<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter</title><description>Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (23/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/23/337/3225990/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-2-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/23/337/3225990/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-2-000-meter"/><item><title>Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/23/337/3225990/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-2-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/23/337/3225990/gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-2-000-meter</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2026 07:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/23/337/3225990/gunung_merapi-k1Ke_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/23/337/3225990/gunung_merapi-k1Ke_large.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: PVMBG)</title></images><description>YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (23/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, (23/06/2026). Pukul 06.04 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 52,66 mm durasi 180,99 detik mengarah ke barat (hulu Kali Sat/Putih),&amp;quot; demikian informasi resmi BPPTKG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta tetap mematuhi rekomendasi resmi dari otoritas vulkanologi.&#13;
&#13;
Sebelum terjadinya awan panas guguran tersebut, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, petugas mencatat 15 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas dengan cuaca berawan hingga cerah. Asap kawah berwarna putih teramati dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 200 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Pada periode yang sama, BPPTKG merekam 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-28 mm dan durasi 79,1-177,74 detik. Selain itu, tercatat 19 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 0-47 mm dan durasi 12,89-32,56 detik.&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan lainnya meliputi satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 41 mm berdurasi 14,42 detik serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2 mm dan durasi 64,9 detik.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara itu, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&amp;quot; tulis BPPTKG dalam laporan aktivitas Gunung Merapi.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.&#13;
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah memuntahkan awan panas guguran (APG) pada Selasa (23/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pada pukul 06.04 WIB.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat atau hulu Kali Sat/Putih.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Selasa, (23/06/2026). Pukul 06.04 WIB, estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 52,66 mm durasi 180,99 detik mengarah ke barat (hulu Kali Sat/Putih),&amp;quot; demikian informasi resmi BPPTKG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta tetap mematuhi rekomendasi resmi dari otoritas vulkanologi.&#13;
&#13;
Sebelum terjadinya awan panas guguran tersebut, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava. Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, petugas mencatat 15 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas dengan cuaca berawan hingga cerah. Asap kawah berwarna putih teramati dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 200 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Pada periode yang sama, BPPTKG merekam 40 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-28 mm dan durasi 79,1-177,74 detik. Selain itu, tercatat 19 gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 0-47 mm dan durasi 12,89-32,56 detik.&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan lainnya meliputi satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 41 mm berdurasi 14,42 detik serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2 mm dan durasi 64,9 detik.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG menyebut potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara itu, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,&amp;quot; tulis BPPTKG dalam laporan aktivitas Gunung Merapi.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
