<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Gelontorkan Rp100 Triliun Kebut Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera</title><description>Tito menegaskan percepatan pemulihan permanen membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-gelontorkan-rp100-triliun-kebut-pemulihan-wilayah-terdampak-bencana-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-gelontorkan-rp100-triliun-kebut-pemulihan-wilayah-terdampak-bencana-sumatera"/><item><title>Pemerintah Gelontorkan Rp100 Triliun Kebut Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-gelontorkan-rp100-triliun-kebut-pemulihan-wilayah-terdampak-bencana-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-gelontorkan-rp100-triliun-kebut-pemulihan-wilayah-terdampak-bencana-sumatera</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2026 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-0BP8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/19/337/3225470/pemerintah-0BP8_large.jpg</image><title>Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera</title></images><description>JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen pada wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. &amp;nbsp;Proses ini setelah berbagai layanan dasar kembali berfungsi.&#13;
&#13;
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Ketua I Satgas Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026&amp;ndash;2028.&#13;
&#13;
Anggaran tersebut akan digunakan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak, mulai dari infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; ujar Tito didampingi Letjen TNI Richard Tampubolon saat Rakor di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dikutip, Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan kita secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah, dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,&amp;rdquo; lanjut Tito.&#13;
&#13;
Tito melanjutkan, Satgas PRR juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat kepada seluruh daerah terdampak bencana Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tambahan dukungan fiskal tersebut terdiri atas sekitar Rp1,6 triliun untuk Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dana tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk mempercepat penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur dasar dan layanan publik yang masih membutuhkan penguatan pada tahap pemulihan permanen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain melalui TKD, semangat gotong royong antardaerah juga terus menguat melalui skema hibah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah kabupaten/kota menyalurkan bantuan keuangan kepada daerah terdampak di Aceh, sementara pemerintah daerah di Sumatera Barat turut memberikan dukungan pembiayaan bagi wilayah yang mengalami dampak paling berat.&#13;
&#13;
Tito menegaskan percepatan pemulihan permanen membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
Karena itu, kementerian dan lembaga yang telah menerima anggaran serta pemerintah daerah yang telah memperoleh tambahan TKD diminta segera mempercepat pelaksanaan program di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen pada wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. &amp;nbsp;Proses ini setelah berbagai layanan dasar kembali berfungsi.&#13;
&#13;
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Ketua I Satgas Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026&amp;ndash;2028.&#13;
&#13;
Anggaran tersebut akan digunakan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak, mulai dari infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; ujar Tito didampingi Letjen TNI Richard Tampubolon saat Rakor di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dikutip, Jumat (19/6/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mudah-mudahan kita secepatnya. Tadi kami mohon dukungan dari ketua tim pengarah, anggota pengarah, dan juga Menteri Keuangan untuk mempercepat proses pengajuan tersebut. Kalau sudah ditransfer maka speed-nya akan kencang sekali,&amp;rdquo; lanjut Tito.&#13;
&#13;
Tito melanjutkan, Satgas PRR juga mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah disalurkan pemerintah pusat kepada seluruh daerah terdampak bencana Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tambahan dukungan fiskal tersebut terdiri atas sekitar Rp1,6 triliun untuk Aceh, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara, dan Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dana tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk mempercepat penanganan kebutuhan prioritas masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur dasar dan layanan publik yang masih membutuhkan penguatan pada tahap pemulihan permanen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain melalui TKD, semangat gotong royong antardaerah juga terus menguat melalui skema hibah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama sejumlah kabupaten/kota menyalurkan bantuan keuangan kepada daerah terdampak di Aceh, sementara pemerintah daerah di Sumatera Barat turut memberikan dukungan pembiayaan bagi wilayah yang mengalami dampak paling berat.&#13;
&#13;
Tito menegaskan percepatan pemulihan permanen membutuhkan gerak bersama seluruh pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
Karena itu, kementerian dan lembaga yang telah menerima anggaran serta pemerintah daerah yang telah memperoleh tambahan TKD diminta segera mempercepat pelaksanaan program di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Daerah-daerah saya dorong untuk bisa segera bergerak menggunakan TKD masing-masing. Kemudian yang kedua dari kementerian dan lembaga yang sudah anggarannya cair seperti PU kita minta untuk speed-nya lebih kencang lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
