<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Palu Diguncang 71 Kali Gempa Susulan Pascagempa Dahsyat M6,7</title><description>Belum ada laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak gempa. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224860/palu-diguncang-71-kali-gempa-susulan-pascagempa-dahsyat-m6-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224860/palu-diguncang-71-kali-gempa-susulan-pascagempa-dahsyat-m6-7"/><item><title>Palu Diguncang 71 Kali Gempa Susulan Pascagempa Dahsyat M6,7</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224860/palu-diguncang-71-kali-gempa-susulan-pascagempa-dahsyat-m6-7</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/16/337/3224860/palu-diguncang-71-kali-gempa-susulan-pascagempa-dahsyat-m6-7</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2026 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/16/337/3224860/bmkg_laporan_gempa_susulan_terjadi_di_palu-huaK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG laporan gempa susulan terjadi di Palu. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/16/337/3224860/bmkg_laporan_gempa_susulan_terjadi_di_palu-huaK_large.jpg</image><title>BMKG laporan gempa susulan terjadi di Palu. </title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 71 kali gempa susulan terjadi pascagempa besar kekuatan M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal ini akibat aktivitas sesar Sausu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Update gempa bumi susulan Sausu M6,7 sampai pukul 14.30 WITA. Gempa bumi susulan hingga saat ini berjumlah 71,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03&amp;deg; LS; 120,24&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah. &amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Nelly dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI.&#13;
&#13;
Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. &amp;ldquo;Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan data yang komprehensif. Guna menjamin keselamatan warga, tim teknis BMKG terus memantau beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) yang berada di sekitar wilayah pusat gempa secara berkala.&#13;
&#13;
Hasil pemantauan instrumen di lapangan menunjukkan kondisi perairan yang stabil di beberapa titik kritis. Misalnya, stasiun pemantau di Parigi tidak mendeteksi kenaikan muka air laut sama sekali, stasiun pemantau di Poso juga menunjukkan hasil yang sama, yakni nihil pergerakan air laut yang mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sensor di Pelabuhan Pantoloan memang mencatat sedikit kenaikan muka air laut setinggi 7,5 cm, namun BMKG menegaskan bahwa fluktuasi kecil ini sama sekali tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 71 kali gempa susulan terjadi pascagempa besar kekuatan M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal ini akibat aktivitas sesar Sausu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Update gempa bumi susulan Sausu M6,7 sampai pukul 14.30 WITA. Gempa bumi susulan hingga saat ini berjumlah 71,&amp;rdquo; tulis BMKG dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa bumi ini terjadi pada pukul 10.27.44 WIB dengan kedalaman 16 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03&amp;deg; LS; 120,24&amp;deg; BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah. &amp;ldquo;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&amp;rdquo; kata Nelly dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Hasil analisis BMKG mencatat, guncangan gempa bumi ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai sejumlah dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI.&#13;
&#13;
Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.&#13;
&#13;
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan BMKG masih terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. &amp;ldquo;Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan data yang komprehensif. Guna menjamin keselamatan warga, tim teknis BMKG terus memantau beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) yang berada di sekitar wilayah pusat gempa secara berkala.&#13;
&#13;
Hasil pemantauan instrumen di lapangan menunjukkan kondisi perairan yang stabil di beberapa titik kritis. Misalnya, stasiun pemantau di Parigi tidak mendeteksi kenaikan muka air laut sama sekali, stasiun pemantau di Poso juga menunjukkan hasil yang sama, yakni nihil pergerakan air laut yang mencurigakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sensor di Pelabuhan Pantoloan memang mencatat sedikit kenaikan muka air laut setinggi 7,5 cm, namun BMKG menegaskan bahwa fluktuasi kecil ini sama sekali tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
