<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase</title><description>Penahanan U Min Zin terjadi menjelang kunjungan Pemimpin Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing ke Beijing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/13/18/3224253/china-tangkap-warga-negara-as-atas-tuduhan-spionase</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/13/18/3224253/china-tangkap-warga-negara-as-atas-tuduhan-spionase"/><item><title>China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/13/18/3224253/china-tangkap-warga-negara-as-atas-tuduhan-spionase</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/13/18/3224253/china-tangkap-warga-negara-as-atas-tuduhan-spionase</guid><pubDate>Sabtu 13 Juni 2026 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/12/18/3224253/ilustrasi-0p4j_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/12/18/3224253/ilustrasi-0p4j_large.jpeg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>BEIJING - Kementerian Luar Negeri China telah mengonfirmasi penangkapan seorang akademisi Amerika Serikat (AS), menuduhnya melakukan spionase dan membahayakan keamanan nasional China.&#13;
&#13;
U Min Zin, seorang direktur di sebuah lembaga think tank (wadah pemikir) yang berfokus pada Myanmar, ditangkap pada awal Juni, menurut sumber yang sebelumnya dikutip oleh New York Times.&#13;
&#13;
Ia diduga menghilang saat berada di Kota Kunming, China, yang berbatasan dengan Myanmar, menurut laporan tersebut. Rincian lebih lanjut tentang penangkapan tersebut &amp;mdash; yang tergolong tidak biasa, karena jarang bagi China untuk menangkap warga negara AS atas tuduhan keamanan nasional &amp;mdash; belum diketahui secara pasti.&#13;
&#13;
Penahanan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, di mana pemimpin AS tersebut menerima sambutan yang meriah.&#13;
&#13;
Hal ini juga terjadi menjelang kunjungan Pemimpin Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing ke Beijing akhir pekan depan.&#13;
&#13;
Beijing dikenal memiliki hubungan dekat dengan junta Myanmar, pemerintah militer negara itu yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021.&#13;
&#13;
Min Zin, yang dikenal sebagai aktivis mahasiswa selama gerakan pro-demokrasi Myanmar tahun 1988, sempat melarikan diri ke Thailand untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah militer. Ia kemudian pergi ke AS untuk belajar dan kembali ke Myanmar pada tahun 2010.&#13;
&#13;
Menurut New York Times, saat ini ia tinggal di Thailand, tetapi kerap menghabiskan waktu di AS dan Myanmar.&#13;
&#13;
Min Zin saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Institut Studi Strategis dan Kebijakan Myanmar (ISP-Myanmar), sebuah lembaga think tank yang berbasis di Thailand yang mempelajari peran China di Myanmar, termasuk kepentingan, hubungan, dan pengaruh regional China.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Pusat Inovasi Sosial dan Kebijakan Luar Negeri, ia juga saat ini merupakan mahasiswa doktoral di Universitas California, Berkeley.&#13;
&#13;
Min Zin berada di Kunming untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 3 Juni ketika ia ditangkap di bandara, menurut kantor berita AFP, yang mengutip beberapa sumber.&#13;
&#13;
Salah satu sumber yang berbicara kepada AFP mengatakan bahwa keluarganya &amp;quot;khawatir&amp;quot; dan mereka &amp;quot;sedang menindaklanjuti&amp;quot; kasus ini dengan Konsulat AS di Guangzhou, China.&#13;
&#13;
Min Zin dijadwalkan untuk berbicara di sebuah konferensi di Kathmandu akhir bulan ini.&#13;
</description><content:encoded>BEIJING - Kementerian Luar Negeri China telah mengonfirmasi penangkapan seorang akademisi Amerika Serikat (AS), menuduhnya melakukan spionase dan membahayakan keamanan nasional China.&#13;
&#13;
U Min Zin, seorang direktur di sebuah lembaga think tank (wadah pemikir) yang berfokus pada Myanmar, ditangkap pada awal Juni, menurut sumber yang sebelumnya dikutip oleh New York Times.&#13;
&#13;
Ia diduga menghilang saat berada di Kota Kunming, China, yang berbatasan dengan Myanmar, menurut laporan tersebut. Rincian lebih lanjut tentang penangkapan tersebut &amp;mdash; yang tergolong tidak biasa, karena jarang bagi China untuk menangkap warga negara AS atas tuduhan keamanan nasional &amp;mdash; belum diketahui secara pasti.&#13;
&#13;
Penahanan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, di mana pemimpin AS tersebut menerima sambutan yang meriah.&#13;
&#13;
Hal ini juga terjadi menjelang kunjungan Pemimpin Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing ke Beijing akhir pekan depan.&#13;
&#13;
Beijing dikenal memiliki hubungan dekat dengan junta Myanmar, pemerintah militer negara itu yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021.&#13;
&#13;
Min Zin, yang dikenal sebagai aktivis mahasiswa selama gerakan pro-demokrasi Myanmar tahun 1988, sempat melarikan diri ke Thailand untuk menghindari penangkapan oleh pemerintah militer. Ia kemudian pergi ke AS untuk belajar dan kembali ke Myanmar pada tahun 2010.&#13;
&#13;
Menurut New York Times, saat ini ia tinggal di Thailand, tetapi kerap menghabiskan waktu di AS dan Myanmar.&#13;
&#13;
Min Zin saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Institut Studi Strategis dan Kebijakan Myanmar (ISP-Myanmar), sebuah lembaga think tank yang berbasis di Thailand yang mempelajari peran China di Myanmar, termasuk kepentingan, hubungan, dan pengaruh regional China.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Pusat Inovasi Sosial dan Kebijakan Luar Negeri, ia juga saat ini merupakan mahasiswa doktoral di Universitas California, Berkeley.&#13;
&#13;
Min Zin berada di Kunming untuk menghadiri pertemuan pada tanggal 3 Juni ketika ia ditangkap di bandara, menurut kantor berita AFP, yang mengutip beberapa sumber.&#13;
&#13;
Salah satu sumber yang berbicara kepada AFP mengatakan bahwa keluarganya &amp;quot;khawatir&amp;quot; dan mereka &amp;quot;sedang menindaklanjuti&amp;quot; kasus ini dengan Konsulat AS di Guangzhou, China.&#13;
&#13;
Min Zin dijadwalkan untuk berbicara di sebuah konferensi di Kathmandu akhir bulan ini.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
