<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GKB-NU: Setiap Kritik Harus Dalam Koridor Konstitusi, Jaga Persatuan!</title><description>Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut secara objektif memang menyentuh kepentingan ekonomi yang sangat besar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/337/3224042/gkb-nu-setiap-kritik-harus-dalam-koridor-konstitusi-jaga-persatuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/11/337/3224042/gkb-nu-setiap-kritik-harus-dalam-koridor-konstitusi-jaga-persatuan"/><item><title>GKB-NU: Setiap Kritik Harus Dalam Koridor Konstitusi, Jaga Persatuan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/337/3224042/gkb-nu-setiap-kritik-harus-dalam-koridor-konstitusi-jaga-persatuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/11/337/3224042/gkb-nu-setiap-kritik-harus-dalam-koridor-konstitusi-jaga-persatuan</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2026 21:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/11/337/3224042/pbnu-2Eka_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/11/337/3224042/pbnu-2Eka_large.jpg</image><title>Inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengingatkan masyarakat untuk bersikap kritis terhadap berbagai narasi politik yang berkembang agar tidak terjebak pada agenda&amp;nbsp;asing yang mengganggu stabilitas nasional.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi menyikapi adanya isu aksi besar-besaran sebagai gelombang protes kepada pemerintah yang saat ini sedang fokus menjalankan agenda pro rakyat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kurang dari dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, sejumlah kebijakan strategis telah diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional,&amp;quot; ujar Hery di Jakarta, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah saat ini kata dia terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan penguasaan negara terhadap rantai produksi sumber daya strategis agar manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden Prabowo berulang kali menegaskan pentingnya pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, penguatan ketahanan pangan, serta kemandirian energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut secara objektif memang menyentuh kepentingan ekonomi yang sangat besar.&#13;
&#13;
GKB-NU menilai berbagai program penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan stabilitas politik dan dukungan seluruh elemen bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
GKB-NU mengingatkan agar setiap kritik maupun gerakan politik tetap berada dalam koridor konstitusi, demokrasi, dan kepentingan nasional.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, tuduhan, maupun mobilisasi opini publik harus didasarkan pada fakta dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar spekulasi atau propaganda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak ingin bangsa ini terjebak pada polarisasi yang berkepanjangan. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengawasan yang konstruktif, kritik yang objektif, serta dukungan terhadap program-program yang terbukti bertujuan memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan nasional serta mengawal setiap kebijakan pemerintah secara kritis namun proporsional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam situasi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, stabilitas nasional merupakan modal penting untuk memastikan agenda pembangunan dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengingatkan masyarakat untuk bersikap kritis terhadap berbagai narasi politik yang berkembang agar tidak terjebak pada agenda&amp;nbsp;asing yang mengganggu stabilitas nasional.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi menyikapi adanya isu aksi besar-besaran sebagai gelombang protes kepada pemerintah yang saat ini sedang fokus menjalankan agenda pro rakyat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam kurang dari dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo, sejumlah kebijakan strategis telah diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional,&amp;quot; ujar Hery di Jakarta, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah saat ini kata dia terus mendorong hilirisasi industri dan penguatan penguasaan negara terhadap rantai produksi sumber daya strategis agar manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden Prabowo berulang kali menegaskan pentingnya pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, penguatan ketahanan pangan, serta kemandirian energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa,&amp;quot; terangnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut secara objektif memang menyentuh kepentingan ekonomi yang sangat besar.&#13;
&#13;
GKB-NU menilai berbagai program penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, dan hilirisasi merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan stabilitas politik dan dukungan seluruh elemen bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
GKB-NU mengingatkan agar setiap kritik maupun gerakan politik tetap berada dalam koridor konstitusi, demokrasi, dan kepentingan nasional.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, tuduhan, maupun mobilisasi opini publik harus didasarkan pada fakta dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar spekulasi atau propaganda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tidak ingin bangsa ini terjebak pada polarisasi yang berkepanjangan. Yang dibutuhkan saat ini adalah pengawasan yang konstruktif, kritik yang objektif, serta dukungan terhadap program-program yang terbukti bertujuan memperkuat kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi nasional,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan nasional serta mengawal setiap kebijakan pemerintah secara kritis namun proporsional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam situasi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, stabilitas nasional merupakan modal penting untuk memastikan agenda pembangunan dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
