<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Isu Penculikan Mama Sinta, Pangdam Mandala Trikora: Tidak Ada Anggota TNI Terlibat!</title><description>Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memastikan, informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/340/3223919/heboh-isu-penculikan-mama-sinta-pangdam-mandala-trikora-tidak-ada-anggota-tni-terlibat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/11/340/3223919/heboh-isu-penculikan-mama-sinta-pangdam-mandala-trikora-tidak-ada-anggota-tni-terlibat"/><item><title>Heboh Isu Penculikan Mama Sinta, Pangdam Mandala Trikora: Tidak Ada Anggota TNI Terlibat!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/11/340/3223919/heboh-isu-penculikan-mama-sinta-pangdam-mandala-trikora-tidak-ada-anggota-tni-terlibat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/11/340/3223919/heboh-isu-penculikan-mama-sinta-pangdam-mandala-trikora-tidak-ada-anggota-tni-terlibat</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2026 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/11/340/3223919/tni-Y1On_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/11/340/3223919/tni-Y1On_large.jpg</image><title>Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia/ist</title></images><description>PAPUA - &amp;nbsp;Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan, bahwa tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam isu dugaan penculikan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta yang viral di media sosial.&#13;
&#13;
Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memastikan, informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, tidak ada tindakan pemaksaan dalam keberangkatan Mama Yasinta ke Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan,&amp;quot; kat Frits Wilem, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jenderal Kopassus ini menambahkan, klarifikasi utama justru datang dari Mama Yasinta sendiri sebagai pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut. Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat, termasuk penggunaan pesawat tertentu dalam proses pemindahan. Ia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidaklah benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,&amp;rdquo; tegas Frits.&#13;
&#13;
Mantan Danrem 173/Praja Vira Braja ini menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus Mama Yasinta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, berkembangnya isu ini tidak lepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Frits juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TNI berharap polemik terkait Mama Sinta tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA - &amp;nbsp;Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan, bahwa tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam isu dugaan penculikan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta yang viral di media sosial.&#13;
&#13;
Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia memastikan, informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, tidak ada tindakan pemaksaan dalam keberangkatan Mama Yasinta ke Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan,&amp;quot; kat Frits Wilem, Kamis (11/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jenderal Kopassus ini menambahkan, klarifikasi utama justru datang dari Mama Yasinta sendiri sebagai pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut. Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat, termasuk penggunaan pesawat tertentu dalam proses pemindahan. Ia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidaklah benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,&amp;rdquo; tegas Frits.&#13;
&#13;
Mantan Danrem 173/Praja Vira Braja ini menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus Mama Yasinta.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, berkembangnya isu ini tidak lepas dari kurangnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi menyesatkan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Frits juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;TNI berharap polemik terkait Mama Sinta tidak berkembang menjadi disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas, khususnya di wilayah Papua Selatan,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
