<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Filipina Diguncang Gempa Besar M6,2, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</title><description>Berdasarkan hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/15/337/3224693/breaking-news-filipina-diguncang-gempa-besar-m6-2-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/15/337/3224693/breaking-news-filipina-diguncang-gempa-besar-m6-2-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia"/><item><title>Breaking News! Filipina Diguncang Gempa Besar M6,2, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/15/337/3224693/breaking-news-filipina-diguncang-gempa-besar-m6-2-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/15/337/3224693/breaking-news-filipina-diguncang-gempa-besar-m6-2-tidak-berpotensi-tsunami-di-indonesia</guid><pubDate>Senin 15 Juni 2026 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/15/337/3224693/gempa-vozD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Filipina Diguncang Gempa Besar M6,2, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/15/337/3224693/gempa-vozD_large.jpg</image><title>Filipina Diguncang Gempa Besar M6,2, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia/Okezone</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 di wilayah Mindanao, Filipina tak berdampak tsunami di Indonesia.&#13;
&#13;
Gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,99&amp;deg; LU ; 126,83&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut wilayah 143 km Utara Pulau Karatung-Sulut pada kedalaman 93 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Laut Filipina,&amp;quot; kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.&#13;
&#13;
Laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah di wilayah Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; terang Wijayanto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga pukul 16.35.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat khususnya di wilayah pesisir agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 di wilayah Mindanao, Filipina tak berdampak tsunami di Indonesia.&#13;
&#13;
Gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,99&amp;deg; LU ; 126,83&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di laut wilayah 143 km Utara Pulau Karatung-Sulut pada kedalaman 93 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Laut Filipina,&amp;quot; kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil analisis, mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik.&#13;
&#13;
Laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah di wilayah Rainis, Miangas, Naha, Tahuna, Melonguane, dan Beo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;quot; terang Wijayanto.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hingga pukul 16.35.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, BMKG mengimbau masyarakat khususnya di wilayah pesisir agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
