<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol</title><description>Kesepakatan Iran dan AS secara formal dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/18/3224837/as-selat-hormuz-terbuka-untuk-dilalui-semua-kapal-tanpa-biaya-tol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/16/18/3224837/as-selat-hormuz-terbuka-untuk-dilalui-semua-kapal-tanpa-biaya-tol"/><item><title>AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/18/3224837/as-selat-hormuz-terbuka-untuk-dilalui-semua-kapal-tanpa-biaya-tol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/16/18/3224837/as-selat-hormuz-terbuka-untuk-dilalui-semua-kapal-tanpa-biaya-tol</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2026 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/16/18/3224837/ilustrasi-5CEZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/16/18/3224837/ilustrasi-5CEZ_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan bahwa kapal-kapal akan melewati Selat Hormuz tanpa biaya tol berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai dengan Iran. Washington menegaskan bahwa Teheran harus memenuhi komitmennya sebelum menerima manfaat ekonomi apa pun.&#13;
&#13;
Komitmen tersebut termasuk kemungkinan dana rekonstruksi sebesar USD300 miliar untuk negara yang porak-poranda akibat perang, tetapi pencairan dana akan &amp;quot;dikaitkan dengan kinerja,&amp;quot; kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan.&#13;
&#13;
Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada Minggu (14/6/2026), kata para pejabat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena ia ingin menunjukkan dedikasinya pada proses tersebut,&amp;quot; kata salah satu pejabat AS dengan syarat anonim, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
&amp;quot;MoU tersebut hanya sekitar satu setengah halaman, jadi ini adalah dokumen yang sangat umum,&amp;quot; kata Vance kepada CNN.&#13;
&#13;
Vance akan memimpin pembicaraan minggu ini dan menghadiri upacara penandatanganan fisik yang diperkirakan akan diadakan di Jenewa, Swiss.&#13;
&#13;
Normalisasi Selat Hormuz&#13;
&#13;
Penandatanganan ini akan memulai periode 60 hari di mana Iran dan Amerika Serikat akan mencoba untuk mencapai kesepakatan perdamaian skala penuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memprioritaskan diskusi nuklir,&amp;quot; kata seorang pejabat AS dalam panggilan telepon tersebut.&#13;
&#13;
Namun, hambatan di Selat Hormuz menjadi prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.&#13;
&#13;
Vance mengatakan kepada CNBC bahwa ada kesepahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali &amp;quot;secara bebas hambatan untuk jangka panjang, dan itulah yang akan kita cari tahu dalam negosiasi teknis ini.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Trump sendiri mengatakan selat penting itu akan &amp;quot;sepenuhnya terbuka&amp;quot; mulai Jumat (19/6/2026), tetapi menambahkan bahwa masih ada &amp;quot;perburuan&amp;quot; yang berlangsung untuk memastikan selat tersebut bebas ranjau.&#13;
&#13;
Lalu lintas pengiriman diperkirakan akan kembali ke tingkat sebelum perang &amp;quot;dalam beberapa minggu ke depan,&amp;quot; tetapi sudah ada &amp;quot;peningkatan lalu lintas yang substansial,&amp;quot; kata pejabat AS pertama.&#13;
&#13;
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin (15/6/2026) bahwa kesepakatan itu akan memungkinkan mereka untuk mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, alih-alih memberlakukan &amp;quot;tol&amp;quot;.&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan bahwa kapal-kapal akan melewati Selat Hormuz tanpa biaya tol berdasarkan kesepakatan damai yang dicapai dengan Iran. Washington menegaskan bahwa Teheran harus memenuhi komitmennya sebelum menerima manfaat ekonomi apa pun.&#13;
&#13;
Komitmen tersebut termasuk kemungkinan dana rekonstruksi sebesar USD300 miliar untuk negara yang porak-poranda akibat perang, tetapi pencairan dana akan &amp;quot;dikaitkan dengan kinerja,&amp;quot; kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan.&#13;
&#13;
Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada Minggu (14/6/2026), kata para pejabat tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena ia ingin menunjukkan dedikasinya pada proses tersebut,&amp;quot; kata salah satu pejabat AS dengan syarat anonim, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
&amp;quot;MoU tersebut hanya sekitar satu setengah halaman, jadi ini adalah dokumen yang sangat umum,&amp;quot; kata Vance kepada CNN.&#13;
&#13;
Vance akan memimpin pembicaraan minggu ini dan menghadiri upacara penandatanganan fisik yang diperkirakan akan diadakan di Jenewa, Swiss.&#13;
&#13;
Normalisasi Selat Hormuz&#13;
&#13;
Penandatanganan ini akan memulai periode 60 hari di mana Iran dan Amerika Serikat akan mencoba untuk mencapai kesepakatan perdamaian skala penuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin memprioritaskan diskusi nuklir,&amp;quot; kata seorang pejabat AS dalam panggilan telepon tersebut.&#13;
&#13;
Namun, hambatan di Selat Hormuz menjadi prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.&#13;
&#13;
Vance mengatakan kepada CNBC bahwa ada kesepahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali &amp;quot;secara bebas hambatan untuk jangka panjang, dan itulah yang akan kita cari tahu dalam negosiasi teknis ini.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Trump sendiri mengatakan selat penting itu akan &amp;quot;sepenuhnya terbuka&amp;quot; mulai Jumat (19/6/2026), tetapi menambahkan bahwa masih ada &amp;quot;perburuan&amp;quot; yang berlangsung untuk memastikan selat tersebut bebas ranjau.&#13;
&#13;
Lalu lintas pengiriman diperkirakan akan kembali ke tingkat sebelum perang &amp;quot;dalam beberapa minggu ke depan,&amp;quot; tetapi sudah ada &amp;quot;peningkatan lalu lintas yang substansial,&amp;quot; kata pejabat AS pertama.&#13;
&#13;
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin (15/6/2026) bahwa kesepakatan itu akan memungkinkan mereka untuk mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, alih-alih memberlakukan &amp;quot;tol&amp;quot;.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
