<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Ancam Serang Iran Terkait Aksi Hizbullah, Pembicaraan Damai Berpotensi Batal</title><description>Negosiator Iran dan AS bertemu di Jenewa untuk babak baru pembicaraan damai guna mengakhiri perang.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/22/18/3225812/trump-ancam-serang-iran-terkait-aksi-hizbullah-pembicaraan-damai-berpotensi-batal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/22/18/3225812/trump-ancam-serang-iran-terkait-aksi-hizbullah-pembicaraan-damai-berpotensi-batal"/><item><title>Trump Ancam Serang Iran Terkait Aksi Hizbullah, Pembicaraan Damai Berpotensi Batal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/22/18/3225812/trump-ancam-serang-iran-terkait-aksi-hizbullah-pembicaraan-damai-berpotensi-batal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/22/18/3225812/trump-ancam-serang-iran-terkait-aksi-hizbullah-pembicaraan-damai-berpotensi-batal</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2026 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/22/18/3225812/presiden_amerika_serikat_donald_trump-Frs7_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Amerika Serikat Donald Trump.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/22/18/3225812/presiden_amerika_serikat_donald_trump-Frs7_large.jpeg</image><title>Presiden Amerika Serikat Donald Trump.</title></images><description>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam melancarkan serangan baru terhadap Iran terkait aksi Hizbullah yang melakukan perlawanan terhadap Israel di Lebanon. Ancaman terbaru dari Trump ini berpotensi menggagalkan pembicaraan yang berlangsung antara Iran dan AS di Jenewa untuk mengakhiri perang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyerukan Iran untuk &amp;quot;segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah&amp;quot;, merujuk pada Hizbullah. Dia memperingatkan akan adanya respons keras dari Washington jika ketegangan terus meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras,&amp;quot; tulis Trump di platform tersebut pada Minggu (21/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut Fox News, Trump juga memperingatkan Iran tentang potensi pergerakan di Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan memicu respons keras dari AS dan memperingatkan bahwa hal itu dapat memiliki konsekuensi besar bagi negara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu. Kami mungkin akan mengambil alih Selat itu, jika perlu,&amp;quot; kata Trump.&#13;
&#13;
Menarik Biaya Tol dari Selat Hormuz&#13;
&#13;
Trump mengatakan Amerika Serikat dapat mengambil peran yang lebih langsung dalam mengamankan Selat Hormuz, bahkan menyarankan Washington dapat bertindak sebagai apa yang disebutnya sebagai &amp;quot;Malaikat Pelindung&amp;quot; selat tersebut dan mengenakan biaya yang terkait dengan transportasi minyak serta mengambil 20 persen dari minyak tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, kami akan mengumpulkan tol,&amp;quot; tambahnya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan yang sama, ia juga mengeluarkan peringatan kepada kepemimpinan Iran, mendesak Presiden Masoud Pezeshkian untuk &amp;quot;lebih berhati-hati dalam ucapannya&amp;quot; dalam pernyataannya, menandakan bahwa Washington akan mempertahankan pengaruh jika negosiasi gagal setelah periode 60 hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia lebih baik memperbaiki diri atau kami akan mengambil alih seluruh negara,&amp;quot; kata Trump.&#13;
&#13;
Ia juga berpendapat bahwa ia akan memiliki pengaruh setelah periode negosiasi 60 hari. &amp;quot;Saya memiliki opsi 60 hari dan saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan setelah opsi itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menanggapi ancaman Trump, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan agar Presiden AS lebih berhati-hati dengan retorikanya. Dia menegaskan bahwa Teheran siap merespons ancaman tersebut jika diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada titik keputusasaan seperti sekarang ini? Kami tidak mengandalkan ancaman Amerika,&amp;rdquo; tulis Ghalibaf di X.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebaiknya mereka berhati-hati dengan komentar mereka, angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak.&amp;rdquo;&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam melancarkan serangan baru terhadap Iran terkait aksi Hizbullah yang melakukan perlawanan terhadap Israel di Lebanon. Ancaman terbaru dari Trump ini berpotensi menggagalkan pembicaraan yang berlangsung antara Iran dan AS di Jenewa untuk mengakhiri perang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyerukan Iran untuk &amp;quot;segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah&amp;quot;, merujuk pada Hizbullah. Dia memperingatkan akan adanya respons keras dari Washington jika ketegangan terus meningkat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras,&amp;quot; tulis Trump di platform tersebut pada Minggu (21/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut Fox News, Trump juga memperingatkan Iran tentang potensi pergerakan di Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan memicu respons keras dari AS dan memperingatkan bahwa hal itu dapat memiliki konsekuensi besar bagi negara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu. Kami mungkin akan mengambil alih Selat itu, jika perlu,&amp;quot; kata Trump.&#13;
&#13;
Menarik Biaya Tol dari Selat Hormuz&#13;
&#13;
Trump mengatakan Amerika Serikat dapat mengambil peran yang lebih langsung dalam mengamankan Selat Hormuz, bahkan menyarankan Washington dapat bertindak sebagai apa yang disebutnya sebagai &amp;quot;Malaikat Pelindung&amp;quot; selat tersebut dan mengenakan biaya yang terkait dengan transportasi minyak serta mengambil 20 persen dari minyak tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, kami akan mengumpulkan tol,&amp;quot; tambahnya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan yang sama, ia juga mengeluarkan peringatan kepada kepemimpinan Iran, mendesak Presiden Masoud Pezeshkian untuk &amp;quot;lebih berhati-hati dalam ucapannya&amp;quot; dalam pernyataannya, menandakan bahwa Washington akan mempertahankan pengaruh jika negosiasi gagal setelah periode 60 hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia lebih baik memperbaiki diri atau kami akan mengambil alih seluruh negara,&amp;quot; kata Trump.&#13;
&#13;
Ia juga berpendapat bahwa ia akan memiliki pengaruh setelah periode negosiasi 60 hari. &amp;quot;Saya memiliki opsi 60 hari dan saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan setelah opsi itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menanggapi ancaman Trump, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan agar Presiden AS lebih berhati-hati dengan retorikanya. Dia menegaskan bahwa Teheran siap merespons ancaman tersebut jika diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada titik keputusasaan seperti sekarang ini? Kami tidak mengandalkan ancaman Amerika,&amp;rdquo; tulis Ghalibaf di X.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebaiknya mereka berhati-hati dengan komentar mereka, angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak.&amp;rdquo;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
