<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Mahasiswa Memanas, Sempat Terjadi Dorong-dorongan dengan Polisi&amp;nbsp;</title><description>Aksi demonstrasi mahasiswa yang hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian. Massa aksi dan petugas terlibat aksi saling dorong di kawasan Simpang Susun Semanggi setelah akses menuju Jalan Sudirman ditutup sementara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/12/337/3224171/demo-mahasiswa-memanas-sempat-terjadi-dorong-dorongan-dengan-polisi-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/12/337/3224171/demo-mahasiswa-memanas-sempat-terjadi-dorong-dorongan-dengan-polisi-nbsp"/><item><title>Demo Mahasiswa Memanas, Sempat Terjadi Dorong-dorongan dengan Polisi&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/12/337/3224171/demo-mahasiswa-memanas-sempat-terjadi-dorong-dorongan-dengan-polisi-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/12/337/3224171/demo-mahasiswa-memanas-sempat-terjadi-dorong-dorongan-dengan-polisi-nbsp</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2026 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/12/337/3224171/demo_mahasiswa_memanas-CyzR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Mahasiswa Memanas (foto: Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/12/337/3224171/demo_mahasiswa_memanas-CyzR_large.jpg</image><title>Demo Mahasiswa Memanas (foto: Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Aksi demonstrasi mahasiswa yang hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian. Massa aksi dan petugas terlibat aksi saling dorong di kawasan Simpang Susun Semanggi setelah akses menuju Jalan Sudirman ditutup sementara.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lokasi, penutupan jalan dilakukan di area Simpang Susun Semanggi. Pengendara dari arah selatan dialihkan menuju kawasan Kuningan dan Pancoran. Lokasi tersebut juga menjadi titik berkumpulnya massa mahasiswa yang hendak menggelar aksi di Bundaran HI.&#13;
&#13;
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan massa aksi sempat tertahan karena tidak diperkenankan melintas menuju lokasi demonstrasi yang telah ditentukan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,&amp;quot; kata Dimas, Jumat (12/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pihak mahasiswa telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian dan juga mengumumkan lokasi demonstrasi melalui media sosial. Namun, massa justru diminta memindahkan titik aksi ke kawasan Gedung DPR/MPR.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketegangan kemudian terjadi saat massa meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Karena tidak mendapatkan respons sesuai harapan, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sempat. Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan. Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian mengizinkan massa mahasiswa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau longmarch menuju Bundaran HI. Para peserta aksi tampak berjalan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan selama perjalanan.&#13;
&#13;
Sementara itu, bus yang mengangkut massa aksi tidak diperbolehkan melintas ke Jalan Sudirman dan dialihkan menuju kawasan Kuningan. Anandaku menyebut jumlah peserta aksi yang sempat tertahan mencapai sekitar 700 orang yang datang menggunakan 14 unit bus.&#13;
&#13;
Ia menegaskan massa aksi tetap bersikeras menggelar demonstrasi di Bundaran HI dan menolak memindahkan lokasi aksi. Menurutnya, pemilihan Bundaran HI sebagai titik unjuk rasa telah menjadi kesepakatan bersama seluruh peserta aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Aksi demonstrasi mahasiswa yang hendak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) sempat diwarnai ketegangan dengan aparat kepolisian. Massa aksi dan petugas terlibat aksi saling dorong di kawasan Simpang Susun Semanggi setelah akses menuju Jalan Sudirman ditutup sementara.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lokasi, penutupan jalan dilakukan di area Simpang Susun Semanggi. Pengendara dari arah selatan dialihkan menuju kawasan Kuningan dan Pancoran. Lokasi tersebut juga menjadi titik berkumpulnya massa mahasiswa yang hendak menggelar aksi di Bundaran HI.&#13;
&#13;
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan massa aksi sempat tertahan karena tidak diperkenankan melintas menuju lokasi demonstrasi yang telah ditentukan sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena kita dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup,&amp;quot; kata Dimas, Jumat (12/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, pihak mahasiswa telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian dan juga mengumumkan lokasi demonstrasi melalui media sosial. Namun, massa justru diminta memindahkan titik aksi ke kawasan Gedung DPR/MPR.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ketegangan kemudian terjadi saat massa meminta akses menuju Bundaran HI dibuka. Karena tidak mendapatkan respons sesuai harapan, aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sempat. Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan. Sekitar pukul 14.00 WIB, aparat kepolisian mengizinkan massa mahasiswa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau longmarch menuju Bundaran HI. Para peserta aksi tampak berjalan sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan selama perjalanan.&#13;
&#13;
Sementara itu, bus yang mengangkut massa aksi tidak diperbolehkan melintas ke Jalan Sudirman dan dialihkan menuju kawasan Kuningan. Anandaku menyebut jumlah peserta aksi yang sempat tertahan mencapai sekitar 700 orang yang datang menggunakan 14 unit bus.&#13;
&#13;
Ia menegaskan massa aksi tetap bersikeras menggelar demonstrasi di Bundaran HI dan menolak memindahkan lokasi aksi. Menurutnya, pemilihan Bundaran HI sebagai titik unjuk rasa telah menjadi kesepakatan bersama seluruh peserta aksi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
