<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terluka Saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Tangan Kivlan Zen Diperban dan Berdarah</title><description>Eksekusi pemerintah terhadap lahan Hotel Sultan berlangsung ricuh. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/18/338/3225207/terluka-saat-hadang-eksekusi-hotel-sultan-tangan-kivlan-zen-diperban-dan-berdarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/18/338/3225207/terluka-saat-hadang-eksekusi-hotel-sultan-tangan-kivlan-zen-diperban-dan-berdarah"/><item><title>Terluka Saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Tangan Kivlan Zen Diperban dan Berdarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/18/338/3225207/terluka-saat-hadang-eksekusi-hotel-sultan-tangan-kivlan-zen-diperban-dan-berdarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/18/338/3225207/terluka-saat-hadang-eksekusi-hotel-sultan-tangan-kivlan-zen-diperban-dan-berdarah</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2026 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/18/338/3225207/mantan_kepala_staf_kostrad_kivlan_zen_terluka_saat_melakukan_aksi_penghadangan_eksekusi_lahan_hotel_sultan-7fu4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen terluka saat melakukan aksi penghadangan eksekusi lahan Hotel Sultan.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/18/338/3225207/mantan_kepala_staf_kostrad_kivlan_zen_terluka_saat_melakukan_aksi_penghadangan_eksekusi_lahan_hotel_sultan-7fu4_large.jpg</image><title>Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen terluka saat melakukan aksi penghadangan eksekusi lahan Hotel Sultan.</title></images><description>JAKARTA - Mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen mengalami luka-luka saat menghadang proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026). Lengan kiri Kivlan diperban setelah berdarah lantaran tergores kawat berduri yang membentang di lobi hotel.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, dirinya terluka lantaran ada yang menarik badannya dari belakang. Kala itu, Kivlan berdiri tepat di belakang kawat berduri untuk melobi aparat agar tidak melakukan eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Luka) karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri,&amp;quot; kata Kivlan sembari duduk di salah satu kursi di lobi.&#13;
&#13;
Kendati terluka, Kivlan tidak mempermasalahkannya. Baginya, luka itu menjadi bagian dari perjuangannya. &amp;quot;Enggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
Bambang menerangkan lahan Hotel Sultan tersebut merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka Asian Games IV.&#13;
&#13;
Bambang menyebut selama 50 tahun, aset atas lahan tersebut telah digunakan oleh PT Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam prosesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini aset yang strategis, yang kemudian Presiden juga menyampaikan bahwa nanti ketika dikembalikan kepada negara, aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Itu saja yang perlu kita sampaikan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen mengalami luka-luka saat menghadang proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (18/6/2026). Lengan kiri Kivlan diperban setelah berdarah lantaran tergores kawat berduri yang membentang di lobi hotel.&#13;
&#13;
Ia menuturkan, dirinya terluka lantaran ada yang menarik badannya dari belakang. Kala itu, Kivlan berdiri tepat di belakang kawat berduri untuk melobi aparat agar tidak melakukan eksekusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Luka) karena dorongan dari belakang, saya mau ini langsung kena kawat berduri,&amp;quot; kata Kivlan sembari duduk di salah satu kursi di lobi.&#13;
&#13;
Kendati terluka, Kivlan tidak mempermasalahkannya. Baginya, luka itu menjadi bagian dari perjuangannya. &amp;quot;Enggak apa-apa, jadi ada darah saya untuk perjuangan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
Bambang menerangkan lahan Hotel Sultan tersebut merupakan aset negara yang dibebaskan oleh pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka Asian Games IV.&#13;
&#13;
Bambang menyebut selama 50 tahun, aset atas lahan tersebut telah digunakan oleh PT Indobuildco dengan banyak kejanggalan dalam prosesnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi bisa dikatakan bahwa Indobuildco itu sudah punya privilege selama 50 tahun untuk menguasai aset ini,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini aset yang strategis, yang kemudian Presiden juga menyampaikan bahwa nanti ketika dikembalikan kepada negara, aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Itu saja yang perlu kita sampaikan,&amp;quot; sambungnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
