<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikap PDIP Dituding Abu-Abu, Ganjar: Kami Kritisi Kebijakan yang Tidak Sesuai Kepentingan Publik!</title><description>Menurut Ganjar, sikap abu-abu justru muncul ketika arah politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau kepentingan transaksional semata, bukan berdasarkan substansi kebijakan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225403/sikap-pdip-dituding-abu-abu-ganjar-kami-kritisi-kebijakan-yang-tidak-sesuai-kepentingan-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225403/sikap-pdip-dituding-abu-abu-ganjar-kami-kritisi-kebijakan-yang-tidak-sesuai-kepentingan-publik"/><item><title>Sikap PDIP Dituding Abu-Abu, Ganjar: Kami Kritisi Kebijakan yang Tidak Sesuai Kepentingan Publik!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225403/sikap-pdip-dituding-abu-abu-ganjar-kami-kritisi-kebijakan-yang-tidak-sesuai-kepentingan-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225403/sikap-pdip-dituding-abu-abu-ganjar-kami-kritisi-kebijakan-yang-tidak-sesuai-kepentingan-publik</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2026 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/19/337/3225403/pdip-eRpU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ganjar: Kami Kritisi Kebijakan yang Tidak Sesuai Kepentingan Publik!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/19/337/3225403/pdip-eRpU_large.jpg</image><title> Ganjar: Kami Kritisi Kebijakan yang Tidak Sesuai Kepentingan Publik!</title></images><description>JAKARTA - Posisi politik PDI Perjuangan dalam pemerintahan selalu jelas, yakni menjadi penyeimbang dengan mendengarkan suara rakyat serta tetap setia pada konstitusi. Karena itu, tidak tepat jika PDIP disebut bersikap abu-abu.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, dan mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan publik. Jadi, tidak ada istilah abu-abu,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Ganjar, sikap abu-abu justru muncul ketika arah politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau kepentingan transaksional semata, bukan berdasarkan substansi kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang abu-abu justru jika sikap politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau transaksi untuk kursi atau jabatan bukan oleh substansi kebijakan,&amp;quot; ujar Ganjar.&#13;
&#13;
Ganjar juga menegaskan fungsi parlemen bukan untuk sekadar memposisikan diri sebagai pendukung ataupun lawan pemerintah. Menurutnya, parlemen memiliki tugas mengawasi jalannya pemerintahan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap terdengar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Parlemen adalah soal mengawasi pemerintah dan memastikan suara rakyat tetap didengar. Tantangan terbesar kita adalah punya nyali untuk mau mendengarkan dan merasakan suara yang berkembang di masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ganjar mengingatkan bahwa PDIP juga memiliki rekam jejak tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan. Ia menilai substansi terpenting dalam demokrasi adalah keberpihakan kepada rakyat, bukan sekadar posisi politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terpenting dalam demokrasi bukan soal siapa berada di kubu mana, melainkan siapa yang tetap berpihak pada rakyat ketika kekuasaan berubah,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Posisi politik PDI Perjuangan dalam pemerintahan selalu jelas, yakni menjadi penyeimbang dengan mendengarkan suara rakyat serta tetap setia pada konstitusi. Karena itu, tidak tepat jika PDIP disebut bersikap abu-abu.&#13;
&#13;
Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, dan mengkritisi kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan publik. Jadi, tidak ada istilah abu-abu,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Ganjar, sikap abu-abu justru muncul ketika arah politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau kepentingan transaksional semata, bukan berdasarkan substansi kebijakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang abu-abu justru jika sikap politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau transaksi untuk kursi atau jabatan bukan oleh substansi kebijakan,&amp;quot; ujar Ganjar.&#13;
&#13;
Ganjar juga menegaskan fungsi parlemen bukan untuk sekadar memposisikan diri sebagai pendukung ataupun lawan pemerintah. Menurutnya, parlemen memiliki tugas mengawasi jalannya pemerintahan sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap terdengar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Parlemen adalah soal mengawasi pemerintah dan memastikan suara rakyat tetap didengar. Tantangan terbesar kita adalah punya nyali untuk mau mendengarkan dan merasakan suara yang berkembang di masyarakat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ganjar mengingatkan bahwa PDIP juga memiliki rekam jejak tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan. Ia menilai substansi terpenting dalam demokrasi adalah keberpihakan kepada rakyat, bukan sekadar posisi politik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang terpenting dalam demokrasi bukan soal siapa berada di kubu mana, melainkan siapa yang tetap berpihak pada rakyat ketika kekuasaan berubah,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
