<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BGN Bantah Narasi Bagi Keuntungan Program MBG ke Presiden: Hoaks!</title><description>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, membantah narasi yang beredar di media sosial terkait adanya pembagian atau setoran keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/14/337/3224384/kepala-bgn-bantah-narasi-bagi-keuntungan-program-mbg-ke-presiden-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/14/337/3224384/kepala-bgn-bantah-narasi-bagi-keuntungan-program-mbg-ke-presiden-hoaks"/><item><title>Kepala BGN Bantah Narasi Bagi Keuntungan Program MBG ke Presiden: Hoaks!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/14/337/3224384/kepala-bgn-bantah-narasi-bagi-keuntungan-program-mbg-ke-presiden-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/14/337/3224384/kepala-bgn-bantah-narasi-bagi-keuntungan-program-mbg-ke-presiden-hoaks</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2026 01:10 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/13/337/3224384/kepala_badan_gizi_nasional_nanik-ri6x_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/13/337/3224384/kepala_badan_gizi_nasional_nanik-ri6x_large.jpg</image><title>Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, membantah narasi yang beredar di media sosial terkait adanya pembagian atau setoran keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks.&#13;
&#13;
Nanik juga membantah narasi yang mencatut namanya terkait pernyataan mengenai mantan Wakil Kepala BGN, Dadan Hindayana. Menurutnya, ia tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar di berbagai platform media sosial maupun aplikasi percakapan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,&amp;quot; ujar Nanik, Sabtu (13/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nanik, penyebaran informasi yang mengatasnamakan pejabat publik tanpa dasar yang jelas berpotensi menyesatkan masyarakat dan memicu kegaduhan di ruang publik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
BGN menegaskan seluruh informasi dan pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi, baik melalui keterangan pers, situs resmi, maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, informasi yang beredar di luar kanal resmi tidak dapat dijadikan rujukan yang sah.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Nanik mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat manipulatif, provokatif, maupun mengandung unsur fitnah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, membantah narasi yang beredar di media sosial terkait adanya pembagian atau setoran keuntungan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks.&#13;
&#13;
Nanik juga membantah narasi yang mencatut namanya terkait pernyataan mengenai mantan Wakil Kepala BGN, Dadan Hindayana. Menurutnya, ia tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar di berbagai platform media sosial maupun aplikasi percakapan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan,&amp;quot; ujar Nanik, Sabtu (13/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Nanik, penyebaran informasi yang mengatasnamakan pejabat publik tanpa dasar yang jelas berpotensi menyesatkan masyarakat dan memicu kegaduhan di ruang publik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
BGN menegaskan seluruh informasi dan pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi, baik melalui keterangan pers, situs resmi, maupun akun media sosial yang telah terverifikasi.&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, informasi yang beredar di luar kanal resmi tidak dapat dijadikan rujukan yang sah.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Nanik mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta serta tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat manipulatif, provokatif, maupun mengandung unsur fitnah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
