. Mereka terus memperlakukan kita seperti orang bodoh,&amp;rdquo; katanya di Gedung Putih.&#13;
&#13;
Sebelumnya, ia menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social miliknya bahwa Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan perdamaian dan &amp;quot;sekarang mereka harus membayar harganya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan Fox News, ia juga mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara itu tidak mau menandatangani perjanjian.&#13;
&#13;
Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam ancaman Trump dalam sebuah unggahan di X.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Infrastruktur penting adalah denyut nadi kehidupan rakyat. Ancaman untuk menargetkan infrastruktur tersebut &amp;ndash; mulai dari jaringan transportasi hingga industri listrik dan air &amp;ndash; bukanlah demonstrasi kekuatan, melainkan tanda keputusasaan dalam menghadapi tekad suatu bangsa,&amp;rdquo; tulisnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iran, dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan para spesialisnya, persatuan nasional, dan solidaritas, akan berdiri teguh menghadapi tekanan atau ancaman apa pun,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
