<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Catat 20 Kali Gempa Susulan Usai Gempa M6,7 di Palu</title><description>BMKG masih terus memonitor perkembangan situasi gempa di Palu. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224845/bmkg-catat-20-kali-gempa-susulan-usai-gempa-m6-7-di-palu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224845/bmkg-catat-20-kali-gempa-susulan-usai-gempa-m6-7-di-palu"/><item><title>BMKG Catat 20 Kali Gempa Susulan Usai Gempa M6,7 di Palu</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224845/bmkg-catat-20-kali-gempa-susulan-usai-gempa-m6-7-di-palu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224845/bmkg-catat-20-kali-gempa-susulan-usai-gempa-m6-7-di-palu</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2026 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/16/337/3224845/deputi_bidang_geofisika_bmkg_nelly_florida_riama-nQ9b_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/16/337/3224845/deputi_bidang_geofisika_bmkg_nelly_florida_riama-nQ9b_large.jpg</image><title>Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya 20 aktivitas gempa susulan (aftershock) pascagempa M6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Gempa dahsyat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan menimbulkan kepanikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,2,&amp;rdquo; ujarnya pada Selasa.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diberitakan, BMKG menjelaskan bahwa gempa tektonik M6,7 tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (normal fault).&#13;
&#13;
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03&amp;deg; LS; 120,24&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Nelly di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa.&#13;
&#13;
Guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI. Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.&#13;
&#13;
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa BMKG telah mengirim tim khusus ke lokasi bencana. Mereka akan melakukan survei sekaligus meninjau langsung dampak guncangan gempa di lapangan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadinya 20 aktivitas gempa susulan (aftershock) pascagempa M6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Gempa dahsyat tersebut menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan menimbulkan kepanikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadi 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,2,&amp;rdquo; ujarnya pada Selasa.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya.&#13;
&#13;
Sebagaimana diberitakan, BMKG menjelaskan bahwa gempa tektonik M6,7 tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (normal fault).&#13;
&#13;
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03&amp;deg; LS; 120,24&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Nelly di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa.&#13;
&#13;
Guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI. Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.&#13;
&#13;
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa BMKG telah mengirim tim khusus ke lokasi bencana. Mereka akan melakukan survei sekaligus meninjau langsung dampak guncangan gempa di lapangan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
