<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Munas dan Konbes NU Sempat Ricuh hingga Terjadi Aksi Saling Dorong</title><description>Sejumlah peserta terlibat aksi saling dorong, dipicu kesalahpahaman akibat ketok palu pimpinan sidang yang langsung memutuskan Muktamar, pada Agustus.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/24/337/3226393/munas-dan-konbes-nu-sempat-ricuh-hingga-terjadi-aksi-saling-dorong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/06/24/337/3226393/munas-dan-konbes-nu-sempat-ricuh-hingga-terjadi-aksi-saling-dorong"/><item><title>Munas dan Konbes NU Sempat Ricuh hingga Terjadi Aksi Saling Dorong</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/06/24/337/3226393/munas-dan-konbes-nu-sempat-ricuh-hingga-terjadi-aksi-saling-dorong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/06/24/337/3226393/munas-dan-konbes-nu-sempat-ricuh-hingga-terjadi-aksi-saling-dorong</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2026 21:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/337/3226393/pbnu-ANaw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Munas dan Konbes NU Sempat Ricuh hingga Terjadi Aksi Saling Dorong</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/24/337/3226393/pbnu-ANaw_large.jpg</image><title>Munas dan Konbes NU Sempat Ricuh hingga Terjadi Aksi Saling Dorong</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur resmi ditutup, Namun sebelumnya sempat terjadi kericuhan.&#13;
&#13;
Sejumlah peserta terlibat aksi saling dorong, dipicu kesalahpahaman akibat ketok palu pimpinan sidang yang langsung memutuskan Muktamar, pada Agustus nanti digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.&#13;
&#13;
Perdebatan dalam forum berkembang menjadi adu argumentasi. Suasana yang memanas memicu aksi saling dorong antarpeserta. Mereka pun langsung diamankan oleh petugas keamanan yang bertugas mengawal jalannya sidang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya terlihat saat sidang pleno III konbes dan munas NU di Ploso. Bagaimana mereka bermanuver dihadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional,&amp;rdquo; kata Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura, Kiai Muhammad Shofwan Taj, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Lora Shofwan &amp;ndash; panggilan akrabnya &amp;ndash;menilai fenomena selama konbes dan munas menjadi cermin pragmatisme dan kapitalis pada struktur dan kader organisasi.&#13;
&#13;
Pasalnya, kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan kompas moral berjam&amp;rsquo;iyyah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lora Shofwan melanjutkan,&amp;nbsp; dinamika pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso Kediri kemarin, telah membuka tabir yang sesungguhnya tentang NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh Kiai M. Hasyim Asy&amp;rsquo;ari telah mengingatkan dalam fatwanya dikitab &amp;lsquo;tanbih an-nahdliyyin&amp;rsquo; karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan bila pragmatisme meluas,&amp;rdquo; tutup Lora Shofwan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur resmi ditutup, Namun sebelumnya sempat terjadi kericuhan.&#13;
&#13;
Sejumlah peserta terlibat aksi saling dorong, dipicu kesalahpahaman akibat ketok palu pimpinan sidang yang langsung memutuskan Muktamar, pada Agustus nanti digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.&#13;
&#13;
Perdebatan dalam forum berkembang menjadi adu argumentasi. Suasana yang memanas memicu aksi saling dorong antarpeserta. Mereka pun langsung diamankan oleh petugas keamanan yang bertugas mengawal jalannya sidang.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satunya terlihat saat sidang pleno III konbes dan munas NU di Ploso. Bagaimana mereka bermanuver dihadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional,&amp;rdquo; kata Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura, Kiai Muhammad Shofwan Taj, Rabu (24/6/2026).&#13;
&#13;
Lora Shofwan &amp;ndash; panggilan akrabnya &amp;ndash;menilai fenomena selama konbes dan munas menjadi cermin pragmatisme dan kapitalis pada struktur dan kader organisasi.&#13;
&#13;
Pasalnya, kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan kompas moral berjam&amp;rsquo;iyyah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lora Shofwan melanjutkan,&amp;nbsp; dinamika pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso Kediri kemarin, telah membuka tabir yang sesungguhnya tentang NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh Kiai M. Hasyim Asy&amp;rsquo;ari telah mengingatkan dalam fatwanya dikitab &amp;lsquo;tanbih an-nahdliyyin&amp;rsquo; karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan bila pragmatisme meluas,&amp;rdquo; tutup Lora Shofwan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
